Benarkah Ara Bisa Komunikasi dengan Ayam?: Film Keluarga Cemara 2

poster keluarga cemara 2 (2022)

Akhirnya film Keluarga Cemara 2 bisa ditonton juga setelah masuk ke Netflix di bulan November 2022 ini. Film ini melanjutkan cerita dari film Keluarga Cemara (2019) dan lebih banyak bercerita tentang Cemara yang sering dipanggil Ara. Selesai menonton ini saya jadi salah fokus memikirkan tentang Ara yang bisa berkomunikasi dengan ayam.

Sinopsis Keluarga Cemara 2

Sebelum saya cerita lebih lanjut, kita lihat dulu trailernya yuk

Trailer Keluarga Cemara 2 (Visinema Pictures)

Film ini masih diproduksi oleh Visinema Pictures. Pemainnya juga masih sama dengan yang pertama, termasuk teman-teman sekolah Euis juga ada (yang kemudian akan dilanjutkan dalam serial Keluarga Cemara).

Seperti yang ada di trailer, film yang tayang di bioskop mulai 23 Juni 2022 ini berfokus pada Ara yang bisa ngobrol dengan ayam. Cerita dibuka menunjukkan kalau Abah dapat pekerjaan baru di sebuah peternakan ayam. Entah kenapa, Ara merasa bunyi ayam yang ada seperti memanggil-manggil namanya “Ara … Ara ….” Tapi film ini bukan film horror, jadi itu hanya perasaan Ara saja.

Ara hari itu pulang sekolah dijemput Abah, karena Euis tidak bisa menjemputnya lagi. Ceritanya Euis yang sudah SMA mulai banyak kegiatan di sekolah (plus mulai pacaran), dan tidak bisa setiap hari pulang di waktu yang sama. Euis juga merasa sudah waktunya dia memiliki kamar sendiri lagi, karena dia butuh privacy (buat teleponan sampai pagi dengan pacar). Tentu saja Ara jadi merasa kehilangan kebersamaan dengan kakaknya yang lebih memilih pacaran daripada dia adiknya.

Abah yang memiliki pekerjaan baru juga perlu beradaptasi dengan ritme pekerjaan, sehingga tidak bisa juga setiap hari menjemput Ara. Jadi Ara harus belajar untuk pulang sendiri dari sekolah. Emak fokus mengumpulkan uang tabungan lagi. Usaha opak mulai tidak laku, Emak berusaha mencari produk baru yang bisa dijual, atas saran Ceu Salmah, emak berencana menjual ayam goreng. Tetapi, Emak juga tidak bisa banyak waktu untuk Ara, karena Agil sering agak rewel dan minta perhatian lebih. Emak sering kurang tidur antara menenangkan Agil dan harus mengerjakan segala pekerjaan rumah dan persiapan jualan.

Ara si Anak Tengah yang Kesepian

Sebagai anak tengah, Ara seperti kehilangan perhatian dari keluarganya. Abah sibuk kerja. Emak sibuk dengan usaha sampingan dan mengurus si bungsu. Kakaknya, Euis, sibuk dengan teman-temannya memakai alasan banyak tugas sekolah. Padahal Ara tau sendiri Euis sering teleponan sampai subuh dengan Deni, tentunya ini bukan membahas tugas kan ya. Ya iyalah.

Lalu Ara menemukan seekor anak ayam yang di cat warna neon di pinggir jalan ketika pulang sekolah. Dia menamakan ayam itu si Neon. Ara merasa kesepian, walaupun sebenarnya dia punya teman baru bernama Aril yang mengajaknya untuk pulang bareng dari sekolah dan juga sering main bersama-sama dengan Neon.

Ara merasa Euis dan Abah sekarang berubah dan tidak menepati janji. Euis dulu janji akan selalu menjemput Euis pulang sekolah. Abah juga pernah janji akan memperbaiki kamar baru Ara setelah pisah kamar dari Euis. Ara jadi kehilangan kepercayaan dengan janji. Dia juga jadi tidak mau memberi janji apapun karena takut tidak bisa menepati dan akan menjadi seperti Euis ataupun Abah.

