Serial Keluarga Cemara 2022, Kisah Euis di Masa Remaja

serial keluarga cemara 2022

Setelah membaca buku Keluarga Cemara karya Arswendo A. dan menonton film Keluarga Cemara (2019) di Netflix, saya sebenarnya agak menyesali kenapa dulu tidak menonton sinetron Keluarga Cemara yang bercerita tentang Abah, Emak, Euis, Ara dan Agil. Ternyata, kali ini Keluarga Cemara dibikin serialnya lagi. Kisahnya tentu saja disesuaikan dengan masa kini. Lebih tepatnya serial yang ditayangkan mulai Hari Sabtu, 24 September 2022 di Disney Hotstar ini dibikin kelanjutan dari versi layar lebar Keluarga Cemara 1 dan 2 yang diproduksi oleh Visinema Pictures.

Kesan pertama dari Serial Keluarga Cemara 2022

Andi, Rindu, Euis, Ima dan Deni tokoh sentral dari Keluarga Cemara The Series 2022

Cerita dibuka dengan menunjukkan Euis dan 4 sahabatnya masing-masing sedang bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Terlihat bagaimana setiap keluarga memiliki perbedaan kondisi rumahnya. Euis dan teman-temannya ini akan menjadi tokoh utama dalam serial ini.

Saya belum menonton Film Keluarga Cemara 2, akan tetapi saya bisa melihat para pemain dan warna dari cerita ini seperti melanjutkan cerita dari versi layar lebarnya saja. Tentunya karena para pemerannya sudah bertambah usia, cerita ini pun menggambarkan Euis yang sudah semakin dewasa di usia SMA.

Keluarga Cemara masih menempati rumah yang sama. Ara dan Agil juga sudah semakin besar. Abah sepertinya pekerjaannya sudah semakin baik, walaupun saya belum jelas apa pekerjaan Abah sekarang (mungkin diceritakan di film Keluarga Cemara 2). Emak, masih tetap berusaha mencari cara menambah penghasilan keluarga dengan berjualan apa yang bisa dia masak. Tapi kali ini, dia berusaha mencari investor, supaya bisa berjualan lebih banyak lagi. Oh ya, satu hal yang terasa berbeda, di rumah keluarga tersebut sinyal ponsel sudah ada, jadi tidak harus manjat pohon lagi supaya bisa menerima telepon seperti di film Keluarga Cemara pertama.

Cerita Episode Pertama

Euis dan Deni sepertinya semakin akrab, terkadang Deni datang menjemput Euis untuk berangkat naik sepeda bareng ke sekolah. Euis juga sudah mulai memakai make-up. Bagian ini saya sebenarnya masih tetap bertanya-tanya, apa iya anak SMA sekarang tidak ditegur guru pakai make-up ke sekolah? Mungkin kalau di kota besar hal ini umum terjadi, tapi kan Euis ini sekolahnya di kampung?

Kembali ke cerita, Euis melihat ada pengumuman tentang akan diadakannya pembentukan tim cerdas cermat. Dia langsung mengajak sahabat-sahabatnya untuk mengajukan diri menjadi tim cerdas cermat mewakili sekolahnya. Awalnya teman-temannya agak ragu, tapi setelah diyakinkan, mereka pun menyetujui usulan Euis untuk menghadap pada ibu guru tentang rencana mereka menjadi tim cerdas cermat.

Akan tetapi, ketika mereka sedang berdiskusi di ruang kelas, Andi tidak sengaja memecahkan akuarium ikan yang ada di ruang kelas mereka. Ibu guru terang saja marah dan jadi merasa ragu untuk mempercayakan mereka menjadi tim cerdas cermat. Mereka meminta maaf kepada ibu guru dan berjanji akan mengganti akuarium ikan yang pecah tersebut. Untuk menggantinya, mereka tidak ingin meminta uang dari orang tua, akhirnya mereka sepakat untuk memasak cupcake untuk dijual.

Urusan bertanggung jawab dan ingin tampil ini sepertinya menjadi fokus dalam cerita ini. Bagaimana Euis dan teman-temannya yang sudah SMA ingin menyelesaikan masalah yang mereka buat sendiri tanpa merepotkan orangtuanya.

Saya melihat ada bagian di mana Euis masih merasa iri dengan teman-temannya di Jakarta yang dulu menjadi teman grup menarinya. Beberapa kali ditunjukkan Euis melihat-lihat media sosial teman-temannya dan wajahnya terlihat seperti berandai-andai. Mungkin dia bukan menyesali nasib, sepertinya dia ingin juga memiliki prestasi untuk ditunjukkan di media sosial. Ini yang membuat dia sangat bersemangat mengajak teman-temannya menjadi anggota tim cerdas cermat mewakili sekolah.

Apakah Euis dan kawan-kawan berhasil mengumpulkan uang dari menjual cupcake untuk membeli akuarium? Dan apakah mereka akan berhasil menjadi tim cerdas cermat sekolah? Bagian ini tonton sendiri saja ya. Pastinya masih akan ada lanjutan dari episode pertama ini.

Cerita Keluarga Fokus Pada Remaja

Serial Keluarga Cemara yang tayang setiap hari Sabtu di Disney Plus ini seperti judulnya tentu saja masih akan menceritakan kisah keluarga. Fokusnya pada serial ini bagaimana Abah dan Emak (dan mungkin nantinya orangtua dari teman-teman Euis) dalam menghadapi atau menasihati anak-anaknya yang sudah di usia SMA.

Pada episode pertama, Euis merasa bertanggungjawab untuk membantu teman-temannya dalam mengumpulkan uang untuk mengganti akuarium yang pecah. Akan tetapi, ketika Emak memintanya pulang cepat dari sekolah, untuk menjaga 2 adiknya, Euis malah lupa dan mementingkan masak cupcake bersama teman-temannya. Lalu, ketika Emak sudah memaafkannya karena pulang terlambat dan tidak memberi kabar, lagi-lagi dia mengabaikan tanggung jawab, meningalkan Ara dan Agil berdua saja di rumah.

Sebenarnya sih, saya bisa mengerti dilema yang dihadapi Euis. Tapi di sini terlihat bagaimana anak remaja memang sering menempatkan teman di atas keluarga. Selain mereka ingin membuktikan kalau mereka sudah bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Tapi mereka juga belum mampu untuk mengkomunikasikan segala sesuatu dengan terbuka, mungkin Euis pikir, kalau dia ceritakan masalahnya ke orangtuanya, maka orangtuanya akan mengganggap itu adalah masalah mereka juga?

Daripada banyak pertanyaan, kita tungguin saja lanjutan kisah Euis dan teman-temannya ini di Serial Keluarga Cemara 2022, setiap Sabtu di Disney Hotstar.

3 thoughts on “Serial Keluarga Cemara 2022, Kisah Euis di Masa Remaja

  1. Wah ada di Disney ya, nanti cek ah. Dulu yang serialnya emang bagus banget, penasaran pengen nonton filmnya tapi dulu ga sempat nonton di bioskop.

    Sebetulnya rada ilfill sama Euis gara-gara banyak gossip hehe

Leave a Reply