Tontonan untuk Hiburan dan Tetap Produktif

Ada banyak alasan orang untuk menonton, ada banyak juga pilihan tontonan. Selain untuk hiburan, ada yang menonton itu untuk mendapatkan informasi (menonton berita atau dokumenter). Ada juga yang menonton untuk sekedar mengusir kebosanan tanpa benar-benar memperhatikan apa yang ditonton.

Saya menonton untuk hiburan. Kalau dari tontonan bisa dapat informasi atau edukasi, itu cuma bonus. Belakangan saya mencoba untuk memanfaatkan tontonan untuk mencari inspirasi terutama untuk bahan tulisan. Lumayan kan biar tetap merasa produktif.

Tidak semua orang merasa terhibur oleh hal yang sama. Kalau dulu saya punya toleransi untuk segala jenis tontonan, sekarang mungkin karena sudah mulai tua dan melihat kenyataan hidup yang beraneka ragam, membuat saya jadi pilih-pilh tontonan.

Hidup ini tidak selalu indah, jadi marilah mencari tontonan yang indah. Ngapain menghabiskan waktu untuk menonton kesedihan lainnya? Begitu terkadang yang saya pikirkan.

Walaupun kalau kata orang yang sangat produktif, segala bentuk screen time termasuk media sosial itu tidak ada gunanya walaupun mengatasnamakan hiburan. Benarkah?

Ya mungkin buat mereka memang tidak ada gunanya, tapi kalau hidup selalu bekerja, apa iya jadi lebih produktif. Kita kan butuh istirahat. Kita butuh hiburan. Kita butuh coklat seperti iklan kit kat yang bilang ada break ada kit kat. Kita punya kebutuhan untuk berhenti dari tuntutan pekerjaan.

Mencari Inspirasi dari Hiburan

Setiap pilihan orang untuk menghibur dirinya bisa berbeda dan tidak ada yang benar dan salah. Asalkan tujuannya setelah beristirahat ya jadi lebih refresh. Ada yang hiburannya berolahraga, baca buku, mendengarkan musik, atau tidur. Buat saya, menonton itu salah satu cara beristirahat selain mencari inspirasi.

Kegiatan menonton yang saya lakukan tidak selalu produktif. Kadang-kadang saya menonton ulang cerita yang sudah saya tahu akhirnya bagaimana. Apakah itu salah? Tentu tidak – setidaknya saya sih tidak merasa salah.

Pilihan tontonan yang diberikan saat ini sangat beragam, selera setiap orang juga berbeda. Namanya selera, berbeda itu biasa. Tapi sebenarnya, untuk beberapa tontonan bisa saya putuskan tidak bagus dari menonton beberapa menit pertama.

Menonton dan Tetap Produktif

Saya ini orangnya suka mempengaruhi orang lain. Kalau ada tontonan yang saya rasa bagus, pasti saya tuliskan untuk mempengaruhi orang ikut menonton. Bagaimana dengan tontonan yang tidak bagus? Ya… tergantung. Biasanya kalau memang tidak bagus nontonnya tidak selesai, mana bisa jadi cerita.

Menuliskan Review atau Opini

Kalau tontonannya populer tapi justru mengkhawatirkan, saya bisa jadi akan ikutan menuliskan pendapat saya. Bisa juga saya tidak peduli.

Saya tidak suka dengan opini viral atau menuliskan hal-hal yang viral, tapi di kalangan tertutup, terkadang saya tetap saja kami berdiskusi dan mengemukakan pendapat masing-masing.

Setidaknya, saya mengenal komunitas di mana saya menyatakan pendapat saya orangnya punya pemikiran cukup terbuka. Tidak harus punya pendapat yang sama, tapi kami saling menghargai pendapat yang berbeda.

Demikian juga dengan tontonan, tidak semua sepakat dengan judul tertentu, tapi terkadang ada saja irisan tontonan yang sama pendapatnya. Sebut saja film Ali dan Ratu-Ratu Queen. Masih ada kok yang paham dengan keputusan Ali dan ibunya, saya aja yang gagal paham, hehehe.

Untuk film tentang guru, saya mendapat rekomendasi 3 film Bollywood. Baru 1 yang saya tuntaskan menontonnya, karena ketika saya menonton film berikutnya, saya tidak merasa klik dengan beberapa menit pertama. Sungguh film Hichki jelas punya standar di atas film rekomendasi lainnya yang berjudul 3 idiots. Satu judul terakhir saya lupa dan belum saya tonton. Nanti rencananya akan ditonton juga.

Membaca review orang lain bisa mempengaruhi juga apakah saya akan menonton atau tidak sebuah tontonan. Mengetahui genre dan tema juga sangat mempengaruhi apakah saya akan melirik tontonan tersebut atau tidak.

Untuk drakor, kalau judulnya sangat hype, saya akan memberi kesempatan 5 menit. Kalau saya tidak merasa terpikat, saya akan skip ke bagian tengah dan akhir. Biasanya sih berakhir dengan tidak jadi menontonnya. Ada juga beberapa drakor yang tidak saya coba sama sekali, karena dari genre nya saja saya sudah ogah meliriknya.

Menonton itu hiburan. Jangan sampai seperti membeli kucing dalam karung. Sekarang ini saya merasa perlu membaca review. Daripada nanti jadi malah depresi dan tidak terhibur, mending baca review dan terpapar spoiler sedikit. Ya ga sih?

Membuat Konten Video atau Image Kutipan

Selain menuliskan review dari tontonan yang saya tonton, saya juga suka mengumpulkan kutipan kata-kata bijak dari tontonan tersebut. Supaya kata-kata itu tidak hanya disimpan lalu hilang.

Saya juga suka membuat kreasi Canva atau Kinemaster dan dibagikan di Instagram atau Youtube. Contohnya bisa dilihat di Instagram saya berikut ini.

Salah satu konten dari hasil menonton film

Dari membaca buku, hal ini juga bisa dilakukan. Tapi karena saya lebih banyak menonton daripada membaca, saya lebih sering menulis review dan membuat konten untuk ulasan film daripada ulasan buku.

Kutipan dari film Waiting is Rain

Menonton demi Konten?

Saya ulangi lagi, menonton buat saya itu hiburan. Saya tidak pernah menonton demi konten. Kalau memang saya tidak suka, ya sudah saya tidak akan menontonnya. Kalau saya suka, saya bisa jadi mengulangi tontonan yang sudah pernah saya tonton dan dari satu tontonan itu bisa jadi akan ada beberapa tulisan.

Mungkin ada saja yang menonton demi konten, tapi saya tidak bisa. Ketika melakukan sesuatu karena terpaksa dan bukan karena suka, biasanya malah jadi mogok idenya ga keluar. Demkian juga, tidak semua yang saya tonton, saya tulis reviewnya.

Oh ya, saya jadi ingat. Kalau ada yang bisa menonton demi konten atau menonton dan menulis demi mengikuti lomba, bisa ikutan lomba bikin ulasan tulisan atau ulasan video dari drama Korea True Beauty yang diselenggarakan oleh KCCI bekerja sama dengan Drakor Class dan Podcast Ngedrakor.

Jadi gimana, kamu termasuk tipe menonton untuk hiburan atau menonton demi sesuatu?

risna

A blogger who likes to watch Korean dramas and learn about digital desain with Canva and video editing using Kinemaster.

Leave a Reply

%d bloggers like this: