5 Alasan Memakai Planner Digital

Ada banyak penelitan yang sudah dilakukan untuk membandingkan manfaat dari menulis tangan dengan mengetik menggunakan keyboard. Dari hasil pencarian semua penelitian menyimpulkan bahwa tulisan yang ditulis tangan akan lebih lama diingat daripada tulisan digital.

Dengan adanya gerakan tangan menulis, katanya akan mengirim stimulasi ke otak dan membuat penulis akan mengingat lebih lama apa yang ditulis. Selain itu, disebutkan, dengan menulis tangan, orang akan memikirkan mencari kata-kata yang lebih bermakna karena keterbatasan waktu, maka akan dicari kalimat yang lebih efisien dan efektif.

Akan tetapi, untuk menyimpan jadwal kegiatan dan catatan lainnya, saya lebih memilih mengetik di ponsel atau komputer dari pada menulis tangan. Pernah juga saya mencoba menuliskannya di ponsel menggunakan stylus, tapi malah jadi lebih lama, karena pada masa itu sepertinya teknik pengenalan tulisan tangan belum begitu bagus, atau jangan-jangan tulisan saya yang sudah sangat kacau, hehehe.

Bukan saya bilang penelitiannya salah, bukan juga saya bilang mengetik pasti lebih baik daripada menulis tangan. Tapi tujuan dari menggunakan planner kan supaya ingat dengan apa yang direncanakan. Mau itu ditulis tangan atau diketik, kalau akhirnya nggak pernah dibaca lagi atau nggak diingat atau nggak ada yang mengingatkan, ya akhirnya tujuan memakai planner tidak berhasil.

Ada beberapa alasan kenapa saya tetap lebih memilih menggunakan planner digital alias aplikasi dan tidak lagi membeli planner fisik.

1. Sering lupa buku planner ada di mana

Sampai dengan beberapa tahun lalu, saya masih membeli buku agenda untuk catatan manual. Tapi, sebagian besar dari buku-buku tersebut akhirnya hanya di isi beberapa halaman, lalu terlupakan begitu saja. Apa pasal? Ya tentu saja karena saya tidak selalu membawanya dan ketika butuh mencatat, terkadang buku itu tidak bersama saya, dan ketika saya sedang memegang buku itu, saya tidak ingat lagi kalau ada hal yang harusnya saya catat.

Benda yang hampir selalu berada dalam jangkauan itu ya ponsel. Jadi akan lebih masuk akal kalau saya menyimpan catatan di ponsel. Apalagi, jaman sekarang ini banyak aplikasi di ponsel yang bisa disinkronisasi untuk dilihat di komputer. Jadi, setiap ada hal yang perlu dicatat, tentu saja lebih praktis kalau menuliskannya di ponsel atau di komputer.

2. Bisa mencatat langsung ketika dibutuhkan

Sebenarnya poin ini nyambung ya dengan poin sebelumnya. Berbeda dengan planner fisik yang terkadang tidak bersama kita ketika sedang butuh menuliskannya, kalau menggunakan planner digital berupa aplikasi, kita akan selalu bisa menambahkannya ketika mendapat jadwal