Review Film: Everything Everywhere All at Once, Absurd dan Menghibur

Film Everything Everywhere All at Once yang release bulan Maret tahun 2022 ini menarik perhatian mulai dari judulnya. Nama bintang senior Michelle Yeoh juga menjadi daya tarik ekstra. Ketika melihat trailernya semakin yakin kalau film komedi drama yang absurd ini akan menghibur tanpa perlu banyak teori.

Kalau menurut KBBI absurd itu artinya tidak masuk akal alias mustahil. Jadi, yang perlu diingat ketika menonton film ini adalah: jangan memikirkan cerita film ini dengan logika. Karena film ini adalah film terabsurd tetapi sungguh menghibur yang pernah saya tonton. Nikmati saja sambil sedikit bernostalgia dengan beberapa scene dari film lain yang diplesetkan.

Trailer Everything Everwhere All at Once

Sebelum saya bercerita panjang lebar, coba tonton dulu trailer-nya. Kalau tidak menyukai jalan cerita absurd seperti yang ada di trailer, lebih baik tidak usah jadi menonton. Oh ya, sebenarnya kami sudah ingin menontonnya sejak melihat poster bioskop film ini, tapi akhirnya kami menonton film ini di HBO GO beberapa waktu lalu.

Plot Everything Everywhere All at Once

Ceritanya berpusat pada karakter Evelyn Wang yang diperankan oleh Michelle Yeoh. Evelyn Quan Wang menikah dengan Waymond Wang tanpa persetujuan ayahnya. Mereka memilih mengubah nasib dengan menjadi imigran di Amerika Serikat. Mereka membuka usaha laundry dan tinggal di bagian atas dari rumah tersebut.

Evelyn dan Waymond memiliki anak perempuan yang beranjak dewasa bernama Joy dan mulai agak berontak terhadap ibunya. Salah satunya karena dia merasa pilihan hidupnya tidak diterima oleh orang tuanya.

Awalnya mungkin ceritanya berjalan biasa saja. Ceritanya usaha laundry mereka diaudit oleh IRS. Selain itu juga, suami Evelyn ternyata mengajukan cerai. Sampai kemudian tiba-tiba semua berubah ketika Evelyn diberikan sebuah alat oleh seorang yang dia pikir suaminya, tapi ternyata Waymond dari Aplhaverse.

Perjalanan cerita langsung berubah, dari drama keluarga menjadi drama fantasi yang kemudian menunjukkan berbagai dunia Evelyn yang lain alias multiverse.

Poster Everything Everwhere All at Once

Bagian 1: Everything

Di saat Evelyn dan suaminya sedang berada di kantor IRS, dia mendapatkan sebuah alat yang katanya bisa digunakan untuk jump-verse. Alat yang terlihat seperti bluetooth headset tersebut bisa digunakan untuk berpindah ke universe lain. 

Evely Wong pertama kali jumpverse

Dengan adanya alat untuk jump-verse ini, Evelyn bisa melihat berbagai dunia paralel. Konon setiap pilihan hidup akan menyebabkan dunia yang baru. Dan di setiap dunia paralel ada versi dari setiap orang, termasuk Evelyn. Akan tetapi, setiap orang tidak selalu bernasib sama di semua dunia. Tentu saja, karena setiap pilihan akan menghasilkan keputusan yang berbeda dan membawa nasib yang berbeda.

Waymond bercerita tentang multiverse yang berada dalam ancaman Jobu Tupaki, versi dunia Alpha dari Joy, putri Evelyn. Jobu Tupaki telah menciptakan sebuah alat yang membuat dunia berubah dan terasa berbeda dan hidup semakin tidak nyaman dan terasa ada yang salah.

Misi Waymon dari Alphaverse adalah usaha untuk membawa semua kembali pada hal yang seharusnya dengan mengalahkan Jobu Tupaki. Evelyn sebagai ibu dari Jobu Tupaki diharapkan bisa menemukan cara mengalahkan Jobu Tupaki. Awalnya Evelyn menolak permintaan Waymond versi Alpha. Tapi ternyata ribuan Evelyn lain telah dibunuh oleh Jobu Tupaki dan harapannya ya tinggal pada Evelyn yang ini.

Penjelasan tentang berbagai dunia, misi Jobu Tupaki dan penyajian aksi berantem dari Evelyn dan Deidre si petugas pajak serta bagaimana dia bisa berpindah dunia ataupun mengakses kekuatan dari Evelyn versi dunia lain ditunjukkan dengan cara yang tentunya absurd tapi jadi lucu.

Semuanya ternyata disebabkan karena Jobu Tupaki meletakkan segala harapan, impian dan apapun yang dia miliki pada satu benda dan sampai pada kesimpulan kalau tidak ada yang berarti di dunia ini. Akhirnya dia merasa semuanya malah jadi hampa.

Bagian 2: Everywhere

Evelyn yang bisa melihat berbagai versi dirinya dan mengakses kemampuan dirinya yang lain membuat film ini terasa semakin absurd. Ada beberapa bagian di mana Evelyn diperlihatkan menjadi ahli kungfu, punya tangan seperti sosis dan juga sebagai artis yang tentu saja mengingatkan kita dengan karakter asli Michelle Yeoh.

Dari perjalanan jump-verse, akhirnya Evelyn ditunjukkan kembali ke universe aslinya. Dia mengkonfrontasi anaknya Joy, karena dia tahu Joy di dunia lain menjadi Jobu dan Jobu bisa berada di semua universe pada saat yang sama.

