review netflix movie wall to wall

K-Movie: Wall to Wall, Tetangga oh Tetangga

Buat yang mencari tontonan thriller psikologi dari Korea, coba deh tonton film Netflix “Wall to Wall” yang tayang sejak bulan Juli 2025 yang lalu. Saya sebenarnya sudah menontonnya langsung setelah melihat trailernya, karena saya jadi teringat dengan pengalaman hidup pernah tinggal di apartemen waktu awal tinggal di Chiang Mai.

Cerita film Wall to Wall ini ide utamanya dari bagaimana tipisnya dinding apartemen yang membuat penghuni bisa mendengar banyak suara berisik dari atas bawah ataupun samping. Tetapi ide ini berkembang karena semua penghuni jadi seperti saling menuduh siapa penyebab suara berisik. Nah, apakah memang dinding apartemennya benar-benar setipis itu? Atau sebenarnya ada faktor lain yang membuat keributannya seperti jadi terror untuk hampir setiap penghuni?

Untungnya sih ketika tinggal di apartemen, walau hanya menyewa, saya tidak mengalami apa yang dialami Woo Sung (diperankan oleh Kang Haneul), tokoh utama dalam film Korea “Wall To Wall” ini.

Drama ini semakin menarik setelah melihat ada Yeon Hye-ran yang saya ingat juga main bareng Kang Haneul di Kdrama When the Camelia Blooms (2019)

Kehidupan bertetangga di apartemen

Cerita bermula di masa pandemi covid baru usai. Saat itu ada 2 pilihan investasi yang banyak dijadikan pilihan para pekerja yang tinggal di Seoul. Pilihan pertama membeli apartemen dengan cara cicilan bulanan, pilihan lainnya investasi di crypto coin.

Woo Sung punya angan-angan tinggal di Seoul dengan istrinya kelak, maka dia memilih investasi yang pasti-pasti saja yaitu dengan memiliki tempat tinggal. Asumsinya, dia dan calon istrinya akan bekerjasama membayar cicilan apartemennya.

Impian Woo-Sung punya apartemen terwujud, tetapi bertahun-tahun kemudian ternyata upaya membayar cicilan tidak semulus yang dibayangkan. Dia putus dengan pacarnya, dan harus melanjutkan membayar cicilan sendiri. Gaji bekerja di kantor dari 1 orang tidak cukup untuk membiayai hidup di apartemen. Dia harus ambil kerja tambahan delivery makanan dengan sepeda. Dia juga masih harus berhemat dengan biaya listrik dan air.

Basah habis delivery makanan, sampai rumah gelap-gelapan supaya hemat bayar listrik

Setelah lelah bekerja di kantor dan juga antar makanan, tokoh utama yang tinggal di lantai 14 tersebut tidak bisa beristirahat dengan tenang. Setiap subuh ada suara handphone yang bergetar dari kamar di atas unitnya. Belum lagi terkadang ada berbagai suara berisik seperti sedang bertukang. Ada lagi suara anjing yang sesekali menyalak.

Sudahlah dia lelah dan terganggu, dia juga masih mendapat banyak keluhan dari tetangga yang ada di lantai bawahnya. Tetangga lantai bawah ini keluarga dengan 2 anak yang sedang menghadapi ujian. Setiap kali dia pulang ke rumah, dia selalu mendapat tempelan post-it note keluhan keributannya. Dia juga mengeluhkan keributan tersebut berasal dari lantai atasnya, tapi setiap kali tidak ada hasil dari keluhan tersebut.

Setiap hari dapat komplain dari tetangga di bawah unitnya.

Suatu hari karena kesal, dia mengetuk pintu lantai 15 yang berada tepat di atas unitnya. Orang yang tinggal di tempat tersebut juga seorang pria yang hidup seorang diri bernama Jin-ho (diperankan oleh Seo Hyun-woo) yang kemudian mengatakan kalau dia juga mendengar suara berisik dan mengajak bersama-sama memeriksa lantai-lantai berikut di atas sampai ke Penthouse yang ditempati oleh Eun-hwa (Yeom He ran). Hasilnya? Tetap saja tidak diketahui siapa sebenarnya yang membuat keributan. Setidaknya belum.

Investasi Properti atau Crypto?

Dalam cerita Wall to Wall ini, Woo Sung punya seorang teman yang memilih jalur investasi melalui crypto coin. Ya seperti halnya di dunia kita saat ini, generasi dulu lebih memilih investasi ke properti, sedangkan untuk generasi yang lebih muda memilih yang lebih cepat dan jelas seperti crypto coin.

Dalam film ini tidak disebutkan jenis mata uangnya, tetapi seorang teman Woo Sung menceritakan kalau dia dapat info tentang kenaikan mata uang tertentu sampai dengan 800 persen setelah sebelumnya nilainya turun drastis. Temannya memberitahukan tanggal dan waktu persisnya kapan dia harus mulai membeli dan kapan harus menjual.

Woo Sung yang mulai merasa terganggu dengan keributan yang ada di apartemennya dan juga tidak adanya tindakan dari pengelola gedung membuatnya mulai mempertimbangkan beralih ke investasi crypto saja. 

