Berbagai hal yang bisa direview

menulis review

Salah satu hal yang sering saya tuliskan adalah review. Saya tidak dibayar untuk menuliskan review tersebut, dan semua yang saya tuliskan. ya berdasarkan pendapat pribadi.

Saya memang suka menuliskan review, tapi review yang saya tuliskan harus diakui tidak selalu menyeluruh. Kadang-kadang ketika menuliskan review, saya pikir apa serunya menuliskan hal-hal yang mungkin semua orang sudah tahu. Atau, ketika mereview buku ataupun film, saya berusaha membatasi diri untuk tidak memberi spoiler terlalu banyak. Tapi sebenarnya, ketika membaca sebuah review, pastilah yang membaca mengharapkan mendapatkan informasi umum tentang hal yang kita review tersebut.

Review yang saya tuliskan tidak mempunyai template tertentu, semuanya tergantung situasi. Untuk gawai misalnya, saya tidak selalu menuliskan semua fitur secara detil, tapi biasanya saya akan menyertakan tautan supaya orang yang ingin mencari tau lebih lanjut bisa membacanya di situs produk yang tentunya lebih lengkap.

Berikut ini berbagai review yang sering saya tuliskan

Review film dan drama

Dari dulu saya suka menonton film dan serial televisi. Akan tetapi, baru belakangan ini terpikir untuk menuliskan reviewnya. Tidak semua yang saya tonton saya tuliskan reviewnya, dan saya juga bukan tipe yang menonton sesuatu demi bisa menuliskan reviewnya.

Saya bisa mereview dari episode spesifik, ataupun dari beberapa bagian dari drama tanpa menonton keseluruhannya. Untuk review film, bisa jadi tidak melulu tentang sinopsis atau jalan cerita dari film, tapi isu yang menarik itu bisa jadi berupa cerita keseluruhan bisa jadi cuma hal tertentu saja.

Misalnya saja dari film India yang berjudul Meenakshi Sundareshwar, selain menuliskan sinopsisnya, saya juga menuliskan hal yang menarik tentang budaya India yang berusaha ditampilkan di film tersebut, walaupun setelah saya baca lagi, ternyata film tersebut mengundang kontroversi karena disebut menyajikan hal yang keliru dari budaya India.

Saya juga suka menonton serial Amerika seperti Grey’s Anatomy yang sudah belasan season ataupun yang jenis science fiction seperti The Orville.

Dari sebuah judul, bisa menjadi berbagai tulisan review, ini makanya menonton itu menjadi sumber tulisan yang tidak ada habisnya. Tapi kebanyakan orang memang tidak suka menulis, karena buat mereka menonton ya menonton aja, buat apa ditulis.

Tulisan reveiw saya bukan sedang ingin membuat kritik terhadap sebuah karya atau menuliskan sepeti membaca film berdasarkan konten, konsep dan konteks, tapi buat saya sekedar memindahkan ingatan dalam bentuk tulisan. Karena ada begitu banyak film dan drama yang sudah ditonton, dan banyak hal menarik yang bisa dituliskan.

Mereview buku fiksi dan non fiksi

Saya bkan orang yang rajin membaca. Jumlah bacaan saya masih sangat sedikit. Tapi dari yang sedikit itu, saya berusaha untuk menuliskan reviewnya lagi-lagi untuk mencatat hal-hal yang menarik dari yang saya baca.

Tantangan buat saya dalam menuliskan review buku fiksi, selain memberikan informasi siapa penulisnya dan garis besar jalan cerita dan tokoh-tokohnya, saya berusaha memberikan kesan saya terhadap isi buku tersebut. Akan tetapi, ketika menceritakan garis besar ceritanya, sulit sekali sebenarnya menahan diri untuk tidak menceritakan terlalu detail dan atau memberikan spoiler. 

