Mengenal Hari Ibu International, Indonesia dan Thailand

mothers day

Selamat Hari Ibu Internasional!

Tahukah kamu, hari Minggu 8 Mei 2022, diperingati sebagai hari ibu internasional? Sebenarnya disebut hari ibu internasional karena ada beberapa negara yang memperingati hari ini sebagai hari ibu. Tapi sebagai orang Indonesia yang tinggal di Thailand, dalam setahun saya melihat ucapan selamat hari Ibu sebanyak 3 kali. Banyak ya! Terus, hari ibu mana yang saya rayakan? Dan apa yang saya lakukan di hari Ibu?

Lain padang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Ada 3 hari ibu tapi masing-masing punya cerita masing-masing. Kalau ditanya, saya merayakan hari Ibu yang mana, saya sendiri tidak bisa menjawabnya. Bukan karena saya tidak mendapatkan ucapan apapun dari anak-anak ataupun dari suami, tapi ya pada dasarnya setiap hari juga saya tetap menjadi Ibu kan?

Daripada bingung, saya memilih untuk mencari tahu cerita yang melatar belakangi masing-masing hari ibu yang saya kenal. Apa sih yang mereka ingin sampaikan saat pertama kali mencetuskan perayaan hari Ibu?

Hari Ibu Internasional, Hari Minggu ke-2 di bulan Mei

Memory dari FB tahun 2011

Di Thailand ada banyak sekali komunitas orang asing. Saya baru tahu soal hari Ibu Internasional ini sekitar tahun 2011. Ceritanya di gereja ada pemberian melati untuk semua wanita yang ada dalam rangka hari Ibu. Terus sampai di rumah, saya dapat kartu begini di Facebook yang dibuat suami (ini diingatkan oleh FB).

Cerita tentang hari Ibu internasional ini baru saya ketahui beberapa waktu lalu. Ternyata perayaan ini dimulai oleh seorang wanita yang bahkan tidak menikah, untuk memperingati kematian ibunya.

Anna Maria Jarvis, merupakan penggagas perayaan hari Ibu Internasional yang dimulai di Amerika. Dia terinspirasi dari ibunya yang pernah berharap akan adanya hari untuk memperingati jasa dari seorang ibu yang tidak kenal lelah. Anna memulai gerakan ini di tahun 1908, sekitar 3 tahun setelah ibunya meninggal. Dia ingin memperingati jasa ibunya yang sudah membesarkannya sampai dia kemudian menjadi orang yang sukses. Anna juga merawat ibunya ketika sakit dan sampai meninggal dunia.

Peringatan hari Ibu Internasional pertama kali dimulai seiring dengan peringatan Anna akan ibunya. Dia berhasil membuat banyak orang menerima perlunya memperingati jasa seorang ibu. Pada hari peringatan pertama tersebut, sekitar 500 orang yang hadir menggunakan bunga carnation putih sebagai lambang sosok seorang ibu.

Its whiteness is to symbolize the truth, purity and broad-charity of mother love; its fragrance, her memory, and her prayers. The carnation does not drop its petals, but hugs them to its heart as it dies, and so, too, mothers hug their children to their hearts, their mother love never dying. When I selected this flower, I was remembering my mother’s bed of white pinks.

bunga Carnation sebagai simbol Ibu

Akan tetapi, bertahun-tahun kemudian, perayaan hari Ibu menjadi sesuatu yang dikomersialisasikan dan hanya memperkaya industri bunga dan kartu yang menaikan harga bunga dan kartu setiap tahunnya. Hal ini membuat Anna Jarvis di tahun 1943 membuat petisi untuk membatalkan perayaan hari Ibu, akan tetapi usahanya untuk mengembalikan makna peringatan hari Ibu dikalahkan oleh kondisi ekonominya.

Ironisnya, sebelum meninggal, dia tinggal di sebuah Sanitarium dan semua biayanya ditanggung oleh industri bunga dan kartu ucapan. Di tahun 1948, Anna Jarvis meninggal dan akhirnya usaha membatalkan hari Ibu pun berhenti. Sampai sekarang, setiap hari Minggu ke-2 di bulan Mei, diperingati sebagai Hari Ibu Internasional.

Hari Ibu di Thailand, Setiap 12 Agustus

Hari Ibu di Thailand awalnya dikenalkan tanggal 15 April 1950, akan tetapi di tahun 1976, Hari Ibu diubah ke tanggal 12 Agustus untuk memperingati hari ulang tahun Ibunda Ratu Sirikit, Ibu dari semua orang Thai.

Hari Ibu di Thailand secara tradisonal adalah hari di mana anak-anak akan sungkem dan memberikan bunga melati ke ibunya. Bunga melati sebagai perlambang kesucian dan kelembutan yang putih dan wangi sebagai gambaran sosok Ibu.

Berbeda dengan perayaan hari Ibu di Amerika, di Thailand hari Ibu merupakan hari libur nasional. Tempat-tempat wisata dan restoran akan memberikan potongan harga khusus untuk ibu, supaya anak-anak bisa menikmati hari itu dengan ibunya.

Jadi biasanya, di Thailand, setiap tanggal 12 Agustus, saya bisa dapat bunga atau diskon khusus. Pernah suatu kali, ketika belanja senilai sekian baht, saya mendapatkan hadiah pohon melati. Pohon itu masih ada sampai sekarang, padahal waktu itu kebetulan saja saya sedang butuh beli popok buat anak-anak, bukannya karena pengen punya pohon melati, hehehe.

