Belajar Rahasia Sukses atau Penyebab Kegagalan?

rahasia sukses atau penyebab kegagalan

Beberapa hari terakhir ini, saya sedang mengikuti beberapa kegiatan yang menceritakan seputar rahasia keberhasilan orang-orang yang sukses dalam menulis. Lalu, hari ini saya menemukan video yang bilang jangan percaya dengan nasihat yang isinya rahasia orang sukses.

Kalau mau bercanda sih saya akan bilang, tentu saja kita tidak boleh percaya dengan rahasia orang sukses, karena kalau sudah diberitahukan artinya sudah bukan rahasia lagi namanya, jadi mungkin saja tidak manjur lagi (emangnya mantra?). Tapi kalau bukan bercanda, yang dimaksudkan adalah, banyak artikel atau buku yang menceritakan langkah menuju sukses berdasarkan pengalaman orang sukses, tapi jarang sekali menceritakan bagaimana orang menghadapi kegagalan dan bangkit lagi dari kegagalannya. Kita memang lebih suka cerita orang sukses, karena tentunya tidak ada yang ingin menjadi gagal kan.

Rahasia sukses?

Berani Memulai, Berani Gagal dan Berani Sukses

Dalam obrolan di Klub Buku KLIP beberapa waktu lalu, Mbak Shanty membagikan kutipan yang dia dapat dari bukunya Dewi Lestari (buat yang ingin mendengarkan obrolannya bisa dengarkan di Podcast KLIP ya). Katanya menjadi penulis itu kita perlu berani untuk memulai, berani gagal dan berani sukses.

Jadi, memang daripada kita selalu dikasih jaminan: ikuti langkah berikut kalau kamu mau berhasil, saya lebih suka diingkatkan kalau setiap hal itu punya 2 sisi. Segala usaha yang dilakukan bisa berhasil dan bisa gagal. Bagaimana caranya supaya berhasil? apakah semata-mata meniru apa yang dilakukan orang yang sudah berhasil? Atau justru belajar dari kegagalan orang lain supaya kita bisa mengantisipasi dan menghindari kegagalan tersebut terjadi pada kita?

Mulai dari sekarang

Kutipan yang mengingatkan kita untuk mulai sekarang juga

Untuk bisa berhasil atau gagal, tentu saja kita harus mulai melakukan apapun yang ingin kita mulai. Kalau hanya rencana terus, sudah pasti gak akan berhasil. Salah satu yang saya pelajari dari Kelas Literasi Ibu Profesional, tentang konsisten menulis adalah, jangan ditunda, mulai saja dari sekarang. Jadikan hari ini sebagai hari pertama. Kalau besok berhasil ya lanjutkan terus, kalau gagal, ulangi sebagai hari pertama dan mulai lagi.

Kita harus memulai kalau memang ingin berhasil. Kalau ga mulai-mulai namanya auto gagal. Iya gak sih?

Jangan menyerah ketika gagal

Tidak ada yang tahu hari esok, ternyata ada banyak faktor yang tidak bisa disederhanakan menjadi poin-poin atau tips-tips yang pasti tentang keberhasilan. Ada usaha dan kerja keras yang selalu harus dilakukan kalau memang ingin berhasil. Bahkan setelah suksespun, belum tentu sukses itu bertahan selamanya kalau kita tidak terus menerus menjaga konsistensi kita.

Tapi ketika kita gagal, sudah jelas jawabannya adalah kita harus evaluasi mencari apa penyebab kegagalannya dan kemudian memulai lagi dengan cara yang mudah-mudahan tidak mengulangi penyebab kegagalan.

Cerita dari Mbak Achi TM, penulis buku best seller setelah menulis 21 buku dalam 10 tahun, dia ingin berhasil best seller sejak buku pertama, tapi karyanya baru berhasil di buku ke 22. Padahal sebelum buku ke-22 itu, dia sudah hampir menyerah dan tidak meneruskan menulis. Kalau saja dia menyerah, mungkin dia akan berhenti sebagai orang yang gagal. Tapi untungnya dia tidak jadi berhenti dan berhasil menjadi penulis best seller di buku ke-22. Oh ya, setelah berhasil, mbak Achi TM makin produktif loh, dan sampai tahun 2021 ini kabarnya dia sudah menulis 38 buku. Wow banget deh.

Tetap berkarya ketika berhasil

Apakah setelah berhasil, kita berhenti di titik sukses pertama kali? Atau kita terus berkarya? Tentu saja kita terus berkarya. Seperti kata Austin Kleon di bukunya Keep Going. Lakukan saja, karya kita tidak harus selalu super. Daripada terus menerus terbeban dengan harus berhasil, kenapa tidak memlih melakukannya karena memang menyukai melakukannya, dan dalam prosesnya terus belajar untuk menghasilkan karya yang lebih baik lagi.

Seperti halnya saya yang sudah mengenal blog sejak 21 tahun yang lalu, bukan berarti saya lebih tau dibandingkan yang baru memulai ngeblog tahun 2021. Karena memang saya selama ini tujuan ngeblognya lebih ke diri sendiri, saya memang tidak pernah berusaha belajar tentang dunia blog. Setelah pernah beberapa tahun berhenti menulis di blog, saya akhirnya mulai lagi dan kali ini mulai lebih rajin belajar seluk beluk dunia blog. Apakah saya sudah berhasil sebagai blogger? Saya sih lebih merasa bahagia karena sejak ngeblog saya juga jadi belajar hal-hal lain dan bertemu dengan banyak orang yang bisa saling belajar satu sama lain.

Pengalaman adalah guru terbaik

Pengalaman memang adalah guru terbaik. Pengalaman sukses maupun pengalaman gagal sama porsinya memberi pelajaran dan jadi guru dalam kehidupan kita. Tidak ada yang salah mencari tahu apa yang dilakukan oleh orang yang sukses, tapi perlu dicari diseimbangkan juga dengan belajar apa yang menyebabkan orang belum berhasil. Setelah tau apa penyebabnya, sebisa mungkin jangan mengulang kesalahan orang lain.

Pengalaman orang lain memang bisa jadi pelajaran untuk kita, tapi pengalaman sendiri biasanya akan lebih terasa menjadi pelajaran buat kita. Tapi tentu saja kebanyakan orang tidak ingin membayar kelas kehidupan yang bayarannya mahal kalau itu sifatnya menyakitkan berupa kegagalan. Jadi boleh lah kita belajar dari pengalaman kegagalan orang lain selain mencari tahu apa yang dilakukan oleh orang sukses.

Kalau kalian bagaimana? Lebih suka mencari tahu cerita orang sukses atau cerita orang yang belum berhasil dan terus berjuang untuk berhasil?

5 thoughts on “Belajar Rahasia Sukses atau Penyebab Kegagalan?

  1. bener juga soal rahasia sukses itu ya, sedikit banyak mungkin ada aja yang ga dibuka untuk public hehe. Setuju banget soal berani memulai itu Risna, jangan menyerah ya, semangat kita, jangan kasi kendor !

  2. Aku lebih suka belajar dari kegagalan orang, karena lebih relatable. Kalau kesuksesan berasa jauh saja gitu. Suka sulit mengambil hikmahnya untuk pembelajaran. Hee..

Leave a Reply