Meenakshi Sundareshwar, Dijodohkan dan LDM

meenakshi poster

Kemarin saya tidak sengaja melihat trailer film Meenakshi Sundareshwar ini di Netflix, dari dialog yang ditunjukkan di trailernya saya langsung memutuskan menonton film India dengan genre romantis komedi yang berdurasi 141 menit ini.

Dulu, saya sering nonton film India. Tapi setelah Kuch-kuch hota hai, saya tidak pernah lagi menonton film produksi Bollywood. Beberapa bulan lalu saya menonton film Hichki yang bercerita tentang guru dengan sindrom tourette. Tapi walaupun film itu produksi Bollywood, nuansanya sudah sangat berbeda dengan film India yang saya ingat.

Karena sudah lama tidak menonton film India, saya sebenarnya tidak mengenal siapa saja yang ikut berperan di dalamnya, kalau contekan di Wikipedia sih bilang Sanya Malhotra sebagai pemeran wanita yang bernama Meenakshi dan Abhimanyu Dassani memerankan tokoh pria bernama Sundareshwar.

Film ini masih baru loh, release di Netflixnya baru sejak 5 November 2021 lalu. Seperti halnya Film Indonesia Perfect Fit, film Netflix originals ini ada pilihan audio berbahasa Inggris juga selain berbahasa aslinya Hindi.

Sinopsis Meenakshi Sundareshwar

Sebelum saya cerita sinopsisnya, langsung saja ya lihat trailer yang bikin saya tertarik menontonnya. Kalau kamu seorang yang dulu suka menonton film India seperti saya, dan juga seorang engineer, pasti langsung tergelitik menonton potongan trailernya ini.

Trailer

Trailer Meenakshi Sundareshwar (Netflix India)

Pertemuan perjodohan

Cerita dimulai dengan persiapan 2 keluarga untuk perjodohan anaknya. Keluarga Meenakshi maupun keluarga Sundareshwar. Digambarkan kalau setelah umur untuk menikah, mereka akan mempertemukan 2 keluarga. Keluarga pria akan datang ke rumah keluarga wanita dalam sebuah acara perkenalan.

Meenakshi adalah seorang wanita cerdas dan percaya diri. Dia tidak ragu mewawancara pria yang datang berkenalan ke rumahnya dan bertanya beberapa hal seperti alasan kenapa dia harus menerima pria itu sebagai suaminya.

Selain harus jujur sopan dan punya cita-cita, dia juga ingin suaminya adalah seorang yang mengenal idolanya Rajinikanth, yang menurut dia bukan hanya seorang bintang tapi juga superstar. Meenakshi ini seorang Fangirl yang suka membaca buku dan memelihara kaktus.

Sundareshwar seorang engineer yang sudah lulus tapi belum juga mendapat pekerjaan sampai setahun lulus kuliah. Ayahnya dan keluarganya menganggap dia berbeda dan sudah ultimatum kalau dia tidak dapat pekerjaan harus membantu usaha keluarga berjualan saree (baju khas India). Sundareshwar ini orang yang belum pernah pacaran, jujur dan ya digambarkan agak polos.

Dalam pertemuan pertama mereka, bisa dibilang mereka saling tertarik dari pandangan pertama walaupun pada dasarnya Sundareshwar bukanlah orang yang suka nonton film. Tapi dari obrolannya mereka akhirnya sepakat tentang kaktus.

Sebenarnya sekilas ceritanya terasa terlalu mudah ya, baru ketemu langsung cocok dan apalagi ternyata nama mereka sudah tertulis dalam legenda. Sebuah kuil di Madurai, kota tempat mereka tinggal bernama Meenakshi Sundareshwar yang menurut legenda adalah tempat berlangsungnya pernikahan Dewi Meenakshi dan Dewa Sundareshwar pada masa lampau.

Baru Menikah, ternyata harus LDM

Pernikahan ala India (sumber: Netflix)

Singkat cerita mereka menikah di kuil Meenakshi Sundreshwar juga pastinya. Bagian ini terlihat cukup menarik dan tentu saja dilengkapi dengan tari-tarian dan nyanyian khas film India. Ternyata, setelah lama tidak menonton film India, saya jadi kangen juga dengan bagian menyanyi dan menari ini.

Singkat cerita, di hari pernikahan, Sundreshwar mendapatkan panggilan pekerjaan yang lokasinya di Bengaluru. Kalau kata Google sih, naik kereta api itu butuh 10 jam dari Madurai. Pekerjaan ini masih masa percobaan dan butuh sekitar 6 bulan sebelum mendapatkan posisi tetap.

Idealnya, Meenakshi ikut saja ke kota tempat suaminya bekerja, tapi karena belum posisi permanen, dan toh Meenakshi juga ingin mencari pekerjaan di kota kecil supaya bisa memberi dampak yang besar, mereka memutuskan untuk tinggal terpisah. Meenakshi tentunya tinggal dengan keluarga besar mertuanya, sementara suaminya tugas di kota lain.

Uniknya rumah tinggal keluarga di India digambarkan sebagai rumah yang sangat besar dengan pintu masing-masing untuk setiap keluarga anak-anaknya yang sudah menikah sekalipun. Jadi kebayang ini sebenarnya beberapa rumah dijadikan 1 begitu. Kebayang ga sih kalau tinggal dengan mertua itu seringnya terasa kurang nyaman, apalagi ditinggal suami dan di rumah itu ada ipar, dan ponakan juga dala rumah yang sama.

Masalah tentu saja akan ada, tapi kalau tidak ada masalah malah akan aneh. Nah, bagaimana dengan suaminya yang juga beradaptasi dengan pekerjaan di kota besar yang ternyata ada kesan mereka hanya menerima orang yang masih single saja?

Bagaimana kelanjutan kisah cinta yang baru saja bertumbuh tapi harus terpisahkan oleh jarak ini? Apakah mereka akan bertahan atau kandas?

Hal yang menarik dari Film Meenakshi Sundareshwar

Seperti saya sebutkan sebelumnya, melihat film ini membuat saya mengingat film India gaya masa lalu. Tapi berikut ini hal lain yang juga membuat film ini menarik buat saya yang sebenarnya bukan penonton Bollywood garis keras.

Legenda Meenakshi Temple

Meenakshi Temple, Madurai, Tamil Naidu, India (photo: Jorge Royan, CC BY-SA 3.0)

Di awal film ini diceritakan sedikit tentang kuil Meenakshi ini, saya jadi penasaran dan mencoba mencari tau lebih banyak tentang kuil yang berada di kota Madurai dan ternyata ada dalam sebuah komplek kuil. Kalau dari apa yang saya baca di Khan Academy, saya jadi teringat dengan kunjungan ke komplek kuil yang ada di Sukothai, Thailand.

Perbedaannya, kalau di Sukothai sebagian besar sudah berupa reruntuhan, kalau di Madurai sepertinya semua masih berdiri tinggi, dan tentunya kemungkina sudah direstorasi dan setiap harinya dikunjungi oleh ribuan orang.

Gaya Khas Bolywood

Film ini di depan berjalan cepat dan dinamika keluarga besar India cukup terasa. Tapi kemudian, dari film ini saya jadi ingat lagi ada 2 jenis film India, Tamil an Hindi. Walaupun dalam cerita ini tidak ada polisi dan cinta yang ditentang keluarga besar, tapi tentunya ada banyak ditunjukkan misalnya makanan khas dan adat pernikahan di sana.

Walau beberapa bagian terasa jadi agak lambat, tapi mereka berusaha memvisualisasikan budaya India Tamil dari dekat melalui film ini.

Problematika masa kini

Buat saya, cerita sejarah itu tidak menarik kalau terlalu banyak bercerita sejarah. Nama tokohnya mengambil dari nama dewa Hindu yang menikah di kuil Meenakshi Sundareshwar ini lebih untuk jalan cerita perjodohan di awal, tapi kemudian masalah sesungguhnya bukan di kisah cintanya, tapi kisah bagaimana kelanjutan dari pernikahan yang baru saja saling mengenal, namun harus dipisahkan jarak.

Permasalahan ini mungkin tidak asing buat banyak orang, bagaimana banyak juga pernikahan yang tidak bertahan ketika jarak memisahkan, apalagi kalau mereka belum saling mengenal.

Pelajaran tentang Long Distance Marriage

Dalam setiap hubungan, komunikasi memegang peranan penting. Bagaimana dengan komunikasi yang baru menikah dan terhalang jarak karena terpaksa? Di film ini digambarkan bagaimana Meenakshi dan Sundareshwar berusaha menjalin komunikasi dan menciptakan cara masing-masing untuk semakin saling mengenal satu sama lain.

Beberapa ide mereka memanfaatkan teknologi internet tentunya bisa ditiru kalau ada yang mengalaminya, tapi apakah cukup begitu saja? Kalau semua berjalan mulus tentunya film ini jadi tidak menarik. Penonton juga disuguhkan dengan konflik yang terjadi dalam hubungan mereka dan bagaimana hal yang bisa membuat hubungan jadi runyam kalau dibiarkan terus tanpa penyelesaian.

Jarak yang jauh, komunikasi yang terhambat dan harus tinggal dengan keluarga yang baru tentu membuat banyak wanita merasa kesepian. Walaupun sebaik apapun keluarga besar suami, tetap saja akan ada perasaan sebagai orang asing dan tidak dimengerti. Daripada saya spoiler di sini, lebih baik ditonton sendiri ya.

Penutup

Secara keseluruhan, saya cukup bisa menikmati jalan cerita dari film ini. Genre romantis komedi dengan sedikit plot twist di sana sini dan cukup menghibur. Visualisasi nya terasa bikin mata nyaman.

Setelah saya selesai menontonnya, saya mendapati ternyata untuk orang Tamil, film ini agak mengecewakan karena bintangnya bukan dari Tamil (India Selatan). Selain itu beberapa detail tidak sesuai dengan kondisi budaya Madurai.

Hal ini membuat saya terpikir, ternyata memang sebuah hiburan itu terasa menghibur kalau kita tidak terlalu banyak tahu detailnya, tapi ketika kita tahu detail dan tidak sesuai dengan apa yang digambarkan, pasti memang jadi mengganjal dan kita tidak bisa merasa terhibur lagi.

Tapi karena saya tidak terlalu banyak menonton film India dan tidak tahu banyak tentang budaya India, buat saya film ini bisa menjadi hiburan di saat saya kehabisan tontonan drama Korea yang biasanya rata-rata menghabiskan waktu 16 jam untuk 16 episode menjadi cukup 2 jam lebih sedikit saja.

Kalian pernah tidak memutuskan menonton film dari melihat trailernya saja? Atau harus mencari tau lebih lanjut dulu sebelum memutuskan menonton sebuah film?

8 thoughts on “Meenakshi Sundareshwar, Dijodohkan dan LDM

  1. Ahahaha. Pas Risna sharing di group kalau habis nonton film Meenakshi Sundareshwar, saya sempat membatin ingin menanyakan sesuatu ke Risna. Soalnya saya juga pernah membaca review film India juga di blog Risna, yang tentang ‘guru sejati’ dan suka hiccup itu lhoo ehehe.

    Yang ingin kutanyakan, sesederhana ‘kenapa suka film India?’, kan banyak tariannya, yang menurutku malah membuat filmnya kurang serius ehehe. Cuma sejak ada Netflix, beberapa kali lihat film India, sudah ga ada tariannya ya, which is malah ku suka. Ehehe.

    Btw apa beda Hindi dan Tamil?

    *masukkin film India ini ke list

    1. Ada masanya di mana film India itu menghibur loh bagian tariannya. Mungkin sekarang jadi lebih menghargai kalau ada film yang membawa misi kebudayaan. Terkadang kalau tontonan yang terlalu menegangkan jadi cape aja nontonnya, bukannya terhibur.

      Beda Tamil dan Hindi itu kalau aku baca Tamil itu India Selatan, Hindi itu India Utara. Bahasanya beda dan aksen nya juga beda. Mungkin kayak orang Batak dan orang Jawa ya, hehehe… Kebudayaan Indonesia lebih banyak lagi sih, nah yang India ini aku baru tau pembagiannya Hindi dan Tamil, lain-lainnya nggak terlalu tau juga kalau ga ada di film, hehehe..

      1. Wah begitu ya Risna. :). Iya juga ya Risna, biar suasana filmnya lebih ceria dan ga tegang. Apalagi tarian India kan sangat khas banget dan asli ya. 🙂

  2. Aku baru tahu ada film India Tamil dan Hindi..

    Terus teteh sampai riset juga mengenai legenda kuilnya, adat pernikahan, dan respon masyarakat setempat terhadap film ini…

    Kesimpulanku, sebagai seseorang yang film India terakhirnya Kuch Kuch Hotahai (ini film 20an tahun lalu kan ya, teh), teteh kayaknya jauh lebih paham sama film India dibanding aku yang aku udah nonton Kabhi Kushi Kabhi Gham, Chennai Express, dan 3 Idiots juga ?

  3. Kalau trailer filmnya seru, biasanya langsung penasaran untuk ditonton, terus langsung cari tahu alur ceritanya, siapa saja cast nya, siapa sutradaranya. Kalau benar-benar menarik, pasti langsung masuk ke watchlist.

    Sebagai orang yang jarang nonton Bollywood, baru tahu juga ada Hindi dan Tamil. Memperkenalkan budaya lewat film emang salah satu cara manjur ya, teh. Coba kalau gak diceritakan di film, belum tentu semua orang tahu ada Hindi dan Tamil.

  4. Dah lama juga ga nonton India deh, mau ah nonton ini weekend ntar.
    Untuk urusan nikah kayanya India memang lebih kolot dari Indonesia, salut juga produser film-nya ngangkat tema ini.

    Ada temenku disini, perempuan, suaminya di India, dia disini ama anaknya, masih balita, kalau dari ceritanya memang super susah

  5. Dah lama juga ga nonton India deh, mau ah nonton ini weekend ntar.
    Untuk urusan nikah kayanya India memang lebih kolot dari Indonesia, salut juga produser film-nya ngangkat tema ini.

    Ada temenku disini, perempuan, suaminya di India, dia disini ama anaknya, masih balita, kalau dari ceritanya memang super susah

Leave a Reply