Membaca atau Mendengarkan Buku?

mendengarkan buku

Pepatah bilang banyak jalan ke Roma. Tahun 2022 ini saya berniat untuk lebih banyak membaca buku. Akan tetapi, ketika membaca buku cetak, mata saya cepat lelah dan harus duduk di tempat yang terang. Membaca di gadget, walaupun menggunakan tablet supaya bisa memperbesar font, tetap saja matanya cepat lelah. Akhirnya saya kembali membaca buku dengan mencari versi audiobooknya.

Jaman memang sudah berubah, kalau dulu, buku itu hanya bisa dibaca, jaman sekarang buku itu bisa didengarkan juga. Kalau dulu, audiobook kebanyakan dibacakan oleh suara seperti robot dari komputer, sekarang ini sudah semakin banyak buku yang dibacakan oleh manusia, sehingga kita seperti didongengkan.

Untuk buku-buku klasik, ada banyak buku yang digratiskan termasuk versi suaranya bisa diunduh dari librivox. Satu buku bahkan bisa ada banyak versi audio nya, kita tinggal memilih saja. Saya pernah menggunakan teknik ini untuk membaca buku Hellen Keller. Bagaimana dengan buku populer atau buku yang lebih baru?

Tempat Mendengarkan Buku

Ada beberapa sumber untuk mendengarkan buku, tapi tentunya ini tidak gratis. Walaupun tidak gratis, membayar untuk mendengarkan buku versi suara ini jauh lebih murah daripada membeli buku cetaknya dan tentunya ramah untuk mata. Untuk yang biasanya lambat membaca seperti saya, membaca versi suara ini sangat membantu.

Audible dari Amazon

Beberapa waktu lalu di awal pandemi, audible.com yang merupakan perusahaan dari Amazon memberikan akses gratis untuk bagian buku anak-anak. Waktu itu, saya sempat mendengarkan buku untuk anak remaja berjudul Interview with the robot. Buku audio yang ada di audible ini ada 2 jenis: buku cetak yang dibacakan seseorang, atau buku yang memang terbit khusus untuk versi audio.

Buku yang saya baca ini khusus untuk audible. Uniknya, suara yang direkam ada beberapa orang yang bergantian berbicara. Mendengarkan buku seperti ini serasa mendengar sandiwara radio jaman dulu.

Untuk beberapa buku yang dijual di Amazon Kindle, biasanya kita bisa membeli versi audionya yang harga satuannya bisa diatas 10 USD. Akan tetapi, kalau kita berlangganan audible.com, kita bisa juga mendengarkan versi audio dari buku yang kita beli versi Amazon Kindlenya dan siapa tahu ingin membaca sambil mendengarkan ada yang membacakan.

Berlangganan audible ini biayanya hampir 15 USD sebulan. Dengan biaya tersebut kita mendapat akses mendengarkan banyak buku, dan berhak untuk membeli 1 audiobook yang bisa kita dengarkan walaupun nantinya sudah tidak berlangganan lagi. Kalau memang kita suka membaca buku dengan cara mendengarkan seperti saya, setiap bulannya saya bisa membaca banyak buku yang harganya kalau ditotal pasti lebih dari 15 USD.

Salah satu buku yang kami beli menggunakan audible adalah buku Project Hail Mary. Saya jadi bisa membacanya sambil mendengarkannya. Atau sesekali, saya hanya mendengarkan saja sambil memejamkan mata membayangkan jalan ceritanya.

Scribd

Salah satu tempat yang saya baru tau belakangan ini adalah situs scribd.com, sebenarnya di sini bukan hanya khusus audibook, malahan ada e-book, podcast, majalah, dokumen bahkan sheet musik. Situs ini menawarkan gratis 30 hari, lalu kemudian biaya berlangganannya sekitar 9 USD per bulan. Biaya ini tentunya terasa lebih murah dibandingkan audible yang hanya ada audiobook saja.

Hampir semua buku populer yang banyak dibicarakan orang tersedia di situs ini. Dan tentunya, setelah mencoba selama 30 hari, saya memilih langganan scribd daripada audible.

Beberapa buku yang sudah saya coba dengarkan ini karena saya sudah sering mendengar orang lain membicarakan buku-buku yang ada di sini. Beberapa buku yang sudah selesai saya baca (dengan cara mendengarkan) di Scribd misalnya The Courage to Be Disliked (tapi yang ini saya belum tulis reviewnya). Buku Pollyanna versi bahasa Inggrisnya juga ada di Scribd, dan ini salah satu alasan kenapa saya pindah membaca ke versi bahasa Inggrisnya.

Beberapa buku yang didengarkan di Scribd

Buat saya yang gampang terdistraksi membaca buku, dengan mendengarkan versi audionya saya bisa lebih banyak membaca buku. Untuk membaca lebih banyak buku, saya sengaja mengusahakan membaca buku dengan cara mendengarkannya. Itupun karena saya tidak bisa multitasking, saya butuh fokus juga untuk mendengarkan buku ini.

Karena buku ini dibacakan orang lain, terkadang membacanya agak lebih lambat. Untuk orang yang mempunyai kecepatan membaca yang cukup cepat, mungkin lebih baik membaca sendiri dan bukan mendengarkan audiobooknya. Akan tetapi, versi audio ini pun bisa didengarkan dengan mempercepat suaranya. Tapi tentunya jadinya yang terdengar sepertinya orang berbicara super cepat.

Penutup

Untuk ibu-ibu yang sepertinya tidak punya waktu membaca karena banyak pekerjaan rumah, manfaatkan saja waktu menjemur pakaian atau mencuci piring atau bahkan menyetrika untuk mendengarkan audiobook ini. Kalau saya sih supaya lebih fokus mendengarkannya biasanya saya menggunakan earphone, jadi suaranya jelas terdengar. Kalau mau mendengarkan sambil mempersiapkan bahan masakan juga bisa, tapi hati-hati kalau sedang menggunakan pisau atau menggoreng, jangan sampai terlalu fokus dengan buku malah ga fokus dengan apa yang dikerjakan.

Mendengarkan buku tetap butuh konsentrasi, jadi kalau tidak mau multitasking, membacanya bisa sambil rebahan dan tutup mata (eits asal jangan ketiduran). Kalau menyediakan waktu 30 menit sebelum tidur dan beberapa menit sambil mengerjakan pekerjaan rumah seperti disebutkan diatas, rasanya setiap harinya rata-rata saya bisa mendengarkan buku selama 1 jam.

Ada yang mau mencoba lebih banyak membaca buku di tahun 2022 dengan cara mendengarkan? Bisa coba memanfaatkan 30 hari gratis dari Scribd ataupun dari Audible. Kalau ternyata tidak membantu atau tidak berhasil membaca dengan cara mendengarkan, ya… berarti kembali ke baca buku fisik deh.

4 thoughts on “Membaca atau Mendengarkan Buku?

Leave a Reply