Berbagai versi Evelyn Wong

Waymond suaminya meminta Evelyn dan Jobu berhenti bertikai dan lebih saling mengayomi. Evelyn akhirnya mulai memperbaiki kerusakan di dunianya yang lain, walaupun berada pada dunia yang mana semuanya tidak terasa masuk akal.

Koreografi dari pertarungannya semakin menarik untuk disimak. Perpindahan scene dari berbagai versi Evelyn dan anggota keluarganya juga membuat film ini terasa unik. Di bagian ini akan terlihat kalau ceritanya bukan hanya absurd semata. Kalau dialog dan narasinya disimak dengan seksama, ada banyak pesan yang ingin disampaikan oleh film ini tentang hubungan di dalam keluarga dan tentang pengambilan keputusan dalam hidup.

Bagian 3: All at Once

Bagian ini merupakan penutup cerita dan hanya beberapa menit saja. Seandainya saya tuliskan hanya akan menjadi spoiler. Sebenarnya daya tarik dari film ini bukan hanya cerita yang absurd, tapi penggambaran dari segala hal yang absurd. Berbeda dengan film fantasi lainnya yang suka menggantung, film dengan durasi 133 menit ini menuntaskan semua konflik yang ada termasuk urusan laporan pajak ke IRS.

Pelajaran dari film ini

salah satu dunia yang absurd, jarinya kayak sosis

Walaupun film ini absurd, tentu saja akan ada pelajaran yang bisa didapatkan. Misalnya saja:

Cerita semakin absurd semakin menarik

Cerita absurd itu bisa menghibur asal dieksekusi dengan baik. Imajinasi seluas-luasnya, dan walaupun di dalamnya bisa diselipkan berbagai protes sosial, tetap bisa terasa sebagai komedi saja. Konsep multiverse memperkaya cerita absurd.

Menggunakan aktris senior itu bisa menjadi inspirasi karakternya di multiverse. Namanya aktris senior, tentu saja dia sudah memerankan berbagai karakter yang cukup membuat kita ingat dengan perannya di film-film lainnya. Tapi, perlu juga menambahkan imajinasi karakter baru, aktris senior tidak ada masalah menjadi karakter seaneh apapun, karena mereka sudah punya nama dan gak perlu terlalu jaim lagi.

Ini seperti jati diri Michelle Yeoh, artis sekaligus jago bela diri

Hubungan dalam keluarga

Pelajaran terpenting dari film ini adalah tentang hubungan dalam keluarga, dan bagaimana keputusan yang pernah kita ambil bisa membawa kita ke hidup kita sekarang. Bagaimanapun nasib kita sekarang, hari esok masih bisa diperbaiki berdasarkan apa yang kita lakukan hari ini.

Diceritakan dalam berbagai dunia, keluarga Evelyn selalu sama saja. Ada ayahnya, ada suaminya dan ada anaknya. Apapun keputusan yang dia ambil, apapun keahlian yang dia miliki, bagaimanapun bentuk jarinya, ternyata hidupnya akan selalu ada Waymond dan anaknya Joy.

Seseorang bisa memilih menjadi apa pun di mana pun, tapi lebih penting juga menghargai waktu yang terbatas bersama orang yang dipilih menghabiskan waktu bersama.

Seorang Ibu menyelamatkan multiverse

Evelyn Wang yang menjadi tokoh utama cerita ini bukan seorang yang jago kungfu, bukan pula aktris. Dia adalah Evelyn Wang yang menjadi seorang istri yang membantu usaha laundry suaminya dan seorang ibu yang mengerti anaknya, Joy. Evelyn Wang versi dunia inilah yang menjadi harapan terakhir untuk menyelamatkan multiverse.

Oh ya, film ini bukan untuk ditonton bersama anak-anak, karena film dengan durasi 140 menit ini komedinya agak dark dan juga penggunaan bahasa yang kurang baik dan ada beberapa bagian yang perlu pendampingan. Buat remaja sih bolehlah, tapi tentunya perlu siap-siap menjelaskan hal yang sebaiknya tidak ditiru terutama karena ada beberapa adegan berantem/ kekerasan yang agak nyeleneh.

Review film ini dituliskan untuk meramaikan Tantangan Blogging mamah Gajah Ngeblog bulan November 2022, yang merupakan tantangan terakhir di tahun 2022 ini.

6 thoughts on “Review Film: Everything Everywhere All at Once, Absurd dan Menghibur

  1. Wah… tampaknya seru nih film ini. Cuma bisa diakses di HBO Go ya? Hadeuw… nggak langganan. Baca review-nya aja sudah seru kok, tapi pasti lebih seru kalau bisa nonton sendiri ya, apalagi ada jaminan artis senior Michelle Yeoh. Kabita nontonnnn. Terima kasih untuk info review filmnya, Teh Risna.

  2. Hooo.. gitukah? Di dimensi manapun suami kita sama? *Kirain bisa jadi istri Brad Pitt di dunia lain wkwkwkkwkww, atau jadi istrinya Hyun Bin 😀

    Tapi dari cover filmnya aja udah tergambar ya semuanya njelimet banget. Ini beneran film yang ‘di luar nalar’ 😀

  3. Ahahahaha fix ini mah film “Everything Everywhere All at Once” bakal bikin saya ngakak kayanya. Absurd seabsurd-absurd-nya.
    Sudah lama pula saya tidak menonton filmnya Michelle Yeoh, keren euy beliau masih berkarya ternyata.:)

    Coba ah nanti minjem login HBO-nya Pak Suami buat nonton ini. Terima kasih informasinya ya Mamah Risna 🙂

Leave a Reply