Hal-hal yang Dibutuhkan di Rumah

rumah

Selama mudik bulan Juli dan Agustus 2022 kemarin, kami berpindah-pindah kota dan otomatis berpindah-pindah rumah/ tempat istirahat. Ada rumah mertua, rumah airbnb, kamar hotel dan kamar apartemen. Dari semua rumah yang ada, kesimpulannya tidak ada tempat yang lebih nyaman daripada rumah tempat kami tinggal selama ini.

Saya jadi menyadari ada hal-hal kecil yang menjadi kebiasaan di rumah kami dan tidak selalu tersedia di Indonesia. Mungkin ini efek dari terlalu lama di rumah saja, sampai-sampai saya butuh waktu untuk beradaptasi dengan tempat-tempat yang baru itu.

Supaya tidak lupa, saya ingin menuliskannya di sini, buat catatan juga kalau misalnya nanti perlu berpindah-pindah rumah lagi seperti ketika mudik kemarin. Berikut ini hal-hal yang saya butuhkan di rumah.

Hal dasar

Hal dasar yang kami butuhkan di rumah adalah ruangan bersih dengan AC dan koneksi internet yang lebih cepat dari koneksi selular. Kalau tv ataupun sofa tidak selalu dibutuhkan, tapi nice to have. Kalaupun misalnya ada tv tapi tidak ada tv kabel, dengan adanya internet dan Google Chromecast, selama TV nya memiliki slot HDMI, kami selalu bisa mengkoneksikan ke internet sehingga TV nya menjadi seperti smart TV.

AC dan koneksi internet sekarang ini sudah menjadi kebutuhan dasar buat kami. Kalau di Chiang Mai ada tambahan lagi filter udara di musim polusi. Udara yang panas biasanya bikin jadi tidak nyaman. Tapi kami juga tidak tahan kalau AC nya terlalu dingin. Internet juga sudah menjadi kebutuhan dasar. Bukan saja untuk Joe bekerja tapi juga untuk kebutuhan hiburan seperti main game di komputer dan menonton. Kami tidak pernah menonton siaran tv lokal, sekarang ini yang ditonton hanya yang ada di layanan streaming saja.

Untuk menjaga ruangan tetap bersih, tentunya dibutuhkan perlengkapan membersihkan standar seperti sapu dan tongkat pel serta obat pel tentunya. Kalau di rumah ada vacuum cleaner, tapi selama di Indonesia, saya sih nggak berharap sampai ada vacuum cleaner sih. Sejak mengenal vacuum cleaner, saya jadi lebih suka menggunakan vacuum daripada sapu. Padahal di awal-awal dulu, saya merasa sapu itu lebih bersih daripada vacuum. Tapi lama-lama saya jadi menyadari kalau disapu itu kan debu berterbangan dan kembali jatuh lagi, sedangkan kalau menggunakan vacuum, debunya akan langsung masuk ke vacuumnya. Jelas saja lebih bersih kalau menggunakan vacuum. Ya begitulah, namanya juga dulu cuma kenal sapu, manalah terpikir menggunakan vacuum.

Dapur dan Ruang Makan

Untuk bagian dapur, saya tidak butuh banyak hal, sekedar rice cooker dan teflon untuk mendadar telur dan atau masak Indomie serta beberapa perlengkapan makan seperti piring sendok garpu pisau dan gunting. Selain itu untuk barang-barang yang habis tentunya butuh tersedia gula garam karena kagok juga kalau harus beli sedikit. 

Untuk mencuci piring alangkah menyenangkan kalau spon cuci piringnya selalu bersih dan diganti ketika sudah berubah warna. Sabun cair untuk mencuci piring juga tentu dibutuhkan. Rak untuk meniriskan cucian piring juga dibutuhkan terletak di dekat bak cuci piring, dan kalau bisa rak meletakkan piringnya bukan dari kayu.

Selain lap tangan sehabis mencuci tangan, di dapur juga dibutuhkan lap untuk perlengkapan makan dan lap tebal untuk mengangkat panci yang panas atau lap tangan merangkap sarung tangan lebih baik lagi.

Air minum dan kulkas juga sebaiknya ada di dapur, supaya gampang ketika memasak. Untuk tempat mencuci piring juga akan lebih nyaman kalau bisa tidak terlalu jauh dari tempat masak, tapi juga jangan terlalu dekat. Soalnya kalau lagi menggoreng akan bahaya misalnya kecipratan air.

