Saat menjelang tenggat waktu untuk Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog, hujan mengguyur kota Chiang Mai sejak sore. Kenangan akan datangnya banjir di Chiang Mai tahun 2024 yang lalu, sempat membuat rasa khawatir kejadian banjir berulang lagi tahun ini.
Air Sungai Ping sudah mulai naik, tetapi menurut data yang ada, semua masih dalam batas aman. Daripada khawatir berlebihan, lebih baik menulis tantangan saja.
Hujan di Chiang Mai hari ini merupakan efek dari super topan Ragasa yang kemarin melewati Filipina, Taiwan, Hongkong, Cina, dan dalam perjalanan menuju Vietnam. Baru saja berasa akan menarik napas lega, ternyata kabarnya besok masih akan ada Topan Bualoi yang akan melalui Filipina dan jalur yang dilewati kurang lebih sama. Diperkirakan, efek dari topan Bualoi ini juga berupa hujan deras dan sangat deras masih akan mengunjungi kota Chiang Mai sampai beberapa hari ke depan.
Saya yang dulu pernah menyukai hujan, sekarang jadi berkurang rasa sukanya dengan hujan terutama karena hujan badai yang bisa berpotensi banjir ini. Lagipula dulu yang saya suka itu aroma tanah ketika hujan alias petrikor, bukan basah-basahan karena hujannya sih.
Akhirnya, setelah menunda selama 20 hari karena ide yang bersembunyi, saya menemukan apa yang mau saya tuliskan untuk topik romantisme yang merupakan bentuk tidak baku dari romantisisme (saya juga baru tahu kalau romantisme itu bentuk tidak baku).
Tentu saja sebelumnya, mari kita mulai dengan definisi kata romantisisme menurut contekan dari KBBI Daring. Salah satu definisi dari romantisisme itu merupakan aliran dalam seni (drama) yang mengutamakan imajinasi, emosi, dan sentimen idealisme.

Sebagai seorang yang menyukai menonton berbagai drama (bukan hanya drama Korea loh ya), lampu di kepala langsung mulai menyala setelah membaca definisi kata romantisisme di saat hujan. Tentu saja saya langsung ingat, bagaimana hujan sering dimanfaatkan untuk menambah emosi kepada adegan yang disajikan kepada penonton. Jadi romantisisme hujan ini bukan hanya pada emosi cerita emosi cinta saja, tetapi bisa untuk berbagai cerita lainnya.
Isi tulisan ini
Hujan dalam drama Korea
Kalau dalam kisah percintaan, hujan itu bisa dimanfaatkan mulai dari kesempatan salah satu tokoh meminjamkan payung, mengajak jalan sepayung berdua, atau bahkan berteduh berdua saja menunggu hujan reda.

Kalau dalam drama Korea, hampir selalu ada tuh adegan hujan buat memberi kesempatan kepada tokoh pria dan wanitanya untuk semakin dekat, lalu jatuh cinta… duh klise banget ya.
Yang sering juga terjadi adalah setelah bersusah payah berteduh atau sempit-sempitan di bawah payung supaya tidak basah, akhirnya basah juga karena tokohnya terbawa suasana.
Tetapi sebenarnya, bukan hanya untuk kisah cinta saja hujan bisa dimanfaatkan untuk memainkan emosi penonton. Yuk mari kita ingat-ingat, dari berbagai tontonan yang pernah dilihat, bagaimana sih penulis cerita meromantisasi hujan?
Hujan dalam cerita horor
Selain dalam kisah cinta, hujan juga bisa membuat cerita horor semakin menakutkan. Coba ingat-ingat, di film Agak Laen misalnya, ada hujan yang ditambahkan lengkap dengan petir dan kemungkinan mati lampu, untuk membuat suasana jadi lebih horor.
Suasana hujan dengan kilat, petir, dan gambar yang gelap, membuat imajinasi penonton semakin terbawa dan kalau ada yang adegan yang mengagetkan, kemungkinan penonton ikut kaget.
Terkadang cerita kejar-kejaran antara penjahat dan tokoh utama juga makin seru kalau ditambahkan faktor cuaca sedang hujan (apalagi badai).
Banyak cara membuat film horor semakin seram dengan adanya hujan, termasuk misalnya cerita ketika sedang dalam perjalanan ke perkampungan, mobil mogok, tersesat di hutan, lalu kehujanan. Ketika mencari tempat untuk berteduh ternyata bertemu dengan rumah nenek sihir jahat (ini cerita dongeng apa ya begini).
Hujan dalam cerita sedih
Hujan juga bisa dimanfaatkan membuat cerita sedih makin sedih. Makanya terkadang ketika ada adegan mengantarkan orang yang disayangi ke pemakaman, masih ditambahi dengan hari hujan sehingga digambarkan yang datang ke pemakaman harus sambil membawa payung juga.
Tidak berhenti di sana, ketika tokohnya menangis karena sedih, suasana di luar yang hujan membuat tokoh cerita merasa bahkan langit itu bersedih dan menangis bersamanya.
Hujan memang romantis
Setelah menonton banyak film dan drama, dan menyadari bahwa romantisisme hujan itu tidak terbatas dengan kisah cinta, tapi berbagai kisah lainnya ketika ditambah dengan hujan, bisa bikin terasa lebih emosional.
Hujan memang romantis dan bisa bikin perasaan lebih teramplifikasi, termasuk bisa membuat saya menemukan ide untuk dituliskan kali ini.
Tak terasa hari hampir berganti, di luar hujan sudah mulai berhenti. dan semoga saja hujan yang dibawa badai berikutnya tidak membawa banjir mengunjungi kota ini lagi.



Leave a Reply