Saat Ara merasa kecewa dan kesepian, dia jadi lebih sering bicara dengan ayamnya si Neon. Terus, entah bagaimana, dia merasa ayamnya juga berbicara kepadanya. Ara merasa Neon memintanya untuk mencari cara untuk kembali ke keluarganya. Walaupun Ara tidak berjanji ke Neon, tapi selanjutnya adalah Ara mengajak Aril untuk mencari di manakah keluarga Neon berada.

Petualangan Ara dan Aril

Bersepeda mencari jalan ke rumah keluarga ayam Neon

Tanpa sepengetahuan orangtua, Ara dan Aril berusaha mencari tahu darimanakah ayam Neon berada. Beberapa informasi menyebutkan sebuah tempat bernama Kampung Badak. Mereka sudah tahu kalau tempat itu jauh, tapi tetap saja nekat pergi berdua naik sepeda.

Sebenarnya sih, Ara sudah berusaha mencari bantuan dari orang dewasa, tapi tidak ada yang punya waktu untuk membantunya pergi ke Kampung Badak. Makanya nih Ara dan Aril saja yang pergi. Mereka bukan cuma sekali loh ke Kampung Badak, mereka pergi 2 kali dan sebenarnya bisa dibilang mereka selalu gagal.

Ketika pergi pertama kali, Ara sudah diminta untuk berjanji untuk tidak pergi lagi ke Kampung Badak mencari keluarga ayam Neon. Tapi Ara tidak mau berjanji. Ara meminta Abah membantunya, tapi Abah mana percaya Ara bisa ngobrol dengan ayam. Emak sebenarnya sudah memberi pertimbangan ke Abah untuk membantu Ara ke Kampung Badak, tapi Abah menolak dengan alasan dia merasa tidak masuk akal Ara bisa ngobrol dengan ayam.

Karena tidak ada yang membantu, akhirnya Ara dan Aril pergi lagi naik sepeda berdua saja. Tapi kali ini Aril merasa sudah lebih paham jalannya ke arah mana. Tapi ya tetap saja mereka akhirnya sampai pada persimpangan dan bingung harus ke mana.

Di bagian ini, saya pikir mereka akan kembali lagi saja. Apalagi ketika Ara bertanya pada ayam Neon, ayamnya tidak memberi petunjuk ke Ara. Lah saya juga nggak percaya Ara bisa berkomunikasi dengan ayam.

Spoiler Akhir Petualangan Ara dan Aril

Kalau tidak ingin kena spoiler, skip saja bagian yang ini ya.

Ketika Ara dan Aril sudah capek bersepeda dan bingung di persimpangan, Abah datang dengan mobilnya. Emak sudah menelepon Abah dan memberitahu kalau Ara dan ayam Neon tidak ada lagi di rumah, kemungkinan besar ya pergi ke Kampung Badak itu. Selain Abah, Euis dan Deni juga muncul di persimpangan itu.

Setelah Abah dan Euis datang, Ara bertanya lagi ke ayam Neon, kemanakah arah ke rumah keluarganya. Somehow, Ara jadi tahu jawabannya. Mereka mengikuti jalan tersebut dan akhirnya bertemu dengan pemilik keluarga si ayam Neon. Dan kemudian Ceu Salmah dan bang Romli juga sampai ke rumah si ayam Neon nyariin Ara.

Udah gitu doang? Iya abis itu tinggal scene penutup, mereka makan gulai kambing bersama, karena Ara tidak mau makan ayam lagi.

Kesan Menonton Keluarga Cemara 2

Saya merasa jalan ceritanya agak terlalu lambat. Bagian cerita orang-orang yang bisa ngobrol dengan ayam, kodok ataupun binatang apapun juga agak terlalu dilebih-lebihkan. Saya juga jadi bingung apakah film ini kalau ditonton bersama anak-anak akan memberi pesan yang baik atau tidak. Bagaimana kalau setelah menonton film ini, anak-anak jadi ngaku-ngaku bisa ngobrol dengan hewan apapun, lalu menggunakan alasan itu untuk pergi tanpa pengawasan?

Eh, kok jadi overthinking ya? Hehehe.

