Film Netflix: “A Normal Woman”, Standar Siapa?

Film Indonesia dengan judul A Normal Woman baru masuk di Netflix akhir Juli 2025 lalu. Kalau melihat dari trailernya, terlihat ada pembacaan Alkitab dan juga mengindikasikan tokoh dalam film ini beragama Kristen. Hal yang jarang ditemukan dalam film Indonesia saat ini.

Akan tetapi, walau ada mengutip ayat dari Alkitab, dan menyebut gereja, film ini bukan bertema religi. Film ini lebih bergenre menyangkut kesehatan mental dan lebih mengarah ke psikologi, horor, thriller.

Film ini menarik perhatian saya karena sebelumnya saya baca nama Dion Wiyoko memerankan suami Sore (Sore, Istri Dari Masa Depan) dengan nama tokoh Jonathan juga. Entah kebetulan atau emang Dion Wiyoko lagi suka punya nama Jonathan, di film ini namanya juga Jonathan.

Selain Dion Wiyoko, saya melihat ada Marissa Anita yang menjadi tokoh utama, seorang istri sempurna bernama Mila. Sebelumnya saya melihat Marissa Anita menjadi seorang ibu galau di film Netflix Ali dan Ratu Ratu Queens. Film ini menjadi semakin menarik perhatian dengan adanya Widyawati, yang merupakan aktris ternama Indonesia sejak saat saya masih remaja.

Bukan Kisah Keluarga Sempurna

Makan bersama keluarga (A Normal Woman, Netflix)

Di film A Normal Woman, Jonathan Gunawan adalah sosok suami sukses, kaya, ganteng, badan terjaga karena rajin olahraga, sayang istri dan anak, dan bahkan sangat berbakti pada ibunya. Sekilas terdengar suami ideal dan impian banyak wanita. Dia menjadi bos dan juga menjadi influencer dari produk suplemen kesehatan yang menjadi andalan bisnis mereka.

Milla, istri Jonathan juga tidak kalah mengimbangi penampilan Jonathan. Wanita yang cantik dan juga selalu melakukan tugasnya sebagai istri, ibu, dan menyiapkan kebutuhan ibu mertua. Setiap pagi, sekitar pukul 4.30, Milla sudah bangun untuk memastikan sarapan untuk keluarga terutama untuk ibu mertua yang selalu punya permintaan spesifik. Teman-temannya bilang keluarga Milla adalah keluarga yang sempurna, dan mereka mengatakan itu dengan nada iri tentunya.

Milla dan Jonathan punya anak remaja bernama Angel. Sayangnya, walau Jonathan dan Milla terlihat sempurna, Angel ini terlihat agak berbeda dan tidak secantik ibunya. Angel senang menjahit dan memamerkan hasil karyanya di media sosialnya, sayangnya dia sering mendapat perundungan yang malah mencela wajahnya yang berbeda dari ayah ibunya sampai dia ingin melakukan operasi plastik. Neneknya pun setuju dengan netizen yang menyarankan Angel untuk mengubah wajahnya dengan operasi plastik.

Anak dari keluarga Gunawan, Grace (A Normal Woman, Netflix)

Sebenernya sih kalau menurut saya, Angel tidak jelek, cuma ditunjukkan postur badannya agak montok dan wajahnya tidak mulus-mulus amat. Tetapi standar normal masa kini dengan adanya sosial media, wanita itu harus berbadan langsing ideal dan wajah mulus tanpa bercak ataupun jerawat.

Mertua dengan standar tinggi

Akting Widyawati sangat meyakinkan jadi seorang ibu mertua dari keluarga kaya yang punya standar nilai tentang hal-hal yang harus dilakukan di rumahnya. Walau anak semata wayangnya sudah menikah, tentunya dia masih menjadi ratu di rumah keluarga Gunawan.

Jonathan dan Ibunya (A Normal Woman, Netflix)

Singkat cerita, Mila yang sudah berupaya sedapat mungkin menyenangkan ibu mertua, akan tetapi masih sering saja mendapatkan celaan. Lama-lama dia mulai merasa tertekan. Milla yang sebenarnya tidak punya ingatan akan masa remajanya, karena komentar mertua soal Angel anaknya untuk operasi plastik, membuat dia bermimpi buruk.

Awalnya dia seperti sering mendengar suara remaja terisak, lalu dalam mimpinya, dia melihat seorang remaja bernama Grace yang wajahnya penuh luka kaca dan berdarah. Tekanan perasaan yang dia punya juga membuatnya mulai mengalami gatal-gatal di kulit leher hingga ke muka, yang mana walau sudah diupayakan diperiksakan sampai ke dokter ke Singapura, tidak juga mendapatkan penjelasan alasannya apa.

Kalau di film ini, keluarga Gunawan menganggap Mila kurang bersyukur atau kurang rajin ke gereja makanya jadi berhalusinasi seperti melihat hantu ataupun merasa seperti orang gila. Mereka juga sampai mengadakan seperti acara penyucian Mila dengan air dan memanggil pendeta. Padahal memang ada kok penyakit gatal-gatal karena tekanan mental dan obatnya tentu saja mentalnya yang harus disembuhkan.

Lanjut ke cerita si ibu mertua, ada rencana untuk perayaan ulang tahunnya. Mereka sebagai keluarga yang mewakili brand perusahaan suplemen yang dipimpin Jonathan berencana mengundang relasi kerja.

Mila yang semula ditugaskan untuk mengurus persiapan perayaan jelas saja tidak mungkin bisa melakukannya dengan kondisi wajahnya yang semakin lama semakin banyak seperti eksim. 

Sakit kulit mulanya sedikit saja, lalu menyebar sampai setengah muka (A Normal Woman, Netflix)

Salah satu persiapan yang dilakukan untuk pesta besar tentunya make up test alias memanggil seorang make up artist untuk mencoba merias muka Ibu Jonathan. Ternyata si make up artis ini adalah Erika, teman Mila saat remaja. Erika awalnya terlihat berniat baik dan ingin membantu Mila yang tidak punya memori masa kecilnya sebelum kecelakaan terjadi.

Erika, si make-up artis yang teman masa kecil Grace (Netflix)

Wanita normal harus cantik?

Di saat Mila sering bermimpi dan ingin mencari tahu siapa itu Grace, Mila datang ke rumah ibunya, Novi. Ibunya ini ceritanya tinggal di rumah sendiri yang dibantu dibelikan oleh keluarga Gunawan. Ibunya pernah menelpon Mila untuk minta uang membayar hutangnya yang kalah judi. Saat saya tahu ibunya Mila main judi, saya langsung merasa pasti ibunya ini bakal jadi sumber masalah.

Ternyata benar saja. Mila adalah korban dari keserakahan hati ibunya. Jadi ceritanya Mila dulunya dipanggil Grace karena nama lengkapnya Grace Karmila. Grace dan ibunya ditinggal oleh ayahnya. Ibunya sering mengatakan kepada Grace kalau dia itu jelek dan tidak bisa diapa-apain lagi. Sampai suatu ketika, tidak sengaja dia kejatuhan cermin.

Kecelakaan yang menimpa Grace ini membuat Novi mengambil kesempatan itu untuk sekalian operasi wajah Grace. Karena Grace juga kehilangan ingatannya, ibunya sekalian juga mengganti nama Grace menjadi Mila dan pindah ke Jakarta. Ibunya berharap setelah Grace berubah menjadi Mila, maka anaknya bisa mendapatkan suami kaya yang bisa mengangkat mereka dari kemiskinan.

Dan harapan Novi terkabul ketika Jonathan menikahi Mila. Tentunya Novi tidak mau memberi tahu siapa itu Grace kepada Mila karena dia merasa tidak perlu ada yang tahu tentang masa lalu Mila yang pernah jelek. Ibu Novi tidak tahu kalau Erika, teman masa kecil Mila tau semua masa lalu Mila adalah Grace.

Erika di masa mudanya punya cita-cita menikah dengan lelaki kaya. Melihat kesempatan yang ada untuk menggantikan posisi Mila, dia tidak menyia-nyiakannya dan malah memberitahu semua masa lalu Mila kepada Jonathan. Erika bahkan dengan berani menjadi pendamping Jonathan di ulang tahun ibu Jonathan, bukan sekedar sebagai make-up artis ibunya saja.

Menjadi wanita normal, standar siapa?

Saat keluarga Gunawan mengetahui masa lalu Mila mereka marah dan merasa ditipu. Padahal sih menurut saya ini semua salah ibunya Mila, Novi, bukan salah Mila alias Grace. Saat itu dia masih anak-anak dan saat kecelakaan, ibunya yang memilihkan wajah untuknya, apalagi dia kehilangan ingatan akan masa lalunya.

Tapi tentu saja keluarga Gunawan tidak terima, apalagi saat pesta ulang tahun Ibu Jonathan, Mila bikin ulah dengan keluar dari kamarnya dengan wajah yang penuh eksim dan malah memegang pisau kue sambil marah terhadap kue tart besar yang membuat semua tamu-tamu menjadi takut.

Keluarga yang di awal terlihat sempurna, terancam kehilangan kontrak besar sebagai brand ambassador. Anak gadis mereka Angel juga kehilangan teman pria yang tadinya dia pikir perduli padanya. Semua berantakan. Kesempurnaan yang semu terbongkar sudah.

Sebenarnya sih, kalau melihat standar normal di media sosial, wanita itu perlu cantik. Semua berlomba cantik. Bisa dimengerti kenapa ibu Mila mengambil kesempatan mengoperasi wajah anaknya menjadi cantik ketika kecelakaan ketimpa kaca terjadi. Banyak kok yang nggak kecelakaan melakukan operasi plastik supaya nggak terlihat kerutan atau apalah di wajah yang mulai menua. Bahkan seperti Neneknya yang menyuruh Angel operasi plastik karena merasa Angel tidak cantik.

Reaksi keluarga Gunawan juga umum terjadi. Melihat wajah Mila yang seperti orang sakit menular, tentu mereka tidak mengharapkan Mila hadir di ulang tahun ibu mertuanya. Apa kata dunia kalau melihat wajah jelek Mila yang seperti terkena kutukan. Mereka harus selalu terlihat sempurna karena mereka mewakili brand suplemen yang membuat hidup jadi lebih sempurna.

Tindakan Erika yang pengen merebut suami Mila juga mungkin normal buat Erika. Sejalan dengan cita-citanya untuk menikah dengan suami kaya. Jonathan adalah sosok yang dia pikir sempurna untuk mewujudkan cita-citanya.

Erika tentu tidak tahu bagaimana perilaku ibu mertua Mila yang selalu ingin semuanya sempurna dengan standarnya dan bagaimana Jonathan yang ternyata lebih berbakti dengan ibunya daripada sayang kepada istrinya.

Buat Mila, yang dia impikan adalah kebebasan untuk melakukan apa yang memang dia ingin lakukan, dan bukan karena ada yang menyuruhnya melakukannya.

Ending yang terburu-buru (spoiler)

Pada akhirnya, tentu saja Mila memilih kabur dari rumah Gunawan untuk mendapatkan kebebasannya. Dia merasa tidak pernah melakukan apa yang dia mau selama ini. Waktunya untuk dia pergi meninggalkan lingkungan toksik. Kekayaan dan suami ganteng dan kaya tidak memberikan kebahagiaan karena tidak bisa menerima fakta tentang masa lalunya dan juga tidak memberinya kebebasan menjadi dirinya sendiri.

Ibunya Novi masih berusaha mencegahnya kabur karena merasa takut kehilangan kekayaan kalau Mila tidak lagi menjadi bagian dari keluarga Gunawan. Mila dibantu anak dan pembantunya berhasil kabur dari rumah Gunawan. Sayangnya anaknya, Angel tidak mau ikut dengan ibunya, karena buat dia hidup normalnya ya jadi anak orang kaya seperti sekarang. Tapi dia mengerti dengan pilihan ibunya dan berharap ibunya menemukan kebebasan yang dia cari.

Ending ceritanya memang terasa biasa banget dan terburu-buru. Mila kabur dari rumah dan ada gambaran dia hidup biasa di desa. Wajahnya tidak ada eksim lagi, tapi ya ada goresan yang tersisa dari apa yang dia lakukan ketika bertikai dengan Novi, Ibunya.

Banyak yang tidak puas dengan ending cerita ini. Tapi sebenarnya cerita ini akan sulit diberikan ending yang memuaskan. Ceritanya memang hanya ingin menunjukkan realita kehidupan. Gambaran reaksi normal orang-orang tentang hal-hal yang dianggap normal.

Bukan tentang benar dan salah, tapi mengajak yang nonton memikirkan sendiri normal yang normal itu maunya seperti apa? Karena seperti saya sebutkan, tindakan ibunya Mila, tindakan Jonathan yang langsung berusaha memperbaiki kerusakan pada brand alih-alih istri yang butuh perhatian, tindakan anaknya Mila, semua normal menurut standar mereka karena itulah yang mereka tahu.

Buat Mila, saat dia tahu kalau dia tidak bahagia dan ingin menemukan kebebasan sendiri juga normal kalau dia ingin menentukan jalannya jauh dari lingkungan yang menurut dia toksik. Pastinya Mila berharap menjadi seorang wanita normal dengan standarnya sendiri tanpa tekanan dari lingkungannya.

Yuklah ditonton saja filmnya masih ada di Netflix.


Posted

in

,

by

Comments

Leave a Reply