Review Buku Komik Yesus dan Aku

Komik Yesus dan Aku

Buku komik ini datang bersama dengan paket harta karun dari Indonesia. Buku komik Yesus dan Aku ini datang berbarengan dengan Novel Damar Hill yang sedang saya baca. Karena komiknya tipis, sebenarnya buku ini sudah selesai dibaca dalam waktu singkat, tapi baru sekarang sempat menuliskan reviewnya.

Ceritanya pak suami iseng membeli buku komik yang diterbitkan secara Indie oleh penulisnya yang bernama Kurnia Harta Winata. Kami tidak kenal langsung dengan orangnya dan kalau dari pengakuannya, dia sendiri tidak merasa dirinya religius. Jadi tulisan di blog ini murni opini pribadi dan bukan iklan.

Kalau membaca di bagian akhir dijelaskan kalau tulisan ini awalnya bemula dari keisengan pembuat nya mengunggah karyanya ke Facebook. Karena sambutan dari para pembaca, akhirnya dia mencetak sendiri bukunya.

Tentang Buku Komik Yesus dan Aku

Buku komik ini tipis, hanya 128 halaman. Tidak butuh waktu lama menyelesaikannya. Buku ini cetak pertama di tahun 2017 dan diterbitkan secara mandiri. Versi yang saya baca adalah versi cetakan kesebelas di tahun 2020. Semua cerita dan gambar dan desain dan tata letak dilakukan mandiri oleh penulisnya. Oh ya, kami membelinya dari tokopedia yang sepertinya dikelola langsung oleh penulisnya juga.

Buku ini memiliki 11 cerita yang menceritakan bagaimana tokoh dalam komik ini bertemu dengan Tuhan Yesus, di mulai dengan cerita menyelinap seperti pencuri. Iya ceritanya Yesus masuk ke rumahnya menyelinap seperti pencuri (sesuai dengan judul).

Perlu Hikmat untuk Bercermin dari Cerita yang Ada

Jleb! Itu yang saya rasakan di banyak bagian dari cerita komik ini.

Dalam setiap bab di buku ini, penulis sebenarnya menggambarkan hal-hal yang mungkin terjadi dalam keseharian kita dan apa yang biasanya kita pikirkan, bagaimana respon kita, dan hal-hal lain yang mungkin sering dijadikan perdebatan. Tapi buku ini bukan buku yang ingin mengajak berdebat tentunya, bukan pula buku paling benar. Buku ini sepertinya interpretasi dan hasil perenungan dari penulis dengan situasi yang ada disekitarnya.

Ada bagian di mana diceritakan Yesus menjawab doa lewat status Facebook! Saya termasuk yang suka geleng-geleng dan setengah tidak setuju dengan orang-orang yang memanjatkan doa di media sosial, ataupun kalau ada yang menuliskan doa yang menurut saya agak berlebihan.

Membaca cerita di buku ini membuat saya berpikir kalau ternyata saya tidak berbeda dengan kebanyakan orang, terkadang agak terlalu mudah menghakimi orang lain dan merasa diri paling benar. Padahal, jelas-jelas disebutkan kalau kita tidak seharusnya menghakimi orang lain karena penghakiman itu adalah bagian Tuhan.

Saya tidak mau ceritakan semua kisah yang ada di dalam komik ini, tapi, walaupun ada yang agak kontroversial dalam percakapan yang ada di komik ini, secara keseluruhan saya bisa mengerti apa yang ingin disampaikan oleh penulis. Perlu hikmat untuk kita bisa bercermin dari cerita-cerita yang ada.

Penutup

Saya ingat kalau di Alkitab, selain banyak perintah Tuhan yang secara jelas diperintahkan, ada juga bagian yang menceritakan kalau Tuhan Yesus mengajar banyak orang dengan bercerita dan bertanya kepada pendengarnya. Buku komik sederhana ini mudah-mudaha bisa membuat banyak orang merenungkan kembali imannya masing-masing.

Sekali lagi, saya tidak kenal dengan penutupnya, dan bahkan menurutnya dia bukan orang yang religius, tapi saya berharap semakin banyak orang yang memproduksi buku komik sederhana tapi penuh makna dan mengajak kita merenung seperti ini.

Leave a Reply