Hospital Playlist S2: Donor dan Tindakan Medis

ig: @hospital.playlist

Buat penggemar drama Korea yang menyukai cerita tentang kehidupan slice-of-life, pasti menonton drama Hospital Playlist . Cerita persahabatan 5 dokter bedah di pusat kesehatan Yulje yang setelah sukses di Season 1 pada tahun 2020, dilanjutkan season 2 sebanyak 12 episode di tahun 2021 ini.

Ada banyak kisah menarik dalam cerita drama kedokteran di setiap episodenya. Bukan saja cerita tentang kehidupan dokter yang juga manusia, tapi juga tentang berbagai perjuangan untuk menjadi sehat dari pasien yang dirawat. Pergumulan batin dari keluarga yang menjaga pasien juga sering menjadi porsi yang diceritakan dalam drama ini.

Hospital Playlist Season 2 Episode 10

Di tulisan ini saya ingin membahas hal-hal yang menarik perhatian saya dari Hospital Playlist season 2 episode 10 yang saya tonton tadi malam.Buat yang ingin membaca lebih lanjut tentang drama ini, silakan baca di drakor class saja ya.

Selama menonton episode 10 yang berdurasi hampir 2 jam ini, saya dibawa roller coaster perasaan, mulai dari rasa lucu melihat interaksi 5 sahabat sampai pengen ikut nyanyi waktu melihat aksi mereka menyanyikan lagu Bon Jovi It’s My Life.

Sambil menantikan kelanjutan apakah Song hwa dan Ik Jun akhirnya tetap teman saja atau jadi pasangan. Saya tetap merasa bahagia melihat persahabatan 5 dokter ini.

Song hwa dan Ik jun, 2 sahabat yang ditunggu-tunggu kapalnya berlayar

Selain tentang 5 tokoh utama hospital playlist, di episode 10 ada 2 bagian cerita yang membuat saya jadi berpikir lama dan akhirnya tergerak menuliskan ini. Cerita yang membuat saya bertanya-tanya apakah saya mempunyai sahabat yang rela menjadi donor organ buat saya jika diperlukan, dan bagaimana memberi saran untuk tindakan medis terbaik.

Tentang menjadi donor yang bukan keluarga

Drama ini banyak mengisahkan tentang transplantasi organ dan juga menjadi donor organ. Selain donor organ dari yang biasanya sudah mengalami brain dead ataupun dari orang yang baru saja meninggal, di drama ini juga diceritakan tentang donor organ yang hidup.

Organ yang ingin didonorkan dalam episode 10 yaitu liver (hati). Seperti halnya di film Sweet and Sour, penyakit hati ini kalau tidak diobati bisa terjadi pengerasan (sirosis), dan ada juga yang menjadi kanker hati. Kalau sudah menjadi kanker hati, tentunya hatinya harus diangkat. Karena manusia tidak bisa hidup tanpa hati, tentunya hatinya harus diganti/transplantasi dengan hati yang sehat.

Teknologi kedokteran memang sudah semakin canggih, transplantasi hati sudah dimungkinkan dari donor hidup. Jadi menurut situs mayo clinic, kalaupun sebagian dari hatinya diambil dan diberikan ke orang lain, si pendonor ini akan tetap bisa melanjutkan hidup dengan sisa hati yang ada dan hatinya akan bertumbuh kembali menjadi ukuran semula dalam beberapa bulan.

Untuk mencari donor ini tentunya tidak mudah karena selain mencari kecocokan, berikutnya adalah donor terutama yang masih hidup, harus sehat dan mengerti resiko dari mendonorkan sebagian organnya.

Kalau biasanya dalam cerita yang menjadi donor itu adalah keluarga langsung, kali ini diceritakan kalau yang akan menjadi donor adalah teman. Teman yang sudah bersahabat selama 30 tahun.

Dari drama ini, saya jadi tahu, ternyata untuk menjadi donor yang bukan anggota keluarga, motif mendonorkan itu lebih dipertanyakan. Jangan sampai terjadi mendonorkan karena paksaan ataupun karena kebutuhan finansial dari pendonor.

Entah di negara lain, tapi dikisahkan kalau di Korea, apabila donor adalah orang yang bukan anggota keluarga, maka mereka akan diinvestigasi terlebih dahulu. Dicari tahu benarkan motif nya bukan uang, dan apakah ada keterpaksaan.

Dan di episode ini diceritakan seorang sahabat yang bersedia menjadi donor untuk alasan yang terkesan receh. Dia ingin sahabatnya selam 30 tahun tetap hidup. Dia tidak ingin kehilangan sahabatnya yang walaupun katanya sudah muak melihatnya tapi dia tidak ingin kehilangan teman bermain.

Cerita hospital playlist ini memang banyak sekali menyorot kisah persahabatan. Kali ini selain selain persahabatan dari 5 dokter, ditambah juga kisah persahabatan pasien sampai rela jadi donor walaupun tahu akan sakit rasanya.