Beberapa kali saya menuliskan review buku fiksi, selalu masih dalam kategori terlalu spoiler. Abis gimana lagi, hal yang berkesan buat saya itu biasanya hal-hal yang gak bisa diceritakan kalau ga ngespoiler.

Buku non-fiksi yang banyak saya baca itu biasanya buku yang memberikan tips dan atau cara melakukan sesuatu. Seringkali saya ingin mengutip banyak hal yang saya garis bawahi di dalamnya, tapi kok ya rasanya ujung-ujungnya saya seperti mengutip hampir sebagian besar dari buku itu.

Belakangan ini saya juga menuliskan insight dari buku yang sedang dibaca perbagian. Untuk tulisan ini tentunya tidak bisa mengelakkan spoiler. Tapi tetap saja, rasanya kadang-kadang menuliskan insight dari buku non fiksi jadi lebih berat daripada fiksi, karena ada banyak hal yang ingin diingat dan malah jadinya merasa yang saya tulis bisa-bisa lebih banyak dari isi bukunya, hahahha.

Mereview gadget

Saya juga suka mereview gadget, tapi biasanya saya hanya bisa melakukan review terhadap benda-benda yang sudah saya pakai beberapa lama. Untuk benda yang saya hanya pakai sehari atau dua saya tidak langsung merasa bisa mereview kelebihan dan kekurangan dari gawai tersebut.

Beberapa gadget favorit saya adalah produk xiaomi. Mulai dari ponsel, mi band, sampai pompa ban ada dari Xiaomi. Sayangnya, sampai sekarang belum pernah dibayar oleh Xiaomi nih mereview benda-benda tersebut. Siapa tahu abis ditulis begini dapat tawaran dari Xiaomi kan, hehehe.

Mereview aplikasi

Untuk mereview aplikasi juga ya sama saja dengan gadget, harus sudah dipakai beberapa lama. Mereviewnya juga dengan menuliskan fitur yang disukai atau kurang disukai ataupun apa yang diharapkan ditambahkan di aplikasi tersebut.

Beberapa review aplikasi mulai dari aplikasi belajar bahasa sampai aplikasi mainan anak-anak pernah saya tulis. Tapi sekali lagi, semua itu saya tulis supaya ingat saja pernah menggunakan aplikasi tersebut.

Review Tempat (Wisata)

Untuk yang jarang jalan-jalan, saya menuliskan tempat wisata lebih ke cerita perjalanan dan hal apa yang ingin diingat. Tapi ya ini hitungannya review juga lah ya. Tempat wisata di sini termasuk penginapan atau kota yang dikunjungi.

Penutup

Kalian suka mereview apa? Kalau saya hanya bisa mereview hal-hal yang memang saya alami, pakai atau tonton. Untuk hal yang tidak saya sukai, saya tidak akan menuliskan reviewnya, termasuk kalau jalan-jalan, saya tidak akan mereview tempat yang menurut saya tidak saya rekomendasikan. Ngapain buang energi untuk menuliskan hal yang tidak menyenangkan dan atau tidak ingin diingat, hehehe.

Kalau diminta mereview sesuatu yang tidak kalian pakai atau benar-benar berdasarkan pengalaman sendiri, itu namanya hanya menuliskan spesifikasi saja dan bukan mereview. Mungkin jadinya malah iklan dan tidak valid.

Sebagian orang menuliskan review dilengkapi dengan rating, tapi kalau saya sih hanya menuliskan dalam bentuk narasi dan jarang memberikan dalam bentuk rating. Lagipula, seperti sudah saya sebutkan, kalau memang tidak bagus, saya tidak akan menuliskannya toh.

Jadi kalau sedang bingung mau menulis apa, cobalah ingat-ingat hal apa yang menarik untuk direview. Selain memberikan deskripsi singkat ataupun agak detail, tambahkan apa kelebihan dan kekurangannya sehingga kita merasa hal tersebut menarik untuk diceritakan.

One thought on “Berbagai hal yang bisa direview

Leave a Reply