The Orville S3 Finale: Cinta Itu Butuh Usaha

cinta butuh usaha - risna.info

Bulan Agustus ini Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog ngajakin untuk menuliskan tentang cinta, kebetulan baru menyelesaikan serial The Orville Season ke-3 yang menurut saya cerita cintanya cukup menarik untuk diceritakan. Bukan, saya bukan mau mereview serialnya, tapi saya mau menceritakan alias spoiler cerita cinta yang ada dalam serial The Orville, terutama di episode 10 alias episode finale dari season ke-3.

Kejarlah cinta sekuat tenaga

Cerita dibuka dengan ritual dari bangsa Moclan. Ada banyak ritual aneh dari bangsa Moclan ini, misalnya saja ritual pipis yang dilakukan di depan orang banyak. Kali ini ritualnya adalah ritual pernikahan ulang. Jadi ceritanya salah satu crew The Orville ada yang dari Moclan ribut dengan pasangannya masalah tradisi Moclan dan kebanggaanya sebagai bangsa yang terdiri dari pria saja, sampai akhirnya mereka sempat terpisah.

Setelah beberapa episode, eh maksudnya setelah anak mereka hampir menjadi korban dari keangkuhan bangsa Moclan, akhirnya pasangan yang tadinya bersikeras membela tradisi bangsanya sadar kalau dia lebih mencintai pasangan dan anaknya daripada tradisi bangsa yang malah tega mencelakai keluarga mereka.

Untuk berbaikan kembali, mereka melakukan upacara pernikahan kembali. Upacaranya unik, kalau biasanya orang menikah dengan pakaian indah, mereka upacaranya tanpa pakaian, lalu salah satu dari mereka harus lari ke hutan, dan yang lain lari mengejar. Untuk upacara ini sah, mereka harus melakukannya sungguh-sungguh dan nggak sekedar pura-pura lari dan mempermudah untuk ditangkap. Mereka harus bersungguh-sungguh lari dan mengejar sebagai bukti kekuatan cinta mereka.

Pasangan Moclan yang melakukan upacara menikah kembali (screenshot dari Disney Plus)

Aneh ya? Tapi sebenarnya di sini menariknya. Ketika kita mencintai seseorang, kita perlu memilih mana yang lebih penting, tradisi atau pasangan kita tersebut. Kalau memang ada tradisi yang memperkuat cinta, ya tetap dilakukan, tapi kalau tradisi malah mencelakai orang yang dicintai, ya tinggalkan saja.

Hayo, siapa yang tiba-tiba jadi teringat dengan pasangannya yang dulu mengejar-ngejarnya sampai akhirnya bersedia untuk mengikat janji menikah?

Cinta itu gak cukup hanya logika

Claire dan Isaac menikah ala manusia (screenshot dari Disney Plus)

Bisakah robot merasakan cinta? Katanya kan cinta itu tidak bisa dipikirkan hanya dengan logika, jadi teorinya walaupun teknologi AI (Artificial Inteligence) sudah sangat canggih, tapi tentunya masih tidak akan mampu untuk mencerna apa itu cinta. Tapi dalam cerita serial ini, Isaac yang merupakan robot dengan kemampuan AI jatuh cinta dengan dokter Claire sampai pada titik dia ingin menikah dengan Claire dan mengikuti cara pernikahan manusia.

Padahal bangsa Kaylon yang merupakan tempat asal Isaac tadinya sempat hampir berperang loh melawan semua bangsa yang ada di alam semesta. Mereka beranggapan manusia dan semua bangsa yang bukan mesin itu jahat, tapi Isaac dan hubungannya dengan manusia terutama dokter Claire membuat para robot Kaylon berubah pikiran dan melihat kalau manusia itu tidak berbahaya buat mereka.

Saat Isaac melamar Claire, tentunya yang menjadi pertimbangan Claire adalah, bagaimana mungkin menikah dengan robot yang umurnya tidak terbatas dibandingkan dengan manusia yang umurnya terbatas. Tapi Isaac ternyata sudah memikirkan hal tersebut dan jawabannya sih menurut saya cukup romantis. Katanya, selain hidup bersama-sama dengan Claire sampai Claire tutup usia, Isaac akan menyertai keturunan Claire selama dia ada.

Oh ya, Claire ini ceritanya sudah punya 2 anak laki-laki dari pernikahan sebelumnya, jadi ya keturunan Claire yang dimaksud di sini tentu saja bukan keturunan Claire bersama Isaac. Jawaban Isaac ini tentu saja artinya Isaac memberikan jaminan kalau dia akan membantu, mengawasi, menjagai dan membersamai keturunan Claire walaupun Claire sudah tidak ada lagi. Romantis ga tuh?

Cerita Cinta tidak hanya di film saja

Apakah cerita cinta yang indah hanya ada di film saja? Tentu tidak, cerita cinta yang di film itu asalnya diadaptasi dari kisah cinta yang ada di sekitar kita. Tapi memang, cerita cinta di film seringnya dimulai dengan kemustahilan lalu berakhir bahagia selamanya. Padahal pada kenyataannya, itu kan bahagianya hanya sampai akhir filmnya, bisa saja ada hal-hal yang terjadi di kemudian hari yang menyebabkan cerita cintanya penuh masalah. Tapi kalau diteruskan bisa-bisa filmnya ga ada habisnya dan penonton bosan melihatnya.

Dalam kehidupan nyata, cerita cinta kita juga butuh usaha. Seperti halnya bangsa Moclan yang mungkin sempat ribut karena masalah tradisi, ataupun Isaac dan Claire yang cinta nya berawal dengan logika, tapi selama mereka mau berusaha untuk menjaga cinta yang mereka punya, kalau ada perbedaan pendapat, ya dicari penyelesaiannya dengan menempatkan apa yang menjadi prioritas bersama. Bahkan di film ini, kisah cinta Claire dan Isaac menjadi salah satu solusi untuk mencegah perang di alam semesta.

Dalam setiap cerita cinta, masalah akan selalu ada, tapi ya kita cari jalan keluar demi menjaga cinta bersama. Biasanya setelah melalui sebuah masalah, ikatan cintanya akan menjadi lebih kuat. Kalau yang menjaga cinta hanya satu orang saja bagaimana? Ini sih biasanya alamat bubar jalan. Karena cinta itu bukan sekedar romantisme ketika semua terlihat indah saja, tapi juga diuji dengan masalah yang perlu dihadapi bersama-sama.

Udah dulu deh ngomongin cerita cintanya, kalau pengen menonton serial The Orville, season 1 sampai 3 tersedia di Disney Hotstar.

mamah gajah ngeblog

2 thoughts on “The Orville S3 Finale: Cinta Itu Butuh Usaha

  1. Mamah Risnaaa, saya baru tahu ada serial The Orville ini. Menarik dan unik niy premisnya. 🙂

    Kok saya ngakak ya yang tradisi pernikahan bangsa Moclan, literally definisi kawin lari ya sepertinya. Ehehehe.
    ***

    Romantis sekali indeed Isaac ini kepada Claire. Total ya cintanya, sampai detail mau mencintai dan memikirkan untuk membersamai anak-anak Claire. Pasti klepek klepek dah ehehe.

    ***

Leave a Reply