Review Buku: Ganjil Genap

ganjil genap

Buku Ganjil Genap karya Almira Bastari ini merupakan buku karyanya ke-2 yang saya baca. Dulu saya membaca buku Resign! di ipusnas. Buku Ganjil Genap ini juga sekarang bisa dibaca di ipusnas, gramedia digital atau didengarkan di Storytel.

Buku setebal 344 halaman dengan genre metropop ini saya dengarkan di Storytel tentunya. Lumayan buat didengarkan sambil cuci piring. Iya, walau lagi liburan namanya cuci piring tetap harus dilakukan toh. Lumayanlah dalam waktu 3 hari saya berhasil menyelesaikan mendengarnya dan bisa disetorkan buat maksakeunmaca.

Sinopsis Cerita

Cerita buku Ganjil Genap ini mengambil tokoh seorang wanita bernama Gala yang setelah pacaran selama 13 tahun dengan Bara, diputusin alih-alih diajak nikah. Pacaran selama 13 tahun dan kebutuhan untuk gantian antar jemput karena kehidupan di Jakarta dengan aturan plat mobil Ganjil dan Genap membuat Gala jadi kalang kabut.

Tentunya urusan naik mobil ganjil genap masih bisa diatasi dengan naik taksi atau nyari teman lain buat gantian antar jemput, tapi urusan mencari kekasih hati yang tiba-tiba memutuskan disaat usia menjelang 30 tahun tentunya bikin Gala jadi kelabakan. Apalagi adiknya yang masih berusia 22 tahun tiba-tiba memutuskan untuk segera menikah dengan pacarnya.

Pencarian pacar dan usaha mencari orang yang menggenapi hidup yang ganjil dilakukan dengan membuka mata selebar-lebarnya mencari peluang pria manakah yang serius ngajak nikah dan bukan pacaran doang.

Kalau dari ceritanya, walaupun Gala sepertinya susah mencari pengganti Bara, tapi sesungguhnya ada banyak pria yang tertarik padanya. Tapi tentunya harus ada dilema-dilema yang ditampilkan supaya ceritanya ada dan ga langsung berakhir. Apakah diakhir cerita ini Gala akan menemukan pengganti Bara? Atau malahan dia akan balik lagi ke Bara, karena sesungguhnya alasan putusnya juga nggak terlalu jelas dari Bara.

Hal Menarik dari Buku Ganjil Genap

Ada banyak orang yang akan merasa relate dengan kisah dalam buku ini (tapi bukan saya). Pastinya ada saja orang yang setelah pacaran terlalu lama akhirnya jadi sangat mandiri dan tidak ada lagi ekspektasi dan romantisme. Semuanya hanyalah penerimaan saja akan pasangan dan pikiran bahwa mereka pasti akan menikah.

Faktanya ketika Gala diputuskan, akhirnya Gala jadi menyadari ada banyak hal yang sudah autopilot dalam hubungannya dengan Bara dan sesungguhnya tidak sehat kalau dipaksakan diteruskan ke jenjang pernikahan.

Walaupun awalnya dia merasa kelabakan jelang 30 masih jomblo, di buku ini Gala digambarkan berusaha menantang dirinya sendiri belajar hal baru sembari usaha mencari pacar.

Buat wanita yang masih jomblo dan sedang mencari, mungkin bisa belajar dari Gala untuk belajar buka mata di sekitar. Karena jodoh itu sebenarnya tidak jauh kok, pasti ada di sekitar kita, tapi masalahnya sudah ketemu atau belum saja. Tidak perlu juga sampai cari jodoh di dukun ya.

Bacaan ringan dan cukup menghibur walaupun judulnya tidak terlalu menggambarkan isi ganjil genap dan hanya seperti asal mula prahara hidup Gala saja. Tapi ya judulnya memang jadi terlihat menarik dan pastinya bikin orang-orang yang hidup di Jakarta dan mengalami masalah Ganjil Genap bisa relate dengan ceritanya.

Ya udah gitu aja, nggak pengen spoiler banyak-banyak. Oh ya, poin plus dari buku ini ada sedikit penjelasan tentang belajar menyelam. Kalau kamu tertarik belajar menyelam, mungkin bisa baca buku ini biar dapat sedikit banyak gambaran tentang kelas menyelam.

Selamat membaca!

Leave a Reply