Perawatan Kulit, Serahkan pada Ahlinya

risna info - skincare

Bulan September ini, Nulis Kompakan Mamah Gajah Ngeblog mengambil tema skincare. Saya jadi ingat, kalau saya belum menuliskan cerita tentang masalah kulit anak-anak yang sering bermasalah dari bayi. Jadi tulisan kali ini sekalian mencatat sedikit masalah kulit dan penyelesaiannya deh.

Saya bukan orang yang rajin perawatan kulit. Tapi katanya, no pain no gain. Kalau mau kulit tetap sehat, memang sebaiknya dirawat. Sebagai orang yang malas, saya melakukan perawatan itu musiman. Perawatan hanya dilakukan kalau sudah terlihat kulitnya butuh perhatian (jangan ditiru ya). Dari kecil, saya ingat beberapa kali ke dokter kulit karena berbagai masalah kulit silih berganti. Tapi ya biasanya dari dokter dikasih salep, dan setelah sembuh, lupa lagi memakai salepnya dan kadang-kadang kembali lagi. Bersyukur sih kalau sekarang ini sudah jarang bermasalah kulitnya.

Masalah kulit saya biasanya bukan di muka, akan tetapi di pergelangan tangan lengan atas. Misalnya karena memakai jam tangan yang ada besinya, karena memakainya terlalu kencang dan kulit berkeringat, daerah sekitar jam akan gatal-gatal. Karena gatal, saya garuk, dan… dari sedikit jadi banyak #sigh. Mungkin ini kategori eksim atau entahlah apa namanya.

Masalah Kulit itu Diwariskan

Sejak lahir, anak pertama sudah mengalami masalah kulit kering. Dulu awalnya karena saya ikut-ikutan menggunakan minyak telon pada bayi. Tapi ternyata saya memakaikan terlalu banyak dan malah bikin kulitnya jadi merah dan beruntusan. Saya coba menggunakan lotion bayi untuk mengatasinya, tapi ternyata tidak ada efek dan makin parah. Akhirnya dikonsultasikan ke dokter anak dan disarankan mengganti sabun dan lotionnya dan menghentikan pemakaian air panas ketika mandi dan juga tentunya menghentikan minyak telon.

Masalah kulit anak-anak bukan berasal dari saya saja, kulit pak suami juga selalu kering di musim dingin. Dilema musim dingin di sini adalah: mandi dengan air dingin ya kedinginan, mandi dengan air hangat, kulit jadi semakin kering. Walaupun sudah membeli lotion, tapi terkadang kurang rajin menggunakannya. Saya termasuk yang jarang sekali menggunakan lotion kecuali sudah mulai terasa kering sekali.

Anak-anak juga sama saja, masalahnya terjadi karena saya sering lupa mengingatkan anak-anak untuk menggunakan lotion. Ya gimana mau mengingatkan, saya sendiri termasuk jarang memakai lotion.

Malas Merawat pangkal Belang-belang

Namanya perawatan, seharusnya dilakukan secara rutin. Akibat kemalasan, ya jelas kulit jadi belang-belang. Pada suatu masa, saya perhatikan ada beberapa bagian di badan anak yang besar yang seperti bercak hitam. Ternyata ketika kulitnya kering dan gatal, dia garuk dan bekas garukannya terkadang jadi luka dan ketika sembuh tetap saja hitam. Akibatnya kulitnya jadi belang-belang di bagian lengan atas maupun bagian-bagian yang sering dia garuk.

Anak yang kecil lain lagi kelakuannya, tangannya suka iseng. Kalau digigit nyamuk, dia garuk, lalu terkadang jadi luka. Bekas luka yang sudah kering malah dikopekin. Aduh jadilah kulit kakinya juga belang-belang semua. Setelah kulit menjadi belang-belang, saya jadi lebih sering membantu anak-anak menggunakan lotion, akan tetapi hasilnya tidak terlalu terlihat dan jadi gemes sendiri karena mulai lelah dengan usaha memberi lotion.

