Review Film: The King’s Man (2021)

the kingsman

Setelah menonton film The King’s Man sampai selesai, waktunya menuliskan reviewnya. Seperti yang disebutkan di tulisan sebelumnya, film ini mengambil kejadian nyata di sekitar perang dunia pertama sebagai latar belakang ceritanya.

Tentang Film The King’s Man

Film ini merupakan prequel dari film Kingsman: The Secret Service (2014) dan Kingsman: The Golden Circle (2017). Film produksi Marv Studios dan didistribusikan oleh Walt Disney Studios Motion Pictures melalui 20th Century Studios ini bisa ditonton di Disney Hotstar.

Dua film Kingsman sebelumnya, merupakan adaptasi dari buku komik berjudul The Secret Service yang kemudian diubah namanya menjadi Kingsman. Buku tersebut karya Mark Millar dan Dave Gibbons. Sebagai prequel, film The King’s Man ini menceritakan kisah di balik terbentuknya organisasi mata-mata Kingsman. Untuk yang sudah pernah menonton Kingsman sejak pertama, tentunya tidak asing lagi dengan kata-kata “Manners Maketh Man.” Kata tersebut sering disebut seperti aturan dan semboyan dari para agen rahasia.

Dari film Kingsman The Secret Service (2014)

Film berdurasi 131 menit ini dibintangi oleh Ralph Fiennes sebagai Duke of Oxford, Gemma Arterton sebagai Polly Watkins, Djimon Hounsou sebagai Shola, Rhys Ifans sebagai Grigori Rasputin dan Harris Dickinson sebagai Conrad Oxford. Mungkin banyak yang belum kenal dengan nama-nama pemain tersebut, karena memang film ini produksi Inggris dan Amerika, dan ceritanya settingnya banyak di Inggris, sehingga aktor yang memerankannya juga orang Inggris dan Welsh.

Sinopsis The King’s Man

Karena merupakan prequel, cerita The King’s Man dibuka dengan cerita tahun 1902. Seorang Aristrokat Inggris bernama Orlando, seorang Duke dari Oxford kehilangan istrinya dan berjanji pada istrinya tidak akan membiarkan anak mereka Conrad untuk melihat perang.

Orlando mempunyai reputasi sebagai orang yang tidak terlibat dengan politik, akan tetapi karakternya yang ingin memastikan dunia tetap aman membuatnya mendirikan jaringan mata-mata independent yang terdiri dari para pembantu rumah tangga.

Penggunaan para pembantu rumah tangga ini sungguh masuk akal, karena memang, mereka ada di mana-mana dan banyak yang tidak merasa mereka akan menjadi ancaman dan atau cukup cerdas untuk mengetahui apa yang sedang mereka kerjakan.

Alkisah, karena pembunuhan Archduke Franz Ferdinand of Austria di Sarajevo, keadaan di Eropa memanas dan perang tak dapat dihindari. Conrad, putra dari Orlando yang saat itu belum cukup usia, berkali-kali berusaha untuk ikut berperang. Jadi kesannya pada masa itu, kalau ikut perang dan mati bela negara itu keren. Padahal kalau dipikir-pikir, yang ribut kan Austria dengan Serbia, lalu kenapa Inggris ikut-ikutan?

Tapi ya begitulah, namanya solidaritas atau bela teman? Padahal, jelas-jelas Eropa itu cukup kecil untuk membuat mereka semua punya hubungan kekerabatan. Tapi, namanya perang, ada saja hal yang bisa menyulutnya kalau ada yang mengompori.

Saya tidak akan menceritakan tentang perangnya, tapi lebih kepada tentang hubungan ayah dan anak. Bagaimana sang ayah berusaha untuk melindungi anaknya dan melarangnya pergi berperang, dan bagaimana sang anak tetap merasa kalau ga ikut perang ga keren. Karena menurut Conrad, semua orang juga pergi angkat senjata.

Conrad ini sebenarnya pemuda baik yang cinta damai, tapi dia juga tidak ingin dikatakan pengecut dan tidak pergi ke medan perang. Semua pemuda seumurnya toh pergi. Dan walaupun ayahnya sudah mengusahakan berbagai cara supaya dia tidak pergi, tetap saja dia kabur.

Walaupun peranan Conrad cukup besar untuk mempercepat penghentian perang, tetap saja ada bagian di mana Conrad harus membayar akibat dari melawan ayahnya. Tapi tenang, bagian ini bukan akhir dari cerita film ini.

Jadi inti ceritanya ini apa? Ya intinya sih bagaimana seorang ayah berusaha melindungi anaknya dan juga berusaha mewujudkan keamanan tanah airnya dan kalau bisa dunia dengan mengandalkan jaringan mata-mata yang terdiri dari para pekerja domestik yang sudah dilatih secara khusus.

Bagaimana cerita lengkapnya? Siapa yang akan menang perang? Tonton sendiri saja ya.

Kenapa namanya Kingsman?

Diceritakan, ketika ibunya Conrad meninggal, bajunya dibuat oleh tukang jahit bernama The King’s Man. Sepertinya mengadopsi nama tersebut dan juga bisa berarti seperti orang kepercayaan raja, Orlando Oxford menggunakan sebuah toko jahit baju lelaki bernama Kingsman untuk menjadi front dari organisasinya.

Untuk nama sandi yang digunakan, mereka memakai nama-nama dari Legenda King Arthur untuk menghormati Conrad yang menyukai legenda tersebut. Nama yang digunakan adalah Arthur, Galahad, Merlin, Lancelot, Percival.

Sebenarnya cukup unik penggunaan toko jahit jas lelaki menjadi penyamaran markas agen mata-mata. Tapi, tentunya karena ini juga pada agen Kingsman semuanya berpakaian dengan sangat rapi dan dijahit secara khusus. Seperti cerita mata-mata ala James Bond, mereka juga memiliki beberapa perlengkapan teknis untuk membantu menyelesaikan misinya.

Pelajaran dari The King’s Man

Manusia itu memiliki reputasi dan karakter. Reputasi itu persepsi orang lain tentang diri seseorang, sedangkan karakter adalah watak dan prinsip sesungguhnya dari orang tersebut terlepas dari apapun persepsi orang lain. Reputasi dan karakter ini bisa saja berbeda. Dalam film ini, Orlando Oxford mendirikan agensi mata-mata independent pertama di dunia untuk menyeimbangkan antara reputasi dan karakternya.

Pelajaran tak kalah penting dari film ini adalah bagaimana anak harus patuh pada orang tuanya. Kadang-kadang sebagai anak kita merasa sudah paling tahu dan tidak mau mendengarkan orangtua kita, dan kemudian baru sadar kalau orang tua kita benar adanya. Sayangnya, kesadaran tersebut seringnya terlambat datangnya dan dalam cerita ini Conrad harus mendapatkan konsekuensi dari keraskepalanya.

Tentunya tidak lupa juga pelajaran sejarah mengenai perang dunia pertama yang sepertinya jadi inspirasi untuk membuat cerita ini jadi menarik.

Gimana nih, kalian tertarik menontonnya? Langsung saja tonton di Disney Hotstar ya!

Leave a Reply