The Tomorrow War: Melawan Alien di Tahun 2051

Film bergenre science-fiction dan action, The Tomorrow War ini release di Amazon Prime Video 2 July 2021. Karena pengen nonton ini, kami jadinya langganan amazon prime sebulan. Makanya kemarin jadi bisa mereview film Hichki yang berkisah tentang guru dengan sindrom tourette.

Oh ya, langganan Amazon Prime ini sekitar 189 baht sebulan. Harga ini termasuk murah karena untuk nonton bioskop di Chiang Mai sekarang ini seorang harus bayar 190 baht. Terakhir nonton di bioskop itu tahun 2019 nonton Avengers End Game.

Tentang Film The Tomorrow War

Ceritanya sebenarnya kalau sekilas bukan cerita yang saya suka untuk tonton, karena selain alien dan perang, ceritanya juga tentang perjalanan waktu.

Tapi, karena Joe yang mengajak nonton, saya ikutan nonton. Biasanya Joe cukup bisa dipercaya memilih tontonan bagus.

Kesimpulannya? Saya nonton ulang supaya bisa menuliskan reviewnya ini, supaya bisa lebih detail dengan bagian yang awalnya bikin bertanya-tanya.

Ceritanya bagus, menyentuh dan cukup bisa diterima akal. Semua dijelaskan dan berjalan cepat. Filmnya juga penuh aksi, seandainya ditonton di bioskop pasti lebih seru.

Satu hal yang membuat saya semakin suka dengan film ini adalah, film ini bukan cuma aksi otot semata. Science berperan besar dalam film ini untuk mengalahkan alien yang disebut whitespike.

Kisah keluarga antara anak dan ayahnya juga membuat film ini terasa hangat.

Karakter Utama

Chris Pratt memerankan Dan Forester (dengan 1 huruf r), dia seorang yang pernah bergabung di militer dan melakukan 2 tour di Iraq. Selesai melakukan tugasnya di army, dia menjadi guru biologi. Dan memang menyukai science, tapi dalam hatinya dia ingin melakukan sesuatu yang lebih besar di militer.

Satu hal yang ingin ditunjukkan dari awal adalah, Dan Forester tidak merasa puas dengan hidupnya. Dia merasa bisa melakukan sesuatu yang lebih, tapi dia harus menerima saat ini dia hanya menjadi guru Biologi di sebuah sekolah (SMP?).

Cerita akan berpusat di tokoh Dan Forester ini. Tentunya tokoh lainnya adalah anaknya, istrinya dan juga ayahnya. Anaknya Muri berumur 9 tahun, dan istrinya seorang terapis. Ayahnya seorang yang pernah ikut perang Vietnam, dan meninggalkan ibunya ketika dia masih kecil, karena ayahnya menjadi anti pemerintah setelah pulang dari Vietnam.

Tentunya akan ada tokoh-tokoh lain yang berperang bersama Dan di tahun 2051, tapi saya akan ceritakan sekalian menceritakan sinopsi singkatnya.

Sinopsis The Tomorrow War

Cerita dibuka dengan menunjukkan keluarga Forester sedang menonton Piala Dunia di tahun 2022, lalu siaran yang ditonton oleh seluruh Amerika (atau mungkin seluruh dunia) itu diinterupsi oleh beberapa puluh mliter yang mengaku datang dari tahun 2051 .

Militer yang datang dari masa depan itu meminta pertolongan kepada generasi di tahun 2022 untuk menolong mereka yang sedang berperang melawan alien. Manusia sudah diambang kepunahan dan butuh bantuan sebanyak-banyaknya.

Cerita berjalan dengan cepat, setiap minggu ratusan orang dikirim ke tahun 2051 untuk berperang dan kembali dalam waktu 7 hari.

Setelah selama setahun, populasi manusia di seluruh dunia berkurang dengan cepat karena yang kembali dari masa depan tidak lebih dari 30 persennya. Akhirnya, masyarakat biasa juga dipilih untuk dikirim berperang ke masa depan.

Setiap orang yang kembali mengalami trauma, walaupun ada juga yang setelah kembali mendaftarkan diri untuk berangkat lagi.

Tiba giliran Dan dipanggil untuk dikirim ke masa depan. Ditunjukkan teknologi yang canggih dari masa depan untuk mengetrack orang untuk transportasi ke masa depan berupa gelang yang tak bisa dilepas dengan mudah.

Singkat cerita, bagian yang ditunjukkan selanjutnya adalah aksi melawan whitespike. Ada bagian yang tidak saya duga, karena setelah berkali-kali mereka mengirim orang ke masa depan, pas bagian Dan dikirim, mereka tiba di koordinat yang salah.

Tapi ya bisa dibilang pengiriman mereka ini agak mendadak. Mereka memang sudah dipersiapkan, tapi beberapa jam lebih cepat dari jadwal semula, mereka diminta untuk langsung berangkat. Jadi bisa dimengerti kenapa kalau berangkat tanpa persiapan yang cukup bisa jadi ada saja yang salah.

Sifat alien dalam film ini berbeda dengan sifat alien yang ada dalam film lainnya. Karena alien whitespikes yang menjadi musuh utama ini bukan mahluk yang bisa diajak berkomunikasi atau punya inteligensi. Mereka hanyalah binatang buas yang lapar dan instingnya ya meyelamatkan diri, melindungi mahluk betina dan juga melihat manusia sebagai makanan.

Bagaimana melawan mahluk yang tidak bisa diajak komunikasi? Kenapa manusia yang punya akal bisa kalah melawan hewan buas yang tidak punya akal tapi hanya punya insting? Apakah akhirnya masa depan bisa diselamatkan?