Dipaksa Rajin Demi Kulit Sehat

Beberapa waktu lalu, anak yang kecil mengalami masalah lain lagi. Kali ini di pipinya agak memerah dan lama-lama menghitam. Tadinya kami pikir karena terbakar matahari. Pipi memerah ini terjadi mulai sekitar bulan Februari. Saat itu Chiang Mai masih agak dingin, tapi mataharinya lumayan terik bersinarnya. Biasanya, ketika kami selesai berjalan keliling Night Safari, anak-anak pipinya akan memerah. Jadi awalnya saya pikir ini benar-benar masalah memerah karena kepanasan saja.

Tapi ternyata, lama-lama merahnya tidak hilang, dan malah menjadi hitam. Lalu ada hari-hari warnanya agak hilang, tapi ya lebih sering lagi memerah dan terliat tidak nyaman sampai kelopak mata ikut merah.

Awalnya, saya coba memberikan lotion maupun vaseline, nggak berkurang juga belang di pipi. Kalau cuma belang di bagian kaki, mungkin nggak apa-apa ya, tapi ini belang di wajah. Akhirnya ya sudah kami bawa menemui ahlinya: dokter kulit tentunya.

merah terbakar matahari
Awalnya kami pikir pipi merah kepanasan saja

Jangan pikir kalau ke dokter kulit, bisa sim salabim langsung sembuh. Karena ternyata butuh beberapa bulan kami harus rutin untuk ke dokter. Dokter meresepkan berbagai krim untuk dioleskan selain obat untuk diminum. Selain itu juga menyarankan mengganti sabun mandi yang digunakan karena kulit anak-anak memang sangat gampang kering. Jadi memang, merawat kulit tidak cukup dari luar, harus dari dalam juga, dan harus menyeluruh. Karena toh sudah ke dokter kulit, kami juga mengkonsultasikan kulit bagian kaki yang belang-belang dan sekalian 2 anak lah, karena toh semua harus pergi.

mulai berkurang merahnya
Bulan April, mulai berkurang merahnya tapi masih ada

Sampai dengan bulan April, kulit bagian wajah belum benar-benar sembuh. Rasanya sudah pingin menyerah, karena krim yang digunakan banyak sekali hehehe. Tapi ya memang mulai terlihat berkurang sih. Jadi ya diteruskan saja perawatannya. Saya tidak tahu apa nama obat yang diberikan, karena dokter memberikannya dalam bentuk tempat-tempat kecil.

Sesungguhnya, kalau awalnya cuma perlu memakai 1 lotion saja malas, kali ini dengan segala krim dan minum obat, saya jadi merasa lebih lelah lagi merawat kulit anak-anak. Tapi ya mau tak mau harus dilakukan. Percuma dong dibeli krim dan obatnya kalau tidak digunakan. Apalagi karena awalnya dokter menyarankan bertemu setiap 2 minggu untuk melihat apakah krim yang diresepkan sudah tepat.

Harus Rajin Merawat Kulit

Kulitnya sudah sembuh sejak bulan Mei akhir

Menjelang akhir Mei, akhirnya kulit wajah sudah sembuh. Tapi untuk kulit badan, kami meneruskan penggunaan krim yang diresepkan sampai habis, tapi tidak lagi melanjutkan minum obat ataupun ke dokter. Tapi kami meneruskan menggunakan sabun mandi yang disarankan dokter, dan mengurangi pemakaian air hangat untuk mandi. Sisanya, tentu saja harus lebih rajin menggunakan lotion.

Hampir 3 bulan kami rutin ke dokter kulit untuk memeriksakan kulit anak-anak. Saya juga jadi lebih memperhatikan kulit saya sendiri supaya tidak perlu harus berbulan-bulan harus menggunakan berbagai krim untuk ini dan itu. Untung saja tidak harus membawa segala obat yang harus anak-anak minum selain berbagai krim ketika mudik ke Indonesia. Sabun mandi dan lotion saja sudah cukup. Selain memperhatikan pola makan, tidur dan asupan cairan juga tentunya.

Penutup

Masalah kulit jangan disepelekan. Kulit keseluruhan badan merupakan lapisan terluar tubuh yang perlu diperhatikan. Sekarang ini masalah terbaru ada pada telapak kaki saya yang kering. Kalau kaki kering ini biasanya sih musiman, tandanya kakinya minta perhatian.

Dari pengalaman beberapa kali anak-anak mengalami masalah kulit, obat-obatan yang dibeli di pasaran tidak selalu bisa menyembuhkan. Maka dari itu, untuk masalah kulit, kalau lebih dari waktu tertentu, saya akan pastikan bawa ke ahlinya saja.

7 thoughts on “Perawatan Kulit, Serahkan pada Ahlinya

  1. Perawatan kulit ternyata memang nggak main-main ya. Untuk anak-anak malah terkadang lebih sensitif karena kulitnya masih ‘belajar’ menyesuaikan diri dengan berbagai situasi di dalam maupun luar dirinya. Semangat terus merawat kulitnya yaa, Teh Risna. Jsdi contoh bahwa kesabaran membuahkan hasil yang manis.

  2. Idem teh, aku juga pakai skincare kalau memang ada masalah kulit. Alasannya juga sama, tidak telaten hehe. Tapi kalau udah masuk musim dingin, rasa bersalah karena skip skincare jadi lebih besar. Soalnya, efeknya keliatan banget, kulit jadi kering sampai luka.

    Setuju sama teh Risna, kalau masalah kulit sudah sulit disembuhkan dengan produk drugstore, harus tanya ke ahlinya. Juga, PR banget kalau anak-anak yang kena masalah kulit. Soalnya, waktu kecil, kulitku kering dan mengelupas. Tangan ini rasanya gatal sekali buat ngekopekin. Belum ada kontrol diri buat jaga badan ? Alhasil, orang-orang di sekitar yang jadi ikut ribet ngurusin masalah kulitku.

    Semoga masalah kulit anak-anak teh Risna udah tidak muncul lagi ke depannya ya πŸ™‚

  3. Memang ya masalah kulit itu tidak bisa diremehkan. Kalau ada di anak jadi puyeng ya apalagi kalau belum tahu penyebabnya. Dulu aku ada alergi kulit, Mamaku yang bawa aku ke dokter dan sering belikan salep. Sampai jaman aku habis nikah masih ada masalahnya. Sekarang aku rajin2 minum air putih dan tidak sering-sering minum obat juga makanan laut

  4. Oh iya sama banget masalahnya sama anak aku yang kecil. Dia juga nggak suka pakai lotion tapi seringnya aku dan ayahnya paksa soalnya kalau dia kumat gatelnya, yang senewen serumah: mulai dari aku yang ngantuk karena seringnya harus begadang nemenin garuk-garuk. Merembet ke ayahnya yang harus ngadepin kombo mak-mak ngantuk dan anak-anak rewel. Lalu si sulung yang kena getahnya diomelin dobel dobel kalau berulah karena orang tuanya lelah. Jadi demi kedamaian bangsa dan negara mari rajin pakai lotion. Heu.

  5. Rajin indeed adalah koentji ya Mah Risna. Lebih baik repot, agar mencegah masalah datang yang malah membuat ngoles lotion-nya berkali lipat dari ketika kulit sehat.

    Puji syukur ananda sudah sembuh, Mah Risna. Ikutan tenang, insting seorang Ibu lihat anak kecil gak nyaman, kerasa kasihan.

    Semoga sehat walafiat selalu untuk Risna, dan keluarga. πŸ™‚

    Btw, ku setuju nih dengan quote-nya “Perawatan Kulit, Serahkan Pada Ahlinya”. Betul, para dokter SpKK sudah punya ilmunya, kita datangi mereka untuk semua solusi. πŸ™‚

Leave a Reply