Mulai tergoda crypto coin

Akhirnya karena dia sudah tidak tahan lagi dengan kondisi hidupnya yang tinggal di apartemen tapi harus berhemat biaya listrik untuk penerangan ataupun AC, dia mengikuti anjuran temannya untuk menjual apartemennya dan menggunakan uang itu untuk membeli crypto.

Tetapi karena dia sudah mendekati batas waktu pembelian crypto sebelum nantinya akan semakin naik, dia tentunya harus menjual apartemennya dengan cepat. Namanya menjual cepat, tentu saja dia harus menjual dengan cukup murah. Lagipula mana ada sih yang bisa membeli apartemen dengan cepat selain orang-orang yang memang sudah punya properti yang banyak di tempat tersebut.

Woo Sung bertemu pemilik penthouse yang ternyata membeli sebagian besar properti di apartemen itu

Tanpa dia sadari, dia menjual unitnya ke suami dari orang yang ada di penthouse. Dia sudah tidak berpikir panjang, fokusnya hanya untuk segera membeli crypto dan menunggu sampai hari kebebasannya tiba, yaitu saat dia bisa menjual kembali cryptonya dengan keuntungan 800 persen.

Apakah semuanya berjalan sesuai rencananya? Tentu saja film ini akan berakhir terlalu cepat kalau hidup Woo Sung terlalu mudah. Pembelian crypto sih berjalan lancar, tapi ketika menjelang hari penjualan, dia malah sedang berada di kantor polisi karena malam sebelumnya tetangganya beramai-ramai ke unitnya dan dia dijebak oleh pelaku keributan sebenarnya seolah penyebab kegaduhan yang ada selama ini.

Tetangga menuduh Woo Sung yang membuat keributan selama ini

Siapa yang jahat?

Jelas-jelas Woo Sung dijebak. Tapi belum diketahui siapa sebenarnya yang jahat dan apa motivasi tetangganya membuat dia sebagai tersangka pelaku keributan. Dia akhirnya terlewat kesempatan untuk menjual kembali cryptonya dan nilainya sudah turun bahkan dibawah angka pembelian.

Woo Sung bisa dibilang sudah jatuh tertimpa tangga. Saat saya pikir dia akan mengakhiri hidupnya begitu saja, ternyata dia akhirnya tau lebih banyak hal tentang siapa dan apa yang terjadi di apartemen tersebut. Woo Sung sebenarnya korban dari orang-orang lain yang ada di apartemen itu dengan berbagai kepentingan masing-masing.

Hampir ketangkap oleh pelaku keributan yang sesungguhnya

Beberapa menit terakhir semakin seru untuk ditonton, karena Woo Sung (dan penonton) yang tadinya bertanya-tanya siapa dan apa sebenarnya penyebab keributan yang ada, diberikan penjelasan tuntas tentang motivasi dari si tokoh jahat dan orang yang membeli unitnya.

Masalahnya bukan pada gedung tetapi pada orang

Saya tidak mau spoiler tentang siapa yang jahat, tapi saya akan beritahu motivasinya. Ternyata seperti yang disebutkan oleh salah satu penghuni apartemen tersebut, masalah yang ada bukan pada gedungnya tetapi pada orang-orangnya.

Jadi ternyata pembuat keributan ini pengen membuktikan kalau ada kecurangan terjadi dalam pembangunan gedung apartemen tersebut. Apalagi area gedung tersebut dikabarkan akan dilewati jalur commuter. Tentunya harga unitnya akan bertambah dan memang ada usaha untuk membuat pemiliki lainnya tidak betah dan menjual unitnya saja.

Agak ngeri ya membayangkan kalau punya tetangga yang berniat jahat sampai bikin kita ga betah di rumah kita. Tapi ya tentu saja sebagai korban, Woo Sung yang tadinya seperti orang tidak berdaya jadi memberontak dan berupaya mendapatkan kembali haknya atas unitnya, apalagi ketika melihat orang yang membeli rumahnya toh sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi.

Tetangga yang jahat di film ini bukan hanya satu orang. Mereka juga niat banget jahatnya. Mereka punya rencana yang sistematis dalam kejahatannya dan itu semua bakal dibongkar oleh Woo Sung yang desperate karena tidak mau kehilangan unitnya setelah mengalami kerugian crypto coin.

Happy ending walau agak membingungkan

Spoiler pelaku kejahatan tidak akan saya tuliskan, karena bagian itu bagian paling seru. Tetapi buat yang nyari ending bahagia untuk tokoh utama, film ini cukup happy ending kok.

Saya sempat agak bingung melihat visualisasinya, tetapi ternyata sebagian adalah imajinasi Woo Sung yang mulai agak terguncang dengan fakta-fakta yang dia dapati tentang tetangga-tetangganya.

Tetapi pada akhirnya setelah beberapa saat dia kembali tersenyum dan mendapatkan kembali hak atas apartemennya walaupun suara-suara berisik tetap ada terderngar sayup-sayup dari kejauhan.


Posted

in

,

by

Tags:

Comments

Leave a Reply