Trailer The Tomorrow War

Kalau mau melihat trailernya seseru apa aksinya, bisa dilihat dulu di sini.

Trailer The Tomorrow War

Hal yang menarik dari film ini

Beberapa hal yang menarik dari film ini terkait dengan ilmu pengetahuan dan juga kekeluargaan. Penjelasan dengan perjalanan waktunya juga masih okelah dan gak bikin ilfeel, hehhee.

Perjalanan waktu yang linier

Diceritakan perjalanan waktunya seperti 2 kapal yang sama-sama berlayar. Titik lompatnya juga fixed ke tahun 2051. Misalnya dia melompat dan tinggal di masa depan selama 7 hari, ketika kembali dia akan kembali seperti pergi keluar kota selama 7 hari.

Mereka tidak bisa melompat ke tahun lain di masa depan, atau kembali ke titik sebelum berangkat lagi. Waktunya bergerak maju.

Misi mereka selama seminggu itu mulai dari misi search and rescue, berusaha menyelamatkan diri dari kejaran alien selain kota yang akan di bom, sampai dengan berhadapan muka melawan alien induknya.

Secara tidak langsung ditunjukkan kalau yang terpilih lebih dulu adalah orang yang memang sudah meninggal 30 tahun mendatang. Orang yang datang ke masa lalu juga orang yang belum lahir di tahun 2022.

Penjelasan-penjelasan tentang menghindari bertemunya orang dengan diri sendiri ini disisipkan dalam bentuk dialog atau fakta yang tidak membuat film ini jadi membosankan.

Pertemuan ayah dan anak

Dan Forester dan Colonel Muri Forester (sumber: Amazon PrimeVideo)

Di tahun 2051, Dan Forester bekerjasama dengan Muri Forester yang ketika dia berangkat masih berumur 9 tahun. Muri menjadi Kolonel dan ahli bioteknologi juga selain menjadi kepala bagian Riset.

Muri yang menyukai science karena ayahnya seorang guru science, menyimpan kekecewaan terhadap ayahnya ini, tapi bagian ini tidak akan saya ceritakan dan bisa ditonton saja. Walau menyimpan kekecewaan, karena Muri sudah kehilangan ayahnya sejak dia berumur 16 tahun, tentu saja pertemuan ini jadi mengharukan.

Apalagi ketika ayahnya menjadi orang yang dia andalkan untuk menyelamatkan masa depan yang sudah dalam hitungan hari akan berakhir kalau mereka tidak menemukan cara mengalahkan whitespikes.

Pertemuan ayah anak yang sama-sama orang militer dan ilmuwan tentu saja tidak akan digambarkan dengan adegan menangis atau berpelukan ala teletubies. Mereka malah digambarkan saling membantu melawan whitespikes untuk menemukan toksin yang bisa membunuh whitespikes.

Mereka juga ditunjukkan saling membantu dalam aksi tembak-tembakan menyelamatkan diri dari kejaran whitespikes untuk mengantarkan Dan Forester ke titik melompat kembali ke masa 2022.

Menyelesaikan masalah depan dilakukan dari masa sekarang

Dan bersama teman-teman yang berangkat bersama ke 2051

Semua masalah di masa depan itu sebenarnya bisa jadi sudah dimulai dari masa sekarang. Ada hal-hal yang bisa dicegah menjadi masalah kalau kita sudah tau potensi masalahnya ketemu di mana.

Setelah 7 hari di masa depan, biasanya hanya sedikit yang kembali ke tahun berangkat. Sedikit spoiler (karena kalau ga spoiler saya ga bisa melanjutkan ceritanya), Dan kembali ke tahun 2022, tapi link untuk melompat ke tahun 2051 sudah terputus. Tidak ada lagi cara untuk kembali ke masa depan untuk membantu menyelesaikan perang di tahun 2051.

Sepertinya manusia sudah kalah, makanya link ke tahun 2051 sudah tidak ada lagi. Semua yang dilakukan selama ini terasa jadi sia-sia. Manusia seperti biasa menjadi manusia yang reaksinya macam-macam kalau ada kejadian begini.

Mengetahui fakta kapan dan di mana whitespikes pertama muncul ke permukaan bumi, membuat sebagian orang berusaha mencari tahu titik awal nya di mana dan apa yang perlu dipersiapkan untuk melawan whitespikes. Tapi ada juga kelompok yang protes – entahlah apa protesnya, pokoknya protes aja.

Lalu ketika ada kelompok yang punya teori kemungkinan muncul pertama kali kapan, mereka tidak mendapat bantuan dari pemerintah karena urusannya bukan lokal tapi harus mengontak negara lain.

Terus gimana nih, apakah ceritanya menunggu sekuel aja baru diselesaikan? Atau ada cara lain? Nah ini mending nonton aja. Ceritanya selesai kok, walaupun kabarnya karena film ini cukup sukses sudah direncanakan akan ada sekuelnya.

Penutup

Film Tomorrow War yang berdurasi 138 menit ini saya rekomendasikan untuk ditonton. Walaupun film Hollywood, tidak ada adegan yang biasanya sering muncul padahal tidak ada hubungannya dengan ceritanya.

Ceritanya memang banyak adegan kekerasan ya, tapi setidaknya yang berantam di film ini bukan manusia lawan manusia, melainkan manusia lawan alien.

Tentunya, kalau mengajak anak menonton ini kita perlu mendampingi dan menjelaskan juga, karena film ini ratingnya PG-13.

Kalau penasaran bagaimana ending dari film ini dan bagaimana manusia bisa mengalahkan aliennya tonton aja langsung di Amazon Prime ya!

risna

A blogger who likes to watch Korean dramas and learn about digital desain with Canva and video editing using Kinemaster.

Leave a Reply

%d bloggers like this: