Keluarga kucing santai di dekat mobil

Kisah Induk Kucing dan Mobil Listrik

Sejak punya mobil listrik, sudah beberapa kali mendapati anak kucing masuk ke bagian bawah mobil. Beberapa kejadian terjadi setelah kami kembali dari liburan, tetapi kali ini, entah apa yang membuat kucing-kucing yang sudah lama pergi kembali lagi dan berusaha ikut masuk ke bagian bawah mobil lagi.

Sudah beberapa lama kami tidak melihat kucing liar masuk ke halaman rumah kami, tetapi beberapa hari lalu saya melihat ada kucing dengan anak-anaknya yang masih kecil di belakang rumah. Ada yang hitam dan yang putih. Saat itu saya bersyukur karena kucingnya tidak datang ke rumah untuk melahirkan di dalam mobil seperti kejadian di bulan April tahun 2025 yang lalu.

Induk Kucing Pertama April 2025

Anak-anak kucing yang lahir di dalam mobil di bulan April 2025 itu dikeluarkan dengan cara membawa mobil ke bengkel karena anaknya masih sangat kecil dan bahkan belum bisa melihat. Kami tidak mau memelihara kucing dan ternyata ada yang mau memelihara anak-anak kucing itu, kami putuskan untuk meninggalkan 3 anak kucing yang ada di dalam mobil di bengkel. Induk kucingnya beberapa hari kecarian mengeong-ngeong di sekitar mobil kami, sampai akhirnya dia berhenti sendiri dan tidak kembali lagi. Setidaknya saya pikir benar-benar pergi dan tidak akan kembali.

Induk Kucing Kedua Agustus 2025

Beberapa bulan kemudian, saat kami pulang ke Indonesia lagi di bulan Agustus, kami dapati ada induk kucing lain yang sering datang dengan anaknya. Awalnya saya lihat ada 2 anak kucingnya, dan kali ini untungnya kucingnya melahirkan di tempat lain, mereka hanya suka bermain di kolong mobil kami setelah anaknya agak besar.

Ternyata, induk kucing ini awalnya juga punya 3 anak kucing. Tetapi 1 dari 3 terlindas mobil karena tidak dijaga oleh induknya, 2 anak lain suka naik ke bagian bawah mobil dan ikut bareng keliling kota. Saat pertama ikut keliling kota, 1 dari 2 anak kucing yang ikut malah turun ketika mobil bergerak lambat karena macet. Saya menyadarinya ketika sampai di rumah dan induk kucing mengeong memanggil anaknya, hanya 1 dari 2 yang keluar.

Setiap kali ada suara mengeong terdengar saat menyetir, saya agak stress, khawatir anak kucingnya turun di tengah jalan dan terlindas mobil lain. Kalau dia tertinggal di saat saya sudah parkir sih ya sudahlah, mungkin memang itu tujuan induknya mengenalkan anak-anaknya untuk masuk ke kolong mobil. Setelah anak-anaknya menghilang, si induk kucing ini pun tidak pernah lagi datang ke rumah kami.

Induk kucing dan 1 anak kucing yang tersisa di bulan Agustus 2025

Keluarga Kucing Kembali!

Beberapa hari sebelumnya, saya perhatikan di kamera yang menghadap ke halaman, ada kucing kecil berjalan ke arah luar rumah di pagi hari. Saya mulai khawatir kalau kucing-kucing itu kembali masuk ke mobil kami. Apalagi saat saya keluar rumah untuk mengantar si kecil, saya perhatikan ada induk kucing yang duduk santai di dekat mobil kami. Anehnya, kucingnya ga takut sama sekali dan malah seperti nantang gitu ke saya setiap kali saya lihat. Kalau bukan karena insiden kucing pernah dituliskan, saya juga tidak akan mengenali lagi kalau kucing ini adalah si induk kucing yang kehilangan anak di bulan April 2025.

Induk kucing itu akhirnya beranjak dengan setengah hati karena melihat saya keluar rumah dan bergerak ke arah mobil. Tapi saya perhatikan, dia masih mengintip-intip ke arah mobil. Saya pun pergi mengantar si kecil seperti biasa.

Di tengah perjalanan, tiba-tiba terdengar suara yang saya takutkan, suara mengeong halus dari bagian bawah mobil. Saya hanya berharap anak-anak kucing ini kembali selamat bertemu dengan induknya. Kegiatan rutin mengantar anak yang sudah biasa dilakukan, jadi berubah harus ekstra waspada.

Sesampainya di rumah, saya ditunggu oleh induk kucing di depan pagar. Setelah saya parkir, saya masuk ke dalam rumah. Tak lama saya melihat kalau ternyata bukan hanya 1 induk kucing yang sekarang senang bermain di kolong mobil kami, tetapi ada 2 induk kucing dengan total 3 ekor anak kucing.

Induk kucing maupun anak-anak kucing ini nggak ada takutnya sama sekali. Kalau saya lihatin, mereka malah melotot balik. Kalau saya buka pintu, mereka masih tetap santai saja, mereka baru bergerak kalau memang saya terlihat berjalan keluar. Kalau induknya pada pergi menjauh, anak-anak kucingnya malah memilih naik ke dalam mobil.

Sekarang ini setiap kali mau pergi, saya harus memastikan tidak ada kucing yang persis dekat roda. Kalaupun kucingnya ada di bawah mobil, ya apa boleh buat, di bawa saja jalan-jalan. Beberapa kali saya pergi dan kembali, saya perhatikan anak kucingnya masih kembali juga, jadi saya mulai terbiasa dengan membawa kucing di bawah mobil asalkan tidak mengeong-ngeong di tengah jalan.

Setiap hari saya berusaha memperhatikan apakah anak kucingnya masih ada atau tidak. Belakangan ini anak kucingnya yang terlihat hanya 1, walaupun ada 2 induk kucing yang tetap berkumpul di dekat mobil.

2 induk kucing dan 1 anak kucing

Hari ini, saya hanya melihat 2 induk kucing di kolong mobil. Tetapi induknya tidak mengeong-ngeong seperti mencari anaknya. Jadi kemungkinannya anaknya masih aman, mungkin saja anaknya disuruh masuk ke kolong mobil sementara induknya berjaga di lantai seperti itu.

Santai banget ya posisi tidurnya

Korban Kucing

Sejak ada kucing di kolong mobil, kami menemukan banyak sampah bekas makanan kucing. Saya pernah menemukan kepala ikan gembung goreng yang jelas bukan dari rumah kami karena kami tidak makan ikan di hari itu. Lalu di pagi hari kami menemukan bangkai ular kecil di depan mobil.

Setelah itu beberapa kali kami menemukan bulu-bulu burung beterbangan di dekat mobil. Akhirnya satu kali saya menemukan ada bangkai burung yang belum selesai dimakan oleh kucing di kolong mobil kami, padahal di pagi harinya saya mendengar suara kicau burung yang bernyanyi di pohon mangga di depan rumah dengan riangnya, ternyata salah satu burung sudah jadi korban dari induk kucing yang mencari makanan untuk anaknya. Kejadian bulu burung beterbangan bukan baru sekali ini, sejak ada kucing sudah ada setidaknya 3 burung jadi korban dalam hari yang berbeda tentunya.

Kami sudah melakukan beberapa cara mencoba mengusir kucing-kucing itu supaya tidak terus-terusan ada di kolong mobil, apalagi kalau mereka tetap membiarkan anak-anaknya masuk ke bagian bawah mobil, tetapi tidak berhasil. Berdasarkan pengalaman, nantinya kucing itu akan pergi sendiri. Jadi saat ini saya mencoba membiasakan diri dengan kucing-kucing liar yang terlihat di sekitar rumah. Mudah-mudahan saja tidak sampai membawa bangkai apapun masuk ke bagian bawah mobil. Setiap hari, setiap mau naik ke mobil, jadi terasa tidak biasa karena khawatir ada anak kucing yang mengeong-ngeong dari bagian bawah mobil.

Melihat korban dari induk kucing yang mencari makan untuk anak-anaknya juga, saya jadi menyadari kalau kucing ini memang karnivora alias pemakan daging. Masih saudara jauh dengan harimau, jadi ya pantas saja ga ada takutnya. Untungnya yang bersantai di kolong mobil cuma kucing, bukan harimau, hehehe.

Harimau putih di Night Safari, gaya tidurnya beda tipis dengan kucing di kolong mobil

Saya menantikan saran kalau ada yang tahu cara ampuh mengusir kucing supaya tidak masuk ke dalam bagian bawah dari mobil. Sepertinya karena di dalam mobil listrik tidak ada banyak mesin-mesin, kucingnya bisa bebas bermain di dalam kolongnya. Tetapi saya juga tidak paham kenapa induk kucing itu tidak belajar dari pengalaman tahun sebelumnya dan membiarkan saja anak-anaknya naik ke dalam mobil dan ikut keliling kota. Apakah memang sengaja? Entahlah. Yang jelas, sampai kucing-kucing itu pergi lagi dari rumah, setiap hari saya harus membiasakan diri untuk waspada jangan sampai ada kejadian luar biasa terjadi karena kucing-kucing itu.

Tulisan ini untuk menjawab tantangan blogging Mamah Gajah Ngeblog bulan Mei 2026 yang bertemakan hari biasa yang tidak biasa. Hari-hari saya yang biasa tidak memperhatikan kucing, jadi tidak biasa karena harus lebih hati-hati setiap kali kucing ada di dekat mobil.


Posted

in

,

by

Comments

4 responses to “Kisah Induk Kucing dan Mobil Listrik”

  1. Shanty Dewi Arifin Avatar

    Lucu-lucu ini kucingnya. Konon katanya disukai kucing itu bawa rezeki & pertanda auranya bagus loh.

  2. dewi laily purnamasari Avatar

    Kucing liar ini pastinya tahu kalau teh Risna penyayang.
    Kucingnya gemesin…

  3. Bela Fitri Aulia Avatar

    Kisah mamah-mamah kucing ini menghangatkan hatiku. Mereka mungkin berusaha mencari tempat-tempat yang hangat untuk anak-anaknya? Huhuhu

  4. sunglow mama Avatar

    Memang di bawah mobil itu hangat ya jadi disukai kucing. Apa sudah coba semprotan anti kucing?

    Dulu aku pernah tebar serpihan kapur barus dan beberapa ‘ramuan’ lain (lupa) karena dulu kucing suka kasih ‘hadiah’ di rumput. Mungkin disyukuri juga teh mereka ngga kasih ‘hadiah’ setidaknya.

Leave a Reply