Ending Hospital Playlist: Dokter Juga Manusia

Hari Kamis 16 September 2021 kemarin, episode Hospital Playlist season 2 episode 12 ditayangkan. Episode tersebut merupakan akhir dari season 2 dan sekaligus juga merupakan akhir dari serial yang awalnya direncanakan akan ada 3 season. 

Para penggemar Hospital Playlist terpecah menjadi 2, sebagian merasa sudah cukup tapi sebagian besar merasa kecewa karena tidak bisa bertemu lagi dengan 5 sahabat yang bekerja di pusat kesehatan Yulje ini. Kisah Hospital Playlist ini diakhiri dengan manis, dan menurut saya sih memang sudah cukup berakhir di episode 12 season 2.

Dengan durasi tiap episode di season 2 yang selalu lebih dari 1 jam, dan bahkan di episode 12 kemarin durasinya 2 jam lebih, sebenarnya season 2 ini sudah seperti 2 season yang dijadikan satu. Harusnya sih kalau mau supaya lebih lama tayangnya, bisa saja pihak pembuat film ini membagi-bagi tiap episodenya menjadi lebih pendek.

Dalam tulisan ini, saya akan menuliskan beberapa alasan kenapa menurut saya Hospital Playlist cukup berakhir di season 2 saja.

All good things must come to an end

Beberapa waktu lalu saya menonton episode khusus Friends Reunion. Serial Hospital Playlist ini manisnya seperti serial Friends. Bahkan setelah 10 season pun serial Friends berakhir dengan manis. Ketika di pertemuan reuni ditanyakan apakah mereka ingin ada season baru dari serial Friends ini, semua pemainnya bilang: TIDAK.

Walaupun mereka cukup sukses dalam serialnya, mereka bilang akhir yang diberikan sudah cukup indah, untuk apa akhir tersebut harus diacak-acak lagi demi membuat season baru? Demikian juga dengan serial Hospital Playlist ini. Akhir dari season 2 sudah cukup bagus dan tidak usah diacak-acak lagi demi memberi season baru untuk penonton.

Namanya hiburan, kalau sudah kepanjangan jadi tidak menghibur dan bakal membosankan. Jadi ya seperti halnya semua hal yang ada akhirnya, lebih baik drama ini berakhir dengan manis dan kita bisa mengingat kisahnya yang manis.

Buat yang merasa kangen dan ingin melihat 5 sahabat ini, bisa nonton ulang dari season 1 lagi, dijamin capek sendiri nonton ulang semuanya hahaha. Atau bisa juga seperti saya, berkelana di YouTube mencari cuplikan dari bagian yang lucu-lucu saja dan tertawa puas serasa menonton 2 season sekaligus.

Kalau kangen dengan Hospital Playlist, saya nonton cuplikan begini saja (Sumber; The Swoon Channel)

Cerita kehidupan tidak akan ada akhirnya

Memang kalau masih mau diteruskan, serial ini bisa saja diteruskan kapan saja kalau para pemainnya tidak ada film lainnya. Akan tetapi, jenis cerita Hospital Playlist ini kan cerita kehidupan 5 sahabat yang berprofesi sebagai dokter. Selain sebagai dokter, mereka juga senang bermain musik, maka mereka rutin bertemu untuk main band bareng di akhir pekan di rumah salah satu teman mereka.

Kehidupan para dokter yang ditunjukkan di sini juga menunjukkan kalau mereka cuma manusia biasa. Mereka juga punya persoalan hidup, mereka juga merasakan persoalan pasien yang terkadang membuat mereka ikut merasakan sebagai persoalannnya sendiri. Siapa yang tidak ingin setiap pekerjaannya selalu berhasil? Siapa yang tidak ingin operasinya selalu sukses? Tapi di drama ini, tidak selalu semuanya yang manis yang ditunjukkan. 

Beberapa kasus pasien yang ditunjukkan juga kalau para dokter ini harus menerima kalau mereka bukan Tuhan. Seperti halnya yang selalu diperdengarkan dalam serial dokter, akan ada kalimat: “kami sudah berusaha yang terbaik”. Nah, di drama ini ditunjukkan bagaimana mereka selalu berusaha yang terbaik. Tapi tidak selalu operasi mereka berhasil menyelamatkan pasiennya.

Di episode terakhir, saya bisa melihat bagaimana mereka melatih penerus mereka untuk bisa menjadi dokter spesialis yang juga bisa andal seperti mereka. Ditunjukkan juga kalau mereka pun masih akan membutuhkan dokter yang jam terbangnya lebih tinggi dari mereka kalau diperlukan dan atau mereka tetap perlu belajar lebih lagi untuk bisa menangani berbagai kemungkinan yang terjadi pada pasien yang mereka tangani.

Akhir yang bahagia untuk 5 sekawan

Akhir dari Hospital Playlist Season 2 (tvN)

Waktunya untuk menuliskan spoiler ending Hospital Playlist season 2. Semua bahagia pada akhirnya. Setelah menjalani 2 season, 5 sahabat yang awalnya pada jomblo (ada yang bercerai ada yang baru putus ada yang memang tadinya blom punya pacar), akhirnya memiliki pasangan masing-masing.

