Review Buku: My Weird Writing Tips

my weird writing tips dan gutman

Setelah membaca buku tentang membaca, waktunya membaca buku tentang menulis. Ketika sedang mencari-cari buku yang menarik, ketemu satu buku yang sebenarnya lebih ditujukan untuk anak sekolah yang berjudul My Weird Writing Tips, karya Dan Gutman.

Walaupun buku ini ditujukan untuk anak sekolah dasar, saya malah jadi makin tertarik karena artinya pasti lebih mudah dimengerti. Sekalian juga, saya bisa menyuruh anak saya untuk membacanya sebagai bahan tambahan dalam pelajaran menulis.

Tentang Buku My Weird Writing Tips

Buku berjudul My Weird Writing Tips karya Dan Gutman ini cukup tipis, hanya 165 halaman. Dan Gutman menggunakan tokoh dalam buku serial My Weird School karyanya yang diilustrasikan oleh Jim Paillot.

Tips menulis dari buku ini sebenarnya tidak seaneh judulnya, sepertinya penulisnya sengaja memakai kata weird, supaya masih senada dengan judul serial My Weird School. Selain itu, tentunya untuk menarik perhatian pembaca yang bertanya-tanya kira-kira apa sih tips anehnya.

Saya tidak akan menuliskan secara keseluruhan isi buku ini, tapi saya ingin mencatat hal yang menarik yang ingin saya ingat dari buku tersebut.

Buku ini dibagi menjadi 2 bagian, bagian pertama tentang membuat cerita yang bagus dan bagian ke-2 tentang bagaimana menulis dengan benar sesuai aturan, mulai dari mengenal jenis kata, sampai dengan cara mengeja tulisan yangbenar.

Tips menulis cerita walau sedang tidak punya ide

Buku ini mengingatkan lagi apa saja yang bisa kita tulis, mulai dari apa yang kita ketahui, apa yang kita alami atau apa yang kita ingin ketahui dan membuat kita penasaran. Malahan katanya, akan lebih menarik menuliskan sesuatu yang ingin kita mengetahui, jadi sambil mencari tahu, kita tuliskan supaya ingat.

Buku ini memberikan contoh menuliskan cerita bahkan ketika sedang tidak ada ide untuk menulis. Oh ya, contoh yang diberikan sih tentu saja cerita fiksi. Tapi katanya walaupun menuliskan non-fiksi dan fiksi itu berbeda, karena menulis non-fiksi biasanya kita harus taat pada fakta-fakta, sedangkan menulis fiksi itu kita bisa menuliskan apa saja sesuai imajinasi kita. Tetap ada kesamaan dalam menuliskan non-fiksi dan fiksi, yaitu kita hanya perlu menceritakan sesuai fakta.

Berikut ini tips dalam menuliskan cerita

  • Tentukan setting/tempat cerita, riset tentang tempat cerita dan tambahkan fakta di sana sini untuk membuat tempat cerita menjadi menarik.
  • Tentukan karakter utama yang sesuai dengan tempat cerita. Tidak harus manusia, bahkan tidak harus makhluk hidup.
  • Berikan karakter utama tujuan untuk dicapai atau masalah untuk diselesaikan. Semakin sulit semakin baik.
  • Tambahkan karakter yang menarik disekitar karakter utama, kalau perlu tambahkan karakter sahabat atau karakter jahat.
  • Mulailah cerita dengan suatu kejadian yang terasa sulit untuk diselesaikan permasalahannya. Gunakan kalimat pertama yang membuat pembaca penasaran ingin mengetahui kelanjutannya.
  • Bebaskan imajinasimu, tapi tentunya jangan sampai imajinasinya tidak konsisten ya.
  • Seperti halnya memulai cerita dengan peristiwa besar, selesaikan cerita dengan hal yang besar. Tidak harus berakhir bahagia, asalkan semua permasalahan diselesaikan. Kalau ada kejutan di akhir, lebih baik lagi.
  • Kalau sedang kehilangan ide ditengah cerita, berikan kejadian buruk menimpa karakter utama, dan carilah jalan keluarnya.
  • Di dunia nyata kita memang perlu bersikap baik kepada semua orang, tapi di dalam menuliskan cerita, kita bisa melakukan apapun terhadap karakter yang kita ciptakan. Semakin banyak masalah yang dihadapi tokoh yang kita ciptakan, semakin menarik tokoh itu karena ada perkembangan karakter.
  • Setelah cerita selesai dituliskan, baru tentukan judulnya. Berikan judul sesingkat mungkin dan mendeskripsikan isi cerita yang kita tulis.
  • Setelah selesai, tinggalkan tulisan kita dan kembali membacanya bersuara dan bacalah seolah-olah itu tulisan orang lain. Kalau kita menemukan ada hal yang perlu diperbaiki, berarti bagian itu harus diperbaiki.
  • Ulangi menuliskan lagi cerita dari awal karena selalu ada ruang untuk perbaikan.

Tips untuk memperbaiki tulisan

Setiap tulisan yang baik sebenarnya melalui perbaikan lebih dari sekali. Berikut ini tips yang setidaknya berguna sekali ketika saya memeriksa pekerjaan tulisan anak saya:

  • Bagilah tulisan dalam beberapa paragraf. Dalam sebuah paragraf, bagilah menjadi beberapa kalimat.
  • Jangan pernah ada 1 halaman penuh hanya memiliki 1 paragraf.
  • Akan tetapi, satu paragraf bisa saja terdiri dari 1 kalimat, atau bahkan 1 kata, asal jangan berlebihan memakai beberapa paragraf yang terdiri dari 1 kata.
  • Gunakan satu pokok pikiran untuk sebuah kalimat, bukan 10 pokok pikiran. Kalimat majemuk itu sebaiknya dihindari.
  • Buanglah kata-kata yang tidak diperlukan dan membuat tulisan jadi membosankan.
  • Hindari penggunaan kata sifat yang berlebihan. Misalnya untuk mendeskripsikan sesuatu, tidak selalu diperlukan penggunaan lebih dari 2 atau 3 kata sifat apalagi untuk mendeskripsikan benda yang sudah jelas.
  • Jangan muter-muter, tuliskan langsung pada pokok permasalahan.
  • Baca lagi beberapa kali untuk memeriksa ejaan dan tanda baca sebelum mempublikasikannya.

Ikuti aturan dalam menulis

Bagian ke-2 buku ini memberikan berbagai tips untuk mengingat aturan penulisan kata. Termasuk bagaimana mengingat ejaan kata yang sulit atau bagaimana kalau kita tidak yakin dengan ejaan kata. Apalagi kalau kita terlalu malas untuk mencarinya di kamus.

Karena buku ini ditulis oleh orang yang berbahasa Inggris, aturan mengingat berbagai halnya diberikan untuk kata-kata dalam bahasa Inggris sampai dengan berbagai keanehan dalam bahasa Inggris.

Beberapa hal bisa diaplikasikan juga untuk bahasa Indonesia. Misalnya tentang penggunaan tanda baca koma, titik, tanda seru, tanda tanya, dan juga penggunaan tanda petik. Bagaimana tanda petik selalu berpasangan dan semua tanda baca lainnya ada di dalam tanda petik.

Menulis itu bentuk dari komunikasi. Kita perlu mengikuti tanda baca, dan aturan penulisan yang ada agar tulisan kita dimengerti pembaca. Kalau kita menulis kurang tanda koma, terkadang maknanya bisa jauh dari maksud awal. Ketika kita menulis tidak ikut aturan, yang membaca bisa jadi bingung untuk mengerti apa yang kita tuliskan.

Ada kalanya menulis boleh saja tidak mengikuti aturan secara baku, asalkan dilakukan dengan cara yang kreatif dan dipastikan bisa menyampaikan pesan yang kita tuliskan. Untuk bisa mengikuti aturan menulis, tentu saja kita harus tau apa saja aturannya.

Untuk bahasa Indonesia, kita perlu mengikuti aturan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Walaupun sejauh ini saya masih belum bisa patuh 100 persen dengan PUEBI, tapi sedikit demi sedikit saya juga sudah berusaha untuk mengikuti PUEBI.

Penutup

Membaca tips dan contoh yang diberikan, sepertinya menulis itu memang mudah sekali. Saya juga jadi penasaran ingin membaca buku serial Weird School yang dituliskan oleh pengarang yang sama. Setidaknya setelah membaca buku ini, saya bisa menjelaskan dengan lebih mudah bagaimana menulis cerita kepada anak saya.

One thought on “Review Buku: My Weird Writing Tips

Leave a Reply