Serial Only Murders in the Building Season 1

only murders in the building

Serial Only Murders in the Building ini bercerita tentang pendengar podcast yang suka mendengarkan kisah penyelidikan kriminal yang kemudian membuat true crime podcast versinya sendiri saat ada kejadian pembunuhan di gedung apartemennya.

Sudah ada 2 season Only Murders in the Building saat ini, tapi tentunya biar lebih memahami karakter dari pemainnya, lebih baik menonton dari season 1 yang tayang di Hulu di tahun 2021. Lagipula, satu seasonnya hanya terdiri dari 10 episode saja dan setiap episodenya hanya 30 menit. Ini sih kalau lagi ga sibuk harusnya bisa selesai ditonton di akhir pekan.

Saya memulai menonton serial Only Murders in the Building yang saat ini tersedia di Disney Hotstar direkomendasikan Alfi. Awalnya sih ngobrolin seputar dunia podcast, terkait dengan adanya permintaan mengisi Ruang Berbagi KLIP tentang Mengapa dan Bagaimana Produksi Podcast Klub Buku KLIP.

Tetapi dikarenakan setelah saya menonton beberapa episode ternyata paksu juga mau ikutan nonton, akhirnya menunggu lagi deh biar bisa ditonton bareng. Setelah melihat beberapa episode, kami malah berpindah ke serial Thai yang sudah ditonton lebih dulu sebelum menonton serial ini. Dan hasilnya, waktu kegiatan RB hari ini, saya malah lupa blas. Padahal, contoh yang ada di film ini menarik. Jadi ya sudah, ceritanya dituliskan di sini saja.

Cerita Only Murders in the Building 

Empat orang penghuni apartemen di lift, satu orang akan meninggal dan tiga lainnya jadi podcaster

Ceritanya dibuka ketika ada 4 orang penghuni apartemen bertemu di lift. Mereka tidak saling mengenal dan tinggal di lantai yang berbeda. Tidak lama setelah mereka sampai ke unit masing-masing, tiba-tiba, alarm gedung berbunyi. Tidak sengaja, tiga dari empat orang yang bertemu di lift merupakan pendengar true crime podcast. Mereka bertemu lagi di sebuah tempat makan di dekat gedung apartemen. Ternyata ada kejadian pembunuhan di gedung apartemen mereka, dan korbannya adalah orang ke-4 yang bersama-sama dengan mereka di lift beberapa jam sebelumnnya.

Polisi menyatakan korban yang meninggal itu adalah tindakan bunuh diri, karena ditemukan surat diketik yang menyatakan dia depresi dan kesepian. Penghuni apartemen penggemar true crime podcast ini tidak bisa menerima begitu saja, apalagi mereka ingat kalau ketika mereka bertemu korban, si korban masih menantikan sesuatu untuk keesokan harinya. Obrolan yang mereka dengar antara si korban di telepon tidak seperti orang yang sedang berencana mengakhiri hidupnya.

Walaupun polisi menutup kasus dengan kesimpulan korban bunuh diri, mereka bertiga memutuskan untuk membuat podcast dan menyelidiki kasus kematian Tim Kono, nama penghuni apartemen yang meninggal tersebut. Mereka terinspirasi dari podcast yang mereka dengarkan, untuk membuat podcast versi mereka sendiri dalam menyelidiki kasus pembunuhan yang terjadi di gedung apartemen mereka.

Produksi dan Monetisasi Podcast

Dalam serial drama ini diceritakan hal-hal yang dibutuhkan untuk produksi sebuah podcast. Bagaimana mereka berembuk dan menentukan siapa yang akan menjadi host dan bagian mana dari penyelidikan mereka yang akan disebutkan dalam podcastnya. Selain itu, mereka juga memikirkan akustik untuk rekaman yang baik.

Untuk produksi yang baik, memang dibutuhkan peralatan yang baik. Misalnya saja microfon yang bisa menghasilkan kualitas suara yang baik, selain itu tentu saja mereka perlu menyusun ceritanya supaya pendengar merasa tertarik dan ikut penasaran sehingga menanti-nantikan podcast mereka.

Mereka juga mencari sponsor untuk produksi podcast mereka. Tentunya sponsor ini akan mendapatkan keuntungan kalau mereka mendapat banyak pendengar. Sama saja seperti media mana saja, di mana ada banyak pendengar/pembaca, di situ ada kesempatan untuk mengiklankan sesuatu. Setelah berusaha meyakinkan beberapa orang, akhirnya mereka memperoleh sponsor. Mereka pun mulai memproduksi podcastnya dengan mempertanyakan siapakah Tim Kono. Karena ternyata, tidak ada yang mengenal korban – setidaknya pada episode awal, begitulah yang mereka simpulkan dari informasi yang ada.

Dari Pendengar Menjadi Pembuat Podcast

Setelah melanjutkan penyelidikan, mereka menemukan lebih banyak fakta yang mendukung kalau Tim Kono bukan bunuh diri seperti dugaan polisi. Mereka mengkonsultasikan sambil belajar bagaimana kalau tersangkanya adalah public figure ke podcaster panutan mereka. Dikisahkan, Sting yang merupakan seorang artis dan tinggal di apartemen yang sama menjadi tersangka pertamanya. Selain mendapat ilmu dan kemudian mendapat dukungan dari podcaster yang mereka dengarkan, akhirnya podcast mereka mulai mendapat perhatian banyak orang. Mereka bahkan sudah mulai memiliki fans yang menanti-nantikan episode terbaru mereka.

Akan tetapi, tantangan dari podcaster yang melakukan investigasi seperti ini adalah: mereka terkadang butuh waktu untuk menemukan fakta-fakta baru. Ya kebayang sih, polisi saja sudah menutup kasus dengan kesimpulan ini kasus bunuh diri. Bagaimana kalau ternyata polisi benar dan mereka yang salah mengambil kesimpulan? Mereka harus bisa menjawab pertanyaan Who, Why, How, and Why Now? Untuk membuat polisi membuka kembali kasus yang sudah ditutup ini.

Apakah podcaster bisa lebih jago investigasi demi konten daripada polisi? Saya belum tahu jawabannya, karena sekarang ini baru sampai di episode 8 dari 10 episode di season 1. Ada yang juga sudah menonton serial ini? Kira-kira ada yang jadi pengen bikin podcast juga nggak setelah mendengar podcast tertentu atau menonton serial ini?

Oh iya, cerita Ruang Berbagi KLIP nya mungkin lain kali saja dituliskan.

Leave a Reply