Mengeblog Tanpa Media Sosial

blog tanpa media sosial

Sejak kembali menulis blog, saya makin jarang mengisi media sosial saya. Lalu saya memperhatikan banyak teman-teman yang ngeblog membagikan tulisannya di media sosial. Lalu, saya juga mulai membagikan tulisan blog di media sosial saya. Membagikan link di Facebook dan Twitter bisa dilakukan secara otomatis langsung dari blog. Tapi, untuk membagikan ke Instagram, saya harus menyiapkan gambar dan caption. Lama-lama mengisi media sosial jadi terasa memberatkan.

Belakangan ini, saya merasa malas mengisi media sosial, walaupun isinya sekedar mempromosikan tulisan di blog. Saya masih tetap suka menulis di blog, cuma malas membagikannya saja. Lalu saya jadi berpikir, dulunya saya mengeblog tanpa membagikannya di media sosial. Maka saya putuskan untuk kembali mengeblog tanpa media sosial.

Blog dan Media Sosial

Saya pernah berhenti mengeblog cukup lama gara-gara berkenalan dengan media sosial. Dari dulu sudah menyadari, lebih baik mengisi blog daripada menuliskan status di media sosial. Lagipula, unek-unek saya tidak pernah bisa dituliskan dengan tersturktur kalau saya menuliskannya di media sosial. Belum lagi kalau media sosial yang mewajibkan mengunggah gambar. Kelamaan menyunting gambar, malah ide tulisan keburu hilang.

Menuliskan status di media sosial memang terasa lebih menyenangkan, apalagi ketika kita mendapatkan reaksi ataupun komentar dari orang yang ada di kontak kita. Berbeda dengan tulisan di blog. Sebagian besar komentar di blog saat ini karena ada yang namanya kegiatan blogwalking, alias kegiatan saling berkunjung dan meninggalkan pesan.

Memang berbeda rasanya ketika ada yang merespon apa yang kita tuliskan, ataupun ikut mengomentari apa yang kita ungkapkan. Tapi, sebenarnya buat saya, komentar di media sosial saja cukup jarang saya balas. Karena buat saya, menuliskan blog itu buat diri sendiri. Buat pengingat berbagai hal yang saya baca, pelajari atau sedang pikirkan saat ini.

Media Sosial atau Media Promosi?

Kalau dulunya media sosial itu terbentuk untuk menjadi bentuk interaksi sosial di dunia maya, dan merupakan perpanjangan dari interaksi sosial di dunia nyata. Sekarang ini, media sosial sudah beralih fungsi. Semua media sosial beralih fungsi menjadi media promosi dan berjualan.

Banyak yang bilang, media sosial itu untuk berjejaring. Jadi kita terhubung bukan hanya dengan orang yang sudah pernah kita kenal saja, tapi juga kita berkenalan dengan orang baru. Memang sih, kita manusia ini adalah mahluk sosial yang perlu untuk memperluas wawasan dan jaringan. Manusia membutuhkan manusia lainnya.

Saat ini, media sosial tidak terbatas untuk melakukan interaksi sosial saling bertukar kabar atau pesan saja. Tetapi juga menjadi tempat pamer ataupun promosi. Ada yang promosi produk, ada juga yang promosi keahlian diri. Kalau dulu daftar kontak kita di media sosial artinya kita berteman. Kita mendapatkan apa yang dia tulis di halamannya, dan dia mendapatkan apa yang kita tulis di halaman kita. Saat ini kita bisa menjadi pengikut sebuah akun dan menerima informasi searah. Demikian juga media sosial kita bisa menjadi ruang pajang yang sifatnya searah. Kita menuliskan apa yang ingin kita bagikan, dan kita tidak perlu mendapatkan informasi dari akun yang tidak kita butuhkan.

Alasan Mengeblog Tanpa Media Sosial

Memang awalnya, keinginan untuk kembali mengeblog tanpa media sosial karena malas mempromosikan apapun di media sosial saya. Rasanya kesibukan mempersiapkan gambar untuk diunggah ke media sosial, terutama Instagram, mendistraksi saya dari kegiatan menulis. Untuk orang yang butuh mempromosikan blognya, media sosial menjadi salah satu cara membagikan tulisan. Akan tetapi, saat ini saya kembali merasa tidak butuh mempromosikan tulisan di blog saya.

Saya ingin media sosial saya kembali menjadi media interaksi sosial saja, bukan media promosi tulisan. Setidaknya saya tidak ingin mempromosikan sesuatu lagi di sana. Kalau masalah mempromosikan tulisan blog, saya masih bisa menggunakan 6 dari 7 Cara Mengundang Pengunjung ke Blog yang pernah saya tuliskan.

Walaupun saya mengeblog tanpa media sosial, bukan berarti saya akan menutup semua akun media sosial saya. Karena saya mungkin saja masih membutuhkannya untuk mencari informasi yang mungkin dipromosikan orang lain.

Catatan ini saya tuliskan, untuk menjawab pertanyaan kenapa saya berhenti berbagi tentang tulisan blog terbaru di media sosial saya.

2 thoughts on “Mengeblog Tanpa Media Sosial

  1. Tergantung tujuan ngeblognya emang sih ya. Kl nyari klik, ya musti rajin2 promo. Dan medsos memang jalan yang boleh dibilang mudah … kl nggak terlalu mikirin gambar yg cakep ?

  2. Tergantung tujuan ngeblognya emang sih ya. Kl nyari klik, ya musti rajin2 promo. Dan medsos memang jalan yang boleh dibilang mudah … kl nggak terlalu mikirin gambar yg cakep ?

Leave a Reply