Gell-Mann Amnesia Effect dan Film

https://etherplan.com/2019/07/20/an-explanation-of-the-gell-mann-amnesia-effect/8326/

Sebelum cerita apa itu Gell Mann Amnesia Effect, saya mau cerita dulu pengalaman saya membaca review film setelah menonton film India Tamil Meenakshi Sundareshwar. Saya merasa film itu cukup menarik dan menghibur. Dari melihat trailernya saja saya sudah terhibur dan bahkan jadi mencari tahu tentang budaya India yang disebut-sebut dari film ini.

Menurut saya, film ini cukup berhasil membuat saya tertarik dengan budaya India. Tapi, ketika saya mencoba mencari tahu di internet, ternyata lebih banyak kritikan daripada pujian dari film ini. Apa pasal? Katanya film ini sangat tidak akurat dalam menggambarkan kebudayaan India Tamil. Sejauh ini saya menemukan lebih banyak artikel kritik daripada pujian, sejelek itukah? Saya jadi teringat dengan Gell-Mann Amnesia Effect.

Gell-Mann Amnesia Effect

Fenomena ini pertama kali didiskusikan oleh seseorang bersama Michael Crichton dengan Murray Gell-Mann seorang peraih Nobel di bidang fisika untuk mendeskripsikan efek melupakan sesuatu karena kita tidak mengerti fakta sebenarnya. Ini bukan masalah selera, tapi lebih ke penerimaan akan sesuatu ketika kita tidak mengerti bidang tersebut.

Penjelasan Gell-Mann Amnesia Effect sih awalnya dicontohkan ketika kita membaca koran, misalnya ketika seorang dokter yang mengerti medis membaca artikel yang tidak benar akan protes dan ketika dia membalik halaman berikutnya katakan lah kolom politik Internasional yang mungkin saja tidak dia kuasai dan dia akan merasa berita itu akurat. Jadi ketika membalik halamannya seketika melupakan betapa tidak akuratnya berita di surat kabar tersebut tapi menerima saja berita yang tidak dia kuasai.

gell-mann amnesia effect

Mungkin contoh yang saya alami tidak persis dengan Gell-Mann Amnesia Effect, tapi cukup mirip. Saya tidak mengerti dengan budaya India, jadi buat saya hiburan film India yang saya tonton sudah cukup baik dan menghibur, tapi ternyata untuk orang India yang melihat budaya mereka difilmkan dengan tidak akurat, film ini jelas langsung menuai kritik. Apakah ini berarti filmnya jelek? Sepertinya jelek buat yang tahu faktanya, tapi buat saya sih bagus aja kok.

Menikmati Hiburan Tergantung Pengetahuan Kita

Ternyata selain selera, pengetahuan kita akan suatu bidang juga mempengaruhi apakah kita bisa menikmati sesuatu atau tidak. Saya jadi teringat dengan film Sweet and Sour yang menjelaskan Hepatitis B tidak sepenuhnya benar dan membuat penlaian keseluruhan film itu berkurang.

Kalian pernah tidak merasa sebuah buku yang dibaca atau film yang ditonton jadi berkurang nilainya karena ada hal yang tidak sesuai dengan fakta atau pengetahuan yang dimiliki? Bisa kebayang kenapa para dokter tidak mau menonton serial yang bercerita tentang dokter, selain mungkin mereka sibuk ga sempat nonton, pastilah bakal gemes kalau melihat ada hal-hal yang mendeskripsikannya terlalu disederhanakan atau dibuat mengada-ada.

Tapi sebenarnya, saya suka kalau misalnya ada film asing yang menuliskan ada lokasi di Indonesia atau menggunakan bahasa Indonesia. Biasanya saya akan berusaha mendengarkan apakah penggunaan bahasa Indonesianya sudah benar, atau di manakah lokasi Indonesia yang disebutkan. Kalau misalnya bahasa Indonesianya bisa dimengerti atau jelas diucapkan, sedikit banyak nilai film itu bertambah di mata saya.

Menerima karya fiksi apa adanya

Pada akhirnya, ketika memilih buku atau film untuk dinikmati, kalau ada kesalahan atau kekurang akuratan sedikit dari fakta yang kita tahu, ya diterima saja dan nikmati jalan cerita secara utuhnya. Tapi kalau kesalahannya fatal, ya udah deh nggak usah dilanjutin daripada malah jadi kesel alih-alih dari terhibur.

Tapi kalau berita di media, tentu saja penting memilih media yang hanya memberitakan yang akurat. Termasuk tulisan di blog, kalau tulisannya tidak akurat, bisa membuat pembaca kabur tak kembali lagi.

Kalian pernah tidak meraskaan Gell-Mann Amnesia Effect? Yuk cerita di komentar.

One thought on “Gell-Mann Amnesia Effect dan Film

  1. sering, mungkin karena aku bawel dan suka sok tahu ya haha. Contohnya pas nonton film 5 cm, kesel banget nontonnya, ampe sepanjang nonton (di bioskop) komentar terus.

    Baru tahu itu namanya gell-man amnesia effect

Leave a Reply