Teknologi Seharusnya Memerdekakan

Perkembangan ilmu pengetahuan dari waktu ke waktu membuat manusia mampu menciptakan berbagai hal yang membuat hidup jadi lebih mudah. Teknologi yang ditemukan dari jaman manusia menemukan api, sampai adanya kemudahan memanaskan makanan beku di microwave, tentu saja untuk mempermudah hidup dan memerdekakan, tetapi banyak juga yang menjadi budak teknologi atau merasa terjajah oleh dampak dari teknologi.

Dalam Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog bulan Agustus ini saya memang ingin mengajak Mamah Gajah merenungkan kembali bagaimana masing-masing memanfaatkan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Dari perenungan yang ada, mudah-mudahan saja semuanya bisa semakin merdeka karena adanya teknologi.

Kita hidup di masa depan

Salah satu serial televisi yang saya tonton di waktu kecil adalah Vicky si Anak Ajaib (Small Wonder) yang menceritakan sebuah keluarga yang memiliki sebuah robot perempuan bernama Vicky. Robot serba bisa ini selain berguna untuk membantu melakukan pekerjaan di rumah, juga bisa menjadi teman bermain untuk anak-anak. Dari dulu saya berpikir akan sangat menyenangkan kalau memang robot seperti Vicky ini benar-benar ada.

Saat ini, walaupun bukan berbentuk manusia, sudah ada banyak ‘robot’ yang bisa membantu saya dalam mengerjakan pekerjaan rumah. Mulai dari mesin cuci baju, mesin cuci piring, vacuum robot, microwave sudah menjadi seperti Vicky yang membantu mengerjakan pekerjaan rumah. Tapi, tentunya saat ini semua benda-benda itu tidak bisa menjadi teman bermain untuk anak kita.

Banyak orangtua yang memberikan anaknya gawai untuk membuat anak-anak bisa asik bermain sementara orangtua sibuk dengan gawainya sendiri pekerjaannya yang lain. Jadi anggaplah gawai itu juga seperti Robot Vicky yang bisa mengajak anak bermain.

Perkembangan teknologi yang cukup pesat membuat kita sudah berada di masa depan yang dulu masih berupa cerita fiksi saja. Konon saat ini, sudah dimulai juga pembuatan robot berbentuk manusia yang nantinya bisa melakukan berbagai hal seperti Vicky si anak ajaib.

Dampak Negatif Teknologi

Sayangnya teknologi yang memberikan kemudahan ini ternyata juga mempunyai dampak negatif. Misalnya saja teknologi yang memberikan kemudahan membuat banyak orang tidak tahu cara melakukan pekerjaan secara manual. Bagaimana saya yang sudah terbiasa dengan kompor gas atau bahkan kompor listrik, pasti akan bingung kalau disuruh cari kayu bakar dulu sebelum masak.

Contoh lain bagaimana dampak negatif dari teknologi adalah: dulu saya berpikir kalau saya punya komputer dalam genggaman, saya bisa mengisi lebih banyak tulisan di blog saya karena saya bisa menulis kapan saja dan di mana saja. Faktanya, ternyata saya malah semakin jarang menulis walau ada ponsel pintar dalam genggaman karena saya lebih sering membuka aplikasi lain daripada membuka aplikasi untuk menulis blog.

Ada banyak lagi contoh lain dampak negatif dari teknologi terutama teknologi digital, misalnya bagaimana sulitnya mengurangi screen time pada anak tanpa membuat mereka tantrum. Masalah lainnya yang juga terjadi bagaimana ponsel selalu menginterupsi atau bahkan mengalihkan perhatian dari hal yang sedang dikerjakan saat ini.

Perkembangan teknologi terkini yang juga agak mengkhawatirkan adalah adanya kecerdasan buatan yang bisa diakses dengan mudah tetapi kalau tidak berhati-hati bisa membuat volume otak semakin mengecil karena manusia jadi semakin malas berpikir.

Teknologi Memerdekakan

Terlepas dari berbagai contoh dampak negatif teknologi, menurut saya pribadi teknologi itu memerdekakan. Kalau tidak ada teknologi transportasi, manusia mungkin tidak semudah sekarang untuk berpindah tempat dari satu wilayah ke wilayah lain. Kalau tidak ada teknologi telekomunikasi, tidak akan ada kemudahan dalam bertukar pesan ataupun informasi. Kalau tidak ada mesin cuci, maka semua ibu-ibu rumah tangga masih harus menghabiskan waktu lebih banyak untuk mencuci baju.

Kalaupun ada yang merasa diperbudak oleh teknologi, sebenarnya itu karena faktor manusia yang salah dalam menyikapi teknologi itu sendiri. Kalau ada yang merasa kesulitan melarang anak bermain gawai, itu kesalahannya ada di orang tuanya yang dari kecil tidak membatasi waktu bermain gawai. Kalau ada yang merasa lebih resah ketinggalan ponsel daripada ketinggalan dompet, itu karena kebiasaan manusianya yang terlalu menggantungkan diri dengan dompet digital.

Masih banyak contoh-contoh lain bagaimana sebenarnya teknologi itu tidak menjajah, tetapi yang membuat manusia merasa terjajah teknologi itu adalah kebiasaan manusianya sendiri. Saya tidak bisa menuliskan lebih banyak contoh karena waktu yang terbatas untuk menyelesaikan tantangan blogging Mamah Gajah Ngeblog bulan ini. Kalau mau membaca opini lain tentang topik ini, silakan baca-baca tulisan mamah gajah lainnya ya.


Posted

in

,

by

Comments

One response to “Teknologi Seharusnya Memerdekakan”

  1. Alfi Avatar

    Jadi inget si Butet yg gagap pas masak di rumah temennya pake kompor gas. Udah terbiasa kompor dengan angka2. Pdhl benernya beda kompor kan sering kali beda angka juga ?

Leave a Reply