Hari Ibu di Indonesia, Setiap 22 Desember

Kalau hari Ibu Internasional dan hari Ibu di Thailand pertama kali dicetuskan benar-benar untuk merayakan motherhood, di Indonesia hari Ibu itu dirayakan pertama kali pada pembukaan ulang tahun ke-25 Kongres Perempuan Indonesia di tahun 1928. Menurut Wikipedia, tanggal 22 Desember tersebut dipilih untuk merayakan semangat wanita Indonesia untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara. Kongres itu sendiri dimaksudkan untuk meningkatkan hak-hak perempuan di bidang pendidikan dan pernikahan.

Jadi pada mulanya hari Ibu di Indonesia dimaksudkan Ibu bukan sebagai ibu dari anak, tapi Ibu sebagai panggilan untuk wanita yang sudah berumur (biasanya sudah usia menikah). Akan tetapi, perayaan hari Ibu akhirnya bergeser menjadi perayaan untuk kaum Ibu dengan hadiah dari anak (dan suami), selain perlombaaan kemampuan ibu-ibu seperti memasak dan memakai kebaya.

Karena saya sejak menjadi Ibu tinggal di Indonesia, saya tidak tau seperti apakah perayaan hari Ibu di Indonesia. Kalau seingat saya, waktu saya masih kecil, di hari Ibu saya hanya mengucapkan selamat hari Ibu ke mama saya, tapi ya tidak ada perayaan apa pun.

Di Indonesia, hari Ibu memang ditetapkan sebagai hari Nasional, tapi bukan hari libur. Jadi sepertinya, dari 3 hari ibu yang saya kenal, satu-satunya negara yang hari Ibu nya itu benar-benar dirayakan untuk kaum Ibu dalam arti Ibu dari anak-anak hanya di Thailand.

(Si)Apa yang dirayakan di Hari Ibu?

Setelah mengetahui latar belakang yang berbeda dan 3 cerita dibalik perayaan hari Ibu, saya malah jadi punya beberapa pertanyaan:

  • Apa yang dirayakan di Hari Ibu?
  • Apakah Ibu adalah yang sudah punya anak?
  • Ataukah Ibu yang aktif berorganisasi dan meningkatkan hak di bidang pendidikan dan pernikahan?
  • Apakah perempuan yang belum atau tidak menikah tidak berhak merayakan hari Ibu?
  • Siapakah yang dirayakan di Hari Ibu?

Kalian merayakan hari Ibu? Punya cerita tentang apa yang ingin kalian rayakan di hari Ibu?Halah jadi tambah banyak pertanyaan. Sepertinya tulisannya sampai di sini saja deh sebelum membuat pembaca ikutan bingung, hehehe.

7 thoughts on “Mengenal Hari Ibu International, Indonesia dan Thailand

  1. Hari Ibu di Prancis di hari Minggu terakhir bulan Mei. Tapi ya tetep, nggak ngapa2in sesudah anak2 selesai SD. Kl di SD sih mereka bikin prakarya buat kado gitu, di sekolah… ?

  2. Di Malaysia kami menganut paham Hari Ibu Internasional yang bulan Mei. Dulu juga aku ngga tahu soal Hari Ibu ini, lalu tiba-tiba Cici pulang dari sekolah bawa kartu ucapan, Happy Mothers Day, lalu ada Mothers Day assembly segala (jaman sebelum covid), yang anak-anak pada pentas, lucu.

    Aku di rumah ga ngapa-ngapain, suami juga ga aware haha, tapi memang tiap Hari Ibu bulan Mei semua WA group sibuk, kirim ucapan, dan senangnya aku masih kebagian kado dari Cici, tahun ini dapat “voucher service” gitu, dapat banyak. Ada voucher massage, breakfast in bed, hug etc 😀

  3. Ternyata macem macem banget ya background perayaan hari ibu ini. Baru tau, saya juga ga begitu aware dengan hari ibu ini, biasanya memang suka ada prakarya dari anak yg dibiki di sekolah, yg diberikan ke ibunya masing masing pada saat hari ibu.

  4. Walah baru tau tentang sejarah hari ibu. Ternyata maknanya sudah bergeser jauh ya. Sekarang memang jadi komersil memang hari ibu ini. Sepertinya paling otentik makna dan tradisinya malah yang di Thailand ya. Walaupun mungkin tanggalnya bisa berubah-ubah sesuai ulang tahun siapa yang mau dirayakan.

  5. Kadang iya, hari besar jadi ajang komersial dan jualan :)) jadilah bisa jadi akal2an pedagang. Tapi menarik tahu background hari Ibu macam2 di dunia. Seperti di Thailand juga. Seru sekali dapat diskon tiap hari Ibu

  6. Waah menarik banget latar belakang semuanya. Aku udah lama engga merayakan hari ibu karena bingung mau di tanggal berapa, jadi mau sayang-sayangan sama mamah yaa kapan aja hehe. Jadi kepengen ke Thailand pas hari Ibu deeh

  7. Bukan karena saya tidak mendapatkan ucapan apapun dari anak-anak ataupun dari suami, tapi ya pada dasarnya setiap hari juga saya tetap menjadi Ibu kan?

    wkwkwkwkwk.. nancep banget ini hihihi.. kami di sini merayakan hari ibu karena si eneng aja yang yaaa kepengen romantis2 kek gitu, itu juga baru mulai belakangan ini pas dia udah agak gede. Yang laki-laki sih lempeng aja nggak merasa ada kepentingan kekkeke (perih)

Leave a Reply to restueka Cancel reply