Ada satu hal di dapur yang jarang tersedia di rumah yang kami tempat selama di Indonesia: Microwave! Tanpa kami sadari, kami sangat tergantung dengan microwave untuk memanaskan makanan. Sangat cepat dan praktis kalau punya microwave dibandingkan dengan memanaskan dengan wajan. Lagipula, kalau punya microwave, makanan sisa tinggal dimasukkan saja ke kulkas dan besoknya bisa cukup cepat lah menghidangkan sarapan.

Untuk tempat sampah di dapur juga dibutuhkan yang ada tutupnya atau yang ada pijakannya untuk membuka tutup dengan gampang. Kalau misalkan tempat sampah yang terbuka begitu saja, kok ya rasanya bakal mengundang berbagai hewan seperti semut, bahkan tikus gitu loh. Mungkin kebanyakan orang memang selalu membuang sampah dapur ke tempat sampah besar lainnya di depan rumah, tapi kalau saya sih membuang sampah ke depan rumah nggak tiap hari, makanya saya memilih tempat sampah di dapur yang pakai tutup.

Untuk ruang makan, tentu saja dibutuhkan meja makan yang mudah dibersihkan. Meja makan ini juga bisa berfungsi menjadi meja kerja kalau di rumah tidak ada meja untuk bekerja. 

Kamar Mandi

Selain perlengkapan dan peralatan mandi, ada hal yang tidak selalu ada di kamar mandi orang lain: tempat menggantung baju ganti dan handuk. Memang kalau di rumah sendiri apalagi kalau kamar mandi ada di kamar, bisa saja kita hanya handukan keluar dari kamar mandi. Tapi sebenarnya saya tidak membiasakan diri keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk, karena anak saya kan 2 orang laki-laki. Selain gantungan handuk dan baju ganti ketika mandi, dibutuhkan juga cermin di kamar mandi untuk bercermin ketika menyikat gigi.

Sejak kecil saya terbiasa dengan kamar mandi yang memiliki tempat penampungan air. Sekarang ini di rumah kami menggunakan shower yang bisa dipegang, bukan model yang langsung dari atas. Biasanya air ditampung dulu di ember kecil dan mandinya malah pakai gayung supaya lebih cepat, hehehe. Di rumah, kami juga mempunyai mesin air panas yang tidak harus ditunggu lama dan bisa bercampur panas dan dingin dengan mudah. Selama di Indonesia, untuk mandi air hangat itu antara harus masak air dulu lalu dimasukkan ke ember, atau beberapa tempat ya hanya ada shower dan tidak ada ember. Ada mesin pemanas, tapi sangat susah menemukan titik air hangat yang stabil. Terkadang terlalu panas, terkadang masih sangat dingin.

Beberapa kamar mandi showernya tidak ada selangnya dan hanya berupa pancuran dari atas, biasanya ini jenis kamar mandi yang ada di hotel. Saya tidak suka dengan model shower begini, karena jadinya rambut selalu basah, dan suka kaget kalau airnya belum benar suhunya.

Satu lagi yang dibutuhkan di area kamar mandi adalah jemuran untuk menjemur handuk. Jemuran ini kalau bisa jangan terlalu jauh dari kamar mandi, tapi juga mendapat sinar matahari supaya handuknya tidak berbau dan kering. Mungkin ada orang yang punya kebiasaan meninggalkan handuk di kamar mandi, tapi sebenarnya kebiasaan ini malah membuat handuk bisa jadi berjamur karena lembab. Karena alasan ini saya tidak membiasakan meninggalkan handuk di dalam kamar mandi supaya tidak berjamur.

Kamar Tidur

Saya butuh matras yang tidak terlalu berpegas. Selain itu, butuh bantal yang tidak terlalu lembek tapi juga tidak terlalu keras. Sangat tidak nyaman kalau tempat tidur yang terlalu banyak bergerak ketika ada yang ikut naik di atasnya. Atau bantal yang sangat tipis. Mendingan sekalian nggak pake bantal daripada bantalnya jelek begitu.

Oh ya, guling juga bukan hal yang standar di penginapan, padahal saya termasuk yang sulit tidur kalau tidak ada guling. Untungnya selalu ada bantal ekstra jadi saya bisa memeluk bantal ekstra sebagai guling.

Kami tidak butuh tv di kamar tidur, tapi ya kalau bisa sinyal internet tetap sampai dengan baik ke kamar tidur. Colokan listrik juga dibutuhkan di kamar tidur, supaya ketika kami tidur, kami bisa meninggalkan ponsel di charge.

Home Sweet Home

Tidak ada tempat lain yang lebih nyaman dari rumah sendiri, karena pastinya kita sudah terbiasa dengan apapun yang ada di rumah kita. Itu dulu hal-hal yang teringat saat ini, lain kali akan ditambahkan.

Leave a Reply