Sebenarnya, mereka memiliki pasangan saja bukan indikasi akhir yang bahagia, tapi secara umum karir mereka juga baik-baik saja. Selain kebahagiaan dari 5 sekawan ini ada juga kebahagiaan untuk salah satu residen mereka Jae Hak yang di season 1 mengalami penipuan ketika membeli rumah. Di akhir season 2, uangnya kembali. Lalu, dia yang tadinya sudah menerima tidak akan memiliki anak, akhirnya anaknya lahir dengan selamat walau istrinya menjalani kemoterapi di masa kehamilannya.

Para dokter muda lainnya setelah 2 season juga mengalami kemajuan. Mereka sudah semakin terbiasa kalau tiba-tiba ditanya tentang hal-hal random oleh para dokter senior ini. Bagian adanya dokter muda dan dokter senior, sedikit banyak mengingatkan saya dengan serial Grey’s Anatomy yang akan memasukin season ke-18 di akhir September ini dan belum ada tanda berakhirnya. 

Saya tidak berharap Hospital Playlist sampai 18 season seperti Grey’s Anatomy, karena ceritanya jadi kemana-mana dan juga pemerannya sampai tua tidak bisa berkarya di serial lainnya.

Ik Jun – Song Hwa

Pasangan Ik Jun dan Song Hwa akhirnya diberi akhir yang berbahagia, setelah 20 tahun mereka tidak menemukan waktu yang tepat untuk saling menyatakan perasaan, akhirnya di episode 11 lalu gayung bersambut.

Sebenarnya kasian juga ya, waktu muda Ik Jun mau maju menyatakan, eh tapi dia tau temannya juga suka dengan Song Hwa. Lalu dia memilih mundur daripada merusak persahabatan. Padahal sih, kalau dia maju, Song Hwa pun sudah siap-siap menyambutnya.

Lalu setelah di akhir season 1 Ik Jun memberanikan diri menyatakan perasaan, Song Hwa malah tidak berani menerima. Ini sih memang sepertinya sengaja biar kita penasaran dan menonton season 2. Tapi juga waktu mereka sudah benar-benar ‘jadian’, eh teman-temannya malah tidak percaya. Karena selama ini juga mereka sangat dekat.

Buat sebagian orang, pasangan ini jadi seperti memberi harapan tidak apa-apa menunggu lama. Kalau jodoh pasti akan jadi juga. Tapi kalau menurut saya sih, mungkin juga kalau di masa muda mereka jadian, hubungan persahabatannya tidak akan berlangsung sampai puluhan tahun seperti sekarang. 

Nah, apakah ada kemungkinan mereka tidak langgeng? Ya mungkin saja sih, apa sih yang tidak mungkin. Tapi, setidaknya pada akhir serial ini, walaupun mereka pasangan baru, tapi karena mereka sudah saling mengenal bertahun-tahun, tidak membuat mereka menjadi pasangan yang seperti mabuk kepayang. Mereka tetap seperti sebelumnya, bedanya ada komitmen di antara mereka.

Gomgom Couple (Seok Hyung dan Min Ha)

Pasangan antar dokter OB GYN dan residen nya yang sudah mengejar-ngejarnya dari season 1 juga akhirnya berlayar. Dokter Seok Hyung sudah lebih persiapan menghadapi ibunya yang biasanya sangat mengatur hidupnya, termasuk campur tangan dalam pernikahannya sebelumnya yang akhirnya kandas.

Sebenarnya awalnya saya pikir dokter satu ini aneh sekali. Dia seperti anak mama yang manja banget. Tapi ternyata, dia bisa membuat ibunya tidak mendebat pilihannya ketika dia menceritakan kalau dia punya pasangan baru. Pernikahannya yang pernah gagal karena ibu yang terlalu mengatur, membuatnya sadar untuk tidak membiarkan ibunya melakukan hal yang sama dengan pilihan hatinya.

Ini namanya perlu taktik menghadapi ibu yang terlalu mengatur supaya tidak menyakiti hati ibu, sekaligus membuat ibunya mau menerima pasangan yang dipilih.

Di akhir episode, dokter Seok Hyung lebih banyak tersenyum dan tidak lagi kaku seperti di awal-awal serial ini. Walaupun gerakannya masih tetap seperti robot yang kaku, tapi di akhir serial ini dia sudah lebih terlihat ekspresif. Mungkin pengaruh pasangannya? Atau mungkin dia yang memang memutuskan untuk berubah.

Jun wan, Jung won dan hubungan rahasianya

Tenang, mereka berdua bukan jadi pasangan. Dua dokter ini sudah punya pasangan sejak akhir season 1. Kesamaan 2 sahabat ini adalah, mereka merahasiakan hubungannya dari banyak orang. Walaupun di season 2 sepertinya hubungan mereka dengan pasangan masing – masing terlihat agak goyah, tapi pada akhir serial ini hubungan mereka tetap strong kok.

