Review Buku: George and the Unbreakable Code

review george and the unbreakable code

Sebenarnya saya selesai membaca buku ini kemarin, tapi baru sempat menuliskan reviewnya hari ini. Senang deh ikutan grup yang memaksakan diri membaca, bukan saja dapat menyelesaikan buku yang sudah lama ingin dibaca, tapi juga ada bahan menulis setiap hari, hehehe. Mudah-mudahan saja pengunjung blog ini tidak bosan dengan tulisan seputar buku, tenang saja, masih akan ada tulisan selain tentang buku.

Tulisan tentang hal-hal teknis terkait hobi masih akan hadir di blog ini, tapi karena butuh waktu lebih lama menulisnya, jadilah agak jarang tayangnya, hehe. Yuk sekarang kita membahas review buku karangan Lucy Hawking yang dibantu juga oleh ayahnya Stephen Hawking, sang ilmuwan yang terkenal dengan bukunya A Brief History of Time.

Untuk yang ingin membaca tentang kesan awal dari buku ini, bisa baca tulisan sebelumnya ya, di tulisan ini saya akan menuliskan review dalam arti kesan menyeluruh terhadap buku ini.

Imajinasi berdasarkan berbagai teknologi terkini

Buku ini sudah jelas fiksi. Tapi berbeda dengan fiksi lainnya di mana pembaca harus mencari informasi tambahan sendiri atau bahkan bisa saja “tertipu”, di buku ini dilengkapi berbagai informasi terkait teknologi yang disebutkan dalam cerita.

Sebut saja tentang hacking, super komputer, asal usul kehidupan, bahkan ada penjelasan tentang 3D printer untuk membuat robot.

Di dalam ceritanya, ada usaha dari tokoh jahatnya untuk membuat pasukan robot dengan menggunakan 3D printer. Tapi di dalam buku ini dijelaskan juga kalau untuk membuat robot dengan 3D printer saja tidak cukup. Karena untuk saat ini, selain kecepatan mencetak masih sangat lambat dan terbatas ukurannya, yang bisa dicetak itu berbahan plastik. Sedangkan dalam sebuah robot, tentu saja dibutuhkan mesinnya juga, bukan hanya kerangkanya saja.

Setidaknya, saya tidak jadi protes karena ada penjelasan tentang 3D printer ini. Karena saya sudah pernah melihat cara kerja 3D printer, saya sempat merasa cerita ini terasa sekali mengada-ada nya. Tapi ya namanya juga fiksi ya. Mungkin saja suatu. hari di masa depan, memang bisa menciptakan robot dengan mudah dan bisa lebih cepat untuk menciptakan pasukan robot.

Ada bagian cerita tentang komputer di masa lalu juga

Selain menceritakan teknologi terkini, buku ini juga berusaha menceritakan bagaimana kalau teknologi atau gadget yang serba terbaru dan canggih mengalami gangguan karena ada yang menghack sistemnya. Salah satu cara di buku ini menyelesaikan masalah ternyata menggunakan komputer generasi sebelumnya, yang masih berupa versi pertama. Jadi secara fungsi dia bisa melakukan hampir semua yang dilakukan super komputer terbaru, tapi secara fisik, masih banyak hal yang menggunakan teknologi sebelumnya, termasuk belum bisa mengeluarkan suara dan hanya mengeluarkan instruksi di kertas.

Untuk anak yang tertarik dengan teknologi, atau orang dewasa juga, cerita ini akan menarik karena berbeda dengan fiksi petualangan biasa. Tidak usah kuatir juga kalau ceritanya akan menggunakan banyak bahasa sulit, karena pada dasarnya semua dijelaskan lagi kok.

Jadi siapa orang jahatnya, dan apakah misi George dan Annie berhasil?

Nah, ini tuh bagian spoiler cerita ya. Sebenarnya sebelum sampai ke siapa orang jahatnya, pastilah akan ada pertanyaan apa yang menjadi motifnya. Kenapa ada orang yang kepikiran buat mengeluarkan uang di ATM, kenapa semua tiket digratiskan, dan kenapa semua barang di supermarket digratiskan. Itu tuh sepertinya harapan dari banyak orang ya, kalau uang itu bisa didapatkan dengan mudah, dan semua yang kita mau juga bisa didapatkan dengan gratis.

Tapi, setelah semua itu diberikan dengan mudah, listrik yang merupakan kebutuhan utama jaman sekarang ini tiba-tiba mati. Kebayang ya, kalau gak ada listrik, banyak hal akan terganggu dan akhirnya malah bisa jadi orang jadi “rusuh”.

Nah, saya nggak mau kasih tau siapa yang jahatnya, tapi saya mau komen sedikit tentang motivasi orang tersebut melakukan semua itu. Katanya sih, dia itu orang kaya tapi tak bahagia, jadi dia ingin mencari sesuatu untuk membuatnya bahagia.

Haduh, penjelasan bagian ini tuh sungguh jauh dari motivasi teknologi ya, hahahaha…

Tentang George dan Annie, saya tetap merasa mereka anak yang tidak mau mendengarkan orangtua dan merasa jagoan dan pintar. Sepertinya, karena ini bukan buku pertama, dan mereka sudah pernah berpetualang berdua, mereka merasa paling berani dan paling jago deh. Padahal seandainya bagian ini diceritakan ada seorang dewasa yang mendampingi mereka, ceritanya bakal terasa lebih masuk akal.

Tapi, ya namanya juga fiksi untuk pembaca remaja. Kebanyakan anak remaja mungkin lebih suka kalau diceritakan mereka bisa mandiri tanpa orang dewasa yang suka banyak aturan, hehehe. Jadi pembaca pasti dianggap akan mengerti kenapa George dan Annie begitu.

Penutup

Masih ada 5 buku lain karya Lucy dan Stephen Hawking untuk seri George dan Annie ini. Kira-kira ceritanya bakal mirip-mirip nggak ya. Mungkin bulan depan bisa mencoba membaca salah satu dari 5 buku yang belum dibaca ini, tapi bulan ini saatnya mencari buku non fiksi berikutnya.

Ada rekomendasi buku bacaan non fiksi untuk dibaca? Tinggalkan komen ya.

Leave a Reply