Film ini memang film keluarga, tapi sepertinya pesannya lebih banyak untuk orangtua, bukan untuk anak-anak. Ya bisa sih kita ajak anak-anak diskusi tentang janji, tentang pergi tanpa ijin dan tentang berkomunikasi dengan hewan peliharaan.

Untuk orangtua, ada beberapa pesan yang bisa diambil dari film ini:

  1. Kalau anak minta bantuan ke tempat yang sudah jelas jauh, lebih baik diusahakan mencari waktu daripada dia pergi sendiri tanpa ijin. Toh akhirnya di film ini, Abah, Euis dan bahkan Ceu Salmah dan Romli akhirnya pergi juga kan ke Kampung Badak buat mencari Ara dan Aril. Seandainya saja mereka mau mengantarkan ketika Ara meminta tolong, kan nggak usah pakai acara pergi tanpa ijin.
  2. Kalau sudah janji harus ditepati. Penting buat anak-anak melihat janji itu ditepati, supaya ketika kita meminta mereka berjanji, mereka juga akan menepati. Bukannya malah pakai prinsip: janji itu tidak harus ditepati.
  3. Punya tabungan. Emak yang pernah hidup nyaman, lalu hidup terpuruk karena Abah bangkrut, lalu setelah berhasil menabung tapi akhirnya kehabisan lagi karena pandemi terjadi, merasa tabungan harus tetap ada. Walaupun Abah sudah dapat pekerjaan lagi dan meminta untuk Emak tidak usah cari uang dulu, Emak tetap bertekat harus mengisi tabungan. Mungkin Emak tidak akan mencari uang lagi kalau emang Abah bisa kasih bulanan buat ditabung sesuai dengan penghasilan Emak kalau jualan ya.
  4. Punya anak berdua, mengurusnya juga berdua. Di film ini saya senang melihat Abah yang bersedia membantu Emak dalam mengurus anak-anak juga. Emak dan Abah juga selalu mengkomunikasikan apa yang mereka pikirkan dan rasakan tentang anak-anaknya. Mulai dari anak yang masih kecil dan suka rewel di malam hari, sampai anak yang besar yang sudah mulai memiliki rasa suka dengan lawan jenis.
  5. Emak dan Abah awalnya agak kaget waktu tahu kalau Euis sudah punya pacar. Tapi mereka akhirnya memilih untuk mengijinkan dengan mengingatkan kalau semuanya itu ada resikonya, dan mereka akan selalu ada kalau anaknya ingin bercerita sesuatu.
  6. Hubungan Euis dan Ara di akhir film kembali dekat. Euis menyadari kalau dia juga tetap perlu sesekali menjemput adiknya, dan bahkan mengijinkan Ara untuk tidur di kamarnya sesekali. Syaratnya sih kalau mau masuk harus ketuk pintu dulu.

Jadi, Apakah Ara Bisa Komunikasi dengan Ayam?

Kembali ke pertanyaan awal, jadi apakah benar Ara bisa berkomunikasi dengan ayam? Kalau menurut saya sih, seperti halnya semua orang yang memiliki binatang peliharaan, bisa saja mereka mengajak hewat tersebut bicara, tapi tentunya jawaban hewan tersebut adalah interpretasi dari logika berpikir di saat itu.

Untuk Ara, dia sedang merasa jauh dari keluarganya, jadi dia merasa ayam Neon ini juga pastilah kesepian dan ingin kembali ke keluarganya. Makanya dia mendengar seolah-olah ayam Neon bilang kalau dia ingin Ara mencarikan keluarganya.

Nah kalau bagian jalan di persimpangan itu milihnya gimana? Ya, palingan juga adalah sesuatu yang dilihat Ara yang membuat dia yang memilih jalan yang itu. Toh pilihannya kalau salah bisa balik lagi dan coba jalan satunya.

Pada akhirnya keluarga Cemara kembali mesra dan bahagia, makanya ceritanya dilanjutkan dalam bentuk serial di Disney Hotstar.

Kalian sudah menonton film ini? Ada kesan lain yang ingin ditambahkan?

Leave a Reply