Jun wan sempat diputusin oleh Ik Sun (adiknya Ik Jun), tapi dengan kekuatan bulan eh maksudnya dengan bantuan Ik Jun yang pura-pura tidak tau padahal tau, mereka kembali lagi dan tetap berusaha merahasiakan hubungannya.

Jung Won dan Gyeo Ul juga masih tetap bersama dan merahasiakan hubungannya dari para staf di rumah sakit. Tapi, walau tidak ditunjukkan, mereka berencana untuk belajar di Amerika bersama-sama selama 1 tahun. Wow, keren banget ya bisa belajar bareng gitu ke Amerika, padahal mereka spesialisasi dan level nya beda. Tapi ya intinya mereka tetap bersama walau Jung Won tetap belum melamar Gyeo Ul untuk menikah. Tapi dari ceritanya, ibunya Gyeo Ul sudah meminta untuk bertemu dengan Jung Won. Bisa disimpulkan sendiri kalau hubungan mereka serius dan walau tidak ditunjukkan ada kemungkinan akan segera menikah.

Ada 1 pasangan lagi yang sebenarnya bikin saya penasaran, pasangan Rosa (ibunya Jung Won) dan Jong Su (mantan direktur Yulje). Mereka itu sama-sama sudah tua, sama-sama sudah kehilangan pasangan, sama-sama perduli satu sama lain, tapi mungkin juga hubungannya bukan lagi hubungan romantis, lebih ke persahabatan.

Mulai lelah dan bosan walau masih penasaran

Sebenarnya, Hospital Playlist ini cenderung membosankan juga buat yang tidak suka dengan kisah yang terlalu detail. Tapi tentunya karena sudah ada rasa penasaran, beberapa penonton meneruskan menonton serial ini sampai habis, termasuk saya.

Keluhan saya sih terutama karena durasi setiap episode di season 2 yang terlalu panjang. Beberapa hal yang ditunjukkan juga rasanya hal yang biasa saja dan terlalu detail. Tapi harus diakui, disitulah kekuatan dari drama ini.

Drama Hospital Playlist ini berusaha memotret kehidupan para dokter dan interaksinya dengan intern, residen, staf lain dan juga pasien. Setiap kasus yang dihadapi tidak selalu berhasil, pembuat film ini berhasil membuat saya merenung di setiap akhir episode

Walaupun saya tidak mengerti semua istilah kedokteran yang disebutkan, ataupun jenis prosedur yang dilakukan, tapi saya bisa merasakan emosi dokter yang menghadapi operasi sulit. Bukan dia meragukan dirinya, tapi ya tentunya dokter itu sadar kalau dia bukan Tuhan dan ada banyak faktor lain yang bisa saja terjadi tergantung kondisi fisik dari pasien tersebut. Hebatnya lagi, 5 sahabat ini sangat andal di bidangnya masing-masing. Semua pasien mereka selalu merasa tenang dalam perawatan dokter ini.

Scene yang selalu membuat saya ikut menahan napas adalah ketika ada proses melahirkan. Salah satu dari mereka memang dokter obgyn, proses melahirkan tidak selalu melalui operasi, beberapa episode ditunjukkan proses melahirkan normal. Walaupun cuma film, saya bisa merasakan ketegangan suasana proses menolong persalinan.

Satu hal yang juga paling ditunggu-tunggu dari setiap episode drama ini adalah ketika mereka main band. Lagu-lagu yang mereka bawakan semuanya lagu lama yang pernah dipopulerkan orang lain. Dari season 1, saya paling suka dengan lagu Aloha, kalau dari season 2 ini saya paling suka lagu It’s My life nya Bon Jovi yang dibawakan di episode 10.

Penutup

Drakor Hospital Playlist ini berbeda dengan drakor pada umumnya. Tidak banyak formula drakor di dalamnya dalam cerita romantisnya. Mungkin ini kenapa, banyak juga yang bukan penonton drakor jadi ikutan menontonnya. Karena drama yang satu ini memang beda, walaupun saya tidak akan bilang dramanya model drama Hollywood.

Seandainya beberapa tahun mendatang ada season lanjutannya apakah saya akan menontonnya? Entahlah, tergantung apakah pemain pendukungnya masih sama, atau hanya berupa spin off saja. Beberapa orang bilang mereka masih menantikan seandainya season lanjutannya berisi kisah para intern dan residen, tapi ini nanti jadinya beneran seperti Grey’s Anatomy dong ga habis-habis. Sedangkan serial Doctor Romantic saja tidak saya lanjutkan menontonnya ke season 2 karena tidak semua dokter kembali bermain.

Beberapa teman saya yang mulai merasakan kehampaan dan kehilangan Hospital Playlist akhirnya memutuskan untuk menonton ulang dari season 1. Siapa yang mulai tertarik dan ingin ikut menonton drama ini? Masih ada di Netflix loh!

risna

A blogger who likes to watch Korean dramas and learn about digital desain with Canva and video editing using Kinemaster.

Leave a Reply

%d bloggers like this: