Review Buku: Komik Koel, Utusan Pencipta

Bulan Agustus 2022 ini, selagi mudik, saya baca beberapa komik yang ditulis Kurnia Harta Winata. Kali ini saya ingin membahas 1 buku komik seri Koel yang berbeda dengan buku-bukunya yang lain. Kalau membaca komiknya yang lain, topik yang dibahas di buku ini sebenarnya sudah pernah dimunculkan juga, tapi di buku ini penulisnya seperti ingin mengungkapkan lebih banyak lagi tentang ciptaan dan penciptanya.

Tentang buku Utusan Pencipta

Buku KOEL yang berjudul Utusan Pencipta dan terdiri dari 136 halaman ini hanya terdiri dari 1 topik. Buku yang dicetak pertama di bulan Juni 2020 ini diterbitkan secara mandiri oleh penulisnya seperti halnya buku komiknya yang lain.

Topik tentang pencipta dan ciptaannya ini sebenarnya topik yang agak sensitif. Penulisnya memberi peringatan di depannya, kalau buku ini dipersembahkan kepada pertanyaan-pertanyaan yang tabu untuk ditanyakan dan pernyataan-pernyataan yang takut untuk ditanyakan.

Secara singkatnya buku ini bercerita bagaimana Koel, tokoh utama dalam komik ini suatu hari menjadi tokoh terpilih dan menjadi utusan untuk menyebarkan ajaran dari pencipta yang memiliki hak cipta dan menggambar seisi buku komik tersebut. Pencipta ini disebutkan juga menentukan segala yang terjadi dari halaman pertama sampai halaman terakhir.

Dalam ceritanya, dimulai dari utusan yang ingin menyebarkan berita tentang pencipta mereka ke tokoh lainnya, sampai kemudian berkembang menjadi aliran kepercayaan dan beberapa orang yang menggunakan interpretasi sendiri untuk menyebarkan apa yang menurut mereka baik. Ujung-ujungnya, ya jadi bisnis juga dan terkadang jadi debat kusir karena ada pihak yang merasa paling benar.

Cara penulis menceritakan dan mempertanyakan pun memberi pernyataan tentunya tidak menyinggung siapapun, tapi saya rasa masing-masing kita pernah memiliki pertanyaan dan pertanyaan yang mirip dengan apa yang dituliskan di buku ini.

Pertanyaan dan Pernyataan

Dari pertanyaan sampai pernyataan yang sering kita dengar tentang sebuah keyakinan

Konsep bahwa semua sudah digariskan oleh pencipta dan kenapa akhirnya pencipta mengijinkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan membuat saya merenungkan berbagai hal. Walaupun buku KOEL ini membahas dari sisi pencipta buku dan dunia tokoh dan cerita dalam komik, tapi ya memang secara tidak langsung isu yang dibahas itu menggambarkan bagaimana sebuah aliran kepercayaan terbentuk dan melebar dan meluas. Ajaran yang tadinya sederhana, mulai jadi bercabang ke mana-mana dan ada saja pihak-pihak yang akhirnya mulai dari mempertanyakan jadi merasa diserang dengan pernyataan yang ada.

Tapi khusus untuk masalah penulis sebagai pencipta cerita dan isi cerita, memang benar si penulis itu sudah tahu dari awal sampai akhir. Kenapa diceritanya dibikin seperti ada yang tidak patuh pada cerita, ini semata-mata konflik yang memang dibangun untuk membuat ceritanya jadi lebih menarik untuk diteruskan membaca. Mungkin akan ada yang malah jadi malas membacanya sih, tapi cerita tanpa konflik dan datar-datar saja pastilah tidak menarik.

Seperti halnya menonton drama Korea yang baru ketemu langsung menikah, lah terus mereka bahagia selamanya. Akan lebih menarik kalau diceritakan ada usaha mendapatkan cinta, dan ketika endingnya bahagia tentu akan merasa lebih bahagia. Atau seperti ending drakor belakangan ini yang membuat akhir yang tidak selalu bahagia tapi membuat kita lebih menghargai tentang cinta.

Eh jadi melantur kemana-mana. Membaca apapun dan menonton apapun, pada akhirnya kita perlu membuat kesimpulan sendiri sih dari hal-hal yang dimunculkan oleh informasi yang kita dapatkan dari buku dan tontonan tersebut.

Kenapa saya baca komik

Komik itu gampang bacanya, biasanya karena ada visualisasinya, memudahkan kita membayangkan suasananya. Topik yang berat ataupun ringan semua jadi lebih menarik untuk dibaca dalam bentuk komik. Kalau topik berat dibaca dalam bentuk buku tebal, belum tentu saya akan tertarik membacanya.

Buku ini 136 halaman membahas tentang pencipta dan ciptaannya dan hal-hal yang mungkin terjadi di sekitar kita dan ceritanya dimulai dari penulis komik dan komik ciptaannya. Sedangkan buku sebelumnya dari penulis yang sama berjudul Yesus dan Aku berisi 128 halaman dan berisi berbagai topik yang isinya sepertinya pertanyaan dari penulisnya dari berbagai hal yang dia alami dalam kehidupan beragamanya.

Buku-buku dari Kurnia Harta Winata banyak berisikan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin pernah menjadi pertanyaan banyak orang. Saya suka karena komik-komik tersebut selain menghibur juga membuat saya berpikir ulang tentang berbagai hal yang terjadi di sekitar saya.

Kamu masih suka baca komik? Ataukan merasa komik itu terlalu receh sehingga hanya mau membaca buku-buku tebal saja?

Tulisan ini sekalian buat meramaikan Nulis Kompakan Mamah Gajah Ngeblog bulan Agustus 2022.

5 thoughts on “Review Buku: Komik Koel, Utusan Pencipta

  1. Ada masanya dulu suka baca, termasuk komik. Sekarang sedang suka buku-buku novel, tapi agak mandek juga siih. Komik Koel ini menarik juga ya tampaknya, agak-agak filosofis. Komik Kung Fu Boy yang dulu jadi kegemaran saya juga filosofis lho… ?

  2. Risna, saya baru tahu tentang komik KOEL. Hhmm dari review yang Mamah Risna tulis, sepertinya menarik sekali ya. “Dalem”.

    Ehehehe udah lama gak baca komik. Dulu SD sukanya ya apalagi kalau bukan komik elex media komputindo ahahaha. Sekarang malah ga tertarik sama sekali huhuhu. Tapi komik KOEL boleh deh dipertimbangkan 🙂

    Makasiiy ya Mah Risna 🙂

  3. seru juga ya teh Risna baca komik … aku ada koleksi komik Smurf, Conan, KKPK, dan Keluarga Super Irit, Tintin, dan Doraemon (gak cuma anak-anak yang baca he3 …). Bahkan yang Smurf ini jaman kecil suamiku juga baca ternyata bersama komik Lucky Luke dan Tintin.
    Beberapa komik dari Benny Rachmadi dan Mice Cartoon juga vbi-djenggotten.
    Nice … senang aja sih baca komik itu ringan tapi kadang malah dapat deep insight juga seperti komik berjudul: Indonesia Banget dan PR Buat Presiden.

    salam semangat

Leave a Reply