Sambil menonton ini, saya sambil berpikir, apakah saya punya sahabat seperti itu? Apakah ada sahabat yang rela menjadi donor buat saya apabila dibutuhkan? Apakah saya punya sahabata yang padanya saya rela mendonorkan organ jika dibutuhkan?

Memilih Prioritas Tindakan Medis

Satu kisah lagi yang menarik dari Hospital Playliset Season 2 Episode 10 yaitu tentang kepala resident di bedah jantung dokter Do Jae-hak dan istrinya.

Ceritanya dokter Jae-hak dan istrinya ini tidak punya anak, mereka awalnya karena masih muda dan merasa tidak siap memutuskan untuk menunda punya anak. Tapi ketika mereka memutuskan untuk memiliki anak, mereka jadi merasa ada tekanan dan tidak bahagia.

Akhirnya mereka memutuskan untuk merasa cukup tanpa anak. Dalam ceritanya, walaupun dokter Jae hak ini bukan tokoh utama, tapi dalam beberapa episode cukup ada digambarkan kalau dia bahagia dengan istrinya dan bahagia dengan pilihan tidak punya anak.

Konsultasi dengan dokter OB Gyn Seok Hyung

Alkisah, ternyata setelah sekian tahun mencukupkan diri tanpa anak, ketika istrinya memeriksakan kesehatan karena ada keluhan, didapati kalau ternyata istrinya Jae hak hamil. Untuk orang yang pernah menunggu lama dan kemudian merelakan melupakan harapannya, diberi kabar istri hamil tentunya mereka berdua bahagia sekali.

Sayangnya, kebahagiaannya tidak berlangsung lama, karena ternyata istrinya Jae hak punya keluhan di payudaranya. Setelah diperiksa hasilnya ternyata istri Jae hak mengidap kanker payudara stadium 2. Pengobatan yang dilakukan tentu saja harus kemoterapi. Mereka dihadapkan pada pilihan antara kesehatan istri atau meneruskan kehamilan.

Sebagai penonton, saya merasa ikut sulit dalam memutuskan bagaimana cerita ini harus dilanjutkan. Tapi saya cukup kagum dengan penulis cerita yang memberikan karakter seorang dokter yang sangat bijaksana dalam memberikan nasihat dalam memilih tindakan medis yang harus dilakukan.

Pesan dari dokter yang bijaksana yang perlu digarisbawahi adalah: tidak semua orang mendapatkan kesempatan untuk memilih, kebanyakan pasien hanya bisa menerima tindakan yang harus dilakukan tanpa punya pilihan. Apapun pilihannya kita tetap harus membawa dalam doa juga dan menyerahkan semua usaha pada Tuhan.

Saya tidak akan spoiler tindakan medis apa yang disarankan, kalau penasaran silakan nonton sendiri. Tapi, tanpa menonton, coba deh kira-kira kalau kalian ada dalam posisi keluarga dari Jae hak, apa nasihat yang bisa kalian katakan?

Penutup

Sebenarnya, menonton Hospital Playlist Season 2 terkadang terasa agak membosankan karena 1 episodenya hampir 2 jam. Belum lagi kisah Ik jun dan Song Hwa yang tak kunjung ada kepastian.

Tapi melihat mereka bernyanyi di setiap episodenya dan berbagai isu yang diangkat bisa membuat saya bertahan dan meneruskan menonton drama ini.

Dokter jadi Rocker

Dalam setiap episodenya, mereka akan bernyanyi setidaknya satu kali. Episode 10 kemarin adalah episode istimewa karena Ik Jun yang berulang tahun meminta teman-temannya memakai kostum ala rocker untuk menyanyikan lagu It’s My Life. Lirik lagunya seperti menggambarkan apa yang akan terjadi dalam 2 episode mendatang.

Kamu menonton drama ini juga nggak? Gimana menurut kamu bagian mana yang paling menarik dari Hospital Playlist Season 2 episode 10 kemarin?

5 thoughts on “Hospital Playlist S2: Donor dan Tindakan Medis

  1. Sejauh ini, episode 10 jadi favoritkuuu di season 2. Dibuat nangis, lalu ketawa, terus terharu, tak lupa tepok jidat liat kelakuan dokter kok kaya bocah rebutan remot hahaha.. Penampilan bandnya pun paling epic, karna sampai berdresscode.. Pd protes menolak lagu rock, etapi gercep beli celana kulit hahaha.. Masih jadi drakor favoritku sih sampe skrg, semoga ada lagi season 3 nya ?

    1. Iyaa ini paling nano nano nih nontonnya, makanya sampe ditulis hehehe… Tapi maunya jangan panjang banget 1 eps nya, biar banyak nyanyi2nya

Leave a Reply