Watercolor dan Isometric Drawing di Canva

Siapa yang belum kenal Canva? Rasanya hampir semua bloger yang juga aktif di media sosial instagram sudah kenal Canva. Saya pertama kali belajar Canva di awal tahun 2021 ini. Duluuuu saya merasa Canva ini susah, tapi ternyata saya salah besar.

Saya sudah pernah menuliskan beberapa eksperimen mainan dengan Canva yang saya lakukan mulai bikin image kutipan dari drakor dan juga belajar bikin digital painting dan membuatnya menjadi animasi sederhana.

Hari ini saya mau menuliskan tentang watercolor digital painting dan isometric drawing. Hasil karya mainan Canva hari ini, setelah sekian lama nggak melakukan eksplorasi elemen yang ada di Canva.

Apa sih Canva?

Mungkin buat yang belum tahu, mulai ga sabar dan bertanya-tanya, apa sih Canva itu?

Canva merupakan aplikasi untuk mendesain grafis yang menyediakan berbagai pustaka yang bisa dipakai dengan cara drag and drop.

Canva sangat mudah digunakan dan menyediakan banyak sekali template siap pakai yang tinggal kita ganti tulisannya atau gambarnya saja.

Aplikasi Canva bisa diinstal secara gratis di ponsel dan tablet, dan bisa juga diakses melalui browser di komputer di alamat www.canva.com.

Jika kita mengerjakannya di ponsel dan ingin melanjutkan di komputer, desain kita bisa diakses. Oh ya, Canva ini membutuhkan koneksi internet yang cepat karena dia menyimpan hasil desain kita di servernya.

Buat yang sudah biasa bermain-main dengan photoshop, mungkin akan menganggap Canva ini bukan aplikasi desain grafis. Tapi, dengan adanya Canva, orang yang tidak bisa desain jadi lebih semangat bikin karya desain grafis.

Buat saya, photoshop terlalu sulit, ada banyak sekali menunya dan belum lagi aplikasinya yang resmi harganya juga mahal.

Oh ya, walau aplikasi Canva ini bisa dipakai versi gratis, ada juga versi berbayarnya (canva Pro) yang memberikan lebih banyak pustaka gambar dan fitur ekstra.

Setelah menyukai mudahnya mainan Canva, saya mulai berlangganan Canva Pro sejak bulan Maret 2021 (mumpung ada promo juga waktu itu).

Oke setelah mengetahui apa itu Canva, hari ini saya mau cerita tentang 2 hasil karya yang menghasilkan lukisan digital. Saya aslinya tidak bisa melukis, tapi dengan elemen yang ada di Canva, saya jadi seperti bisa melukis.

Water Color Digital Painting

Saya menghasilkan lukisan cat air digital dengan memanfaatkan elemen-elemen yang ada di Canva. Caranya, tentu saja dengan memasukkan kata kunci watercolor ke elemen, dan cari di bagian Graphics.

elemen watercolor di Canva
watercolor tree elemen di Canva

Semudah itu? Iya semudah itu. Kalau mau mencari awan, atau rusa, atau bunga, ya ganti saja kata kuncinya dengan tetap menambahkan kata watercolor.

Kadang-kadang, yang bikin lama itu adalah menemukan elemen yang senada. Karena, walaupun sama-sama kata kunci watercolor, ada kalanya elemennya kurang senada tone nya.

Lalu sisanya ya tinggal menyusun elemen yang ada, dan disesuaikan proporsinya.

Isometric Drawing

Isometric drawing adalah sebutan untuk menampilkan objek 3 dimensi secara 2 dimensi yang biasanya dilakukan untuk gambar teknik.

Seperti biasa, cara mencari elemennya ya masukkan saja kata kunci isometric ke canva, dan biasanya kalau kita sudah menemukan 1 elemen, kita akan diberikan rekomendasi elemen sejenis.

isometric elemen di Canva
isometric elemen di Canva

Semudah itu? iya semudah itu. Yang sulit untuk isometric ini terkadang kita harus menyusun supaya jalanannya tidak miring garisnya.

Kita juga harus memperhatikan elemen mana yang sebelah depan dan sebelah belakang. Untuk menghasilkan gambar di atas, saya perlu revisi 5 kali, hehehe.

Oh ya, walaupun Canva bisa diakses dari ponsel, saya sih lebih suka mengerjakannya di browser di komputer. Lebih jelas kelihatan kalau ada yang belum pada tempatnya.

Kalau kamu belum kenal Canva, saran saya coba saja langsung di komputer, pake versi browser. Saya dulu sempat berpikir Canva itu sulit karena mencobanya di ponsel, tapi setelah mencoba di komputer dengan layar lebar (dan koneksi internet yang cukup cepat tentunya), saya baru menemukan kemudahan desain dengan Canva.

Kalau mau coba Canva, siapkan waktu yang banyak, karena kemungkinan bakal lama milih-milih elemennya dan keasikan ga bisa berhenti, hehehe…

risna

A blogger who likes to watch Korean dramas and learn about digital desain with Canva and video editing using Kinemaster.

19 thoughts on “Watercolor dan Isometric Drawing di Canva

  • July 19, 2021 at 11:20 am
    Permalink

    Nah iya nih…tips memasukkan kata kunci untuk elemen yang dibutuhkan kudu bener yaa..
    Kadang aku asal memasukkan, malah gak ketemu.
    Hiiks~

    Jadi download gambar juga di website lain.

    Reply
    • July 19, 2021 at 11:31 am
      Permalink

      Aku skrg jarang nyari di google, nyari di Canva aja udah abis waktu, hehehe

      Reply
  • July 23, 2021 at 7:39 pm
    Permalink

    Wah saya juga sangat sangat sangat suka CANVA! Hanya Tuhan yang bisa membalas kebaikan mereka (para pencipta CANVA), yang memberi saya (dan banyak orang) kemudahan dalam mendesain segala yang unyu-unyu. Ehehe.

    Sampai-sampai, hanya sekedar bikin status di WA pun, saya bikin desain yang bagus dengan CANVA, membuat ketagihan memang, ehehe, terutama buat saya yang tidak bisa menggambar ini.

    Risna, barusan saya mencoba memasukkan keyword ‘watercolor tree’, dan yang muncul adalah yang dikasi tanda ‘crown’ ehehe, alias yang harus membayar. Yang gratis tidak bisa mendapatkan element seperti yang Risna tampilkan di sini.

    Tapi, mau pake yang berbayar, belum pingin, karena dengan yang gratis saja, saya sudah sangat puas. Itu pun belum semua saya explore lho.

    Reply
    • July 26, 2021 at 9:09 am
      Permalink

      Iya saya banyak pakai elemen pro. Tapi elemen gratisnya juga banyak kok, bisa bikin gambar2 lain kalau bukan pakai pohon yang itu. Dulu juga aku ragu2 mau bayar, tapi puassss banget setelah makai versi pro, hehhe.. Tapi harus rajin ngoprek biar nemu elemen-elemen lucu

      Reply
  • July 23, 2021 at 10:25 pm
    Permalink

    Wah bener banget teh, usaha saya pakai Canva Pro dari 2020, dulu pakai Adobe Photoshop berbayar. Saat creative designer yang jago photoshop resign jadinya ga perlu khawatir wkwk karena pake Canva ternyata semudah itu, siapapun bisa ?

    Reply
    • July 26, 2021 at 9:08 am
      Permalink

      Lebih murah bayar canva pro daripada adobe photoshop ya, apalaagi kalau pakai bayar orang segala. Tapi kalau orang yg dibayar lebih jeli dalam hal desain ditambah canva pro, tetep aja lebih irit daripada bayar adobe photoshop, hehehe…

      Reply
  • July 24, 2021 at 12:00 am
    Permalink

    Canva memang luar biasa ya teh, buat semua orang jadi bisa gambar. Tapi saya baru tau kalo utak-atik Canva memang lebih enak lewat broswer ya teh? Saya selama ini utak atik Canva di ponsel dan memang agak terbatas rasanya, meski itu juga hasilnya udah bagus sih. Kadang saya ngerasa, duh, ini graphic designer pada merasa tersaingi gak ya dengan adanya Canva. Soalnya, hasilnya udah bagus banget.

    Reply
    • July 26, 2021 at 9:07 am
      Permalink

      Aku pakai ponsel tuh sering pegel rasanya. Kalau di laptop lebih luas juga melihatnya. Kalau graphic designernya emang jagoan, mereka bisa melihat canva sebagai peluang untuk nambahin elemen dan menambah portofolio melalui canva.

      Reply
  • July 24, 2021 at 6:40 am
    Permalink

    Keren yaaa ?? aku juga punya canva pro nih…tapi kebanyakan cuma buat bikin poster2 kegiatan kantor saja haha. Kurang explor ? nuhun sharenya teh, jadi ada ide next poster pakai water color #lho

    Reply
    • July 26, 2021 at 9:06 am
      Permalink

      Nah iya, di explore deh canva nya. Aku juga masih banyak yang belum diexplore. Yang penting tahu kata kuncinya dan bisa menempelkan elemen yang ada ya.

      Reply
  • July 24, 2021 at 7:03 am
    Permalink

    Canva memang luar biasa, life saver untuk orang – orang seperti saya yang ga bisa gambar, dan betul seperti Risna bilang, photoshop terlalu susah 🙂

    Tapi baru hari ini tahu soal water color dan isometric drawing ini, thanks ya Risna, nanti dicoba ah.

    Reply
    • July 26, 2021 at 9:05 am
      Permalink

      Bener banget, aku nyerah belajar photosop. Aku juga nggak gitu bisa gambar dan ga merasa punya jiwa seni, tapi pakai canva jadi lumayan lah sesekali bisa bikin yang bagus hehehe

      Reply
  • July 24, 2021 at 8:19 am
    Permalink

    Wahh bisa ternyata ya bikin ala ala water color gitu pake canva haha. Aku so far masih pake yg biasa sih teh gak yg pro tp jg udah kebantu bangett. Nyari2 keywordnya biasanya nemu di twitter yg unik2 hihi
    Makasih share infonya teh Risnaa

    Reply
    • July 26, 2021 at 9:04 am
      Permalink

      Iya, sebenernya yang gratis juga udah banyak pilihan kok, yang penting tahu keywordnya. Milihin yang gratis aja sering lamaaaa banget, hehehe…

      Reply
  • July 24, 2021 at 1:41 pm
    Permalink

    Makin mantap aja canva nya! Bikin penasaran buat belajar beneran?

    Kalau buat logo sendiri bisa gak pakai canda?

    Reply
    • July 26, 2021 at 9:03 am
      Permalink

      Yuk belajar yuk. Bisa kok bikin logo pakai Canva, tapi ya harus punya kreatifitas juga supaya pilihannya ga terlalu umum. Aku ada bikin logo buat warung indonesia di Chiang Mai sini, kerjaan iseng eh dia minta hehehe… Tapi ga selalu bisa dapat yang di mau sih, akhirnya kembali ke kejelian kita menggunakan elemen yang ada.

      Reply
  • July 26, 2021 at 11:41 am
    Permalink

    Selama ini bikin di canva sebatas buat quote dari foto pemandangan yang kuambil. Ternyata, aku ga gaul nih bs bikin watercolor illustration secakep itu. Thanks for tips-nya teh

    Reply
    • July 26, 2021 at 11:49 am
      Permalink

      aku juga termasuk agak ketinggalan sebenarnya mainan Canva, tapi karena sering lihat contoh-contoh yang beredar di medsos, jadi aja ikutan nyoba-nyoba, hehehe..

      Reply
  • July 26, 2021 at 12:24 pm
    Permalink

    Wah aku sampai sekarang masih ngerasa Canva susah. Baru yahu Canva bisa dipakai untuk melukis seperti itu. Keren banget ternyata. Jadi pingin eksplorasi lagi.

    Reply

Leave a Reply to Yangie Dwi Cancel reply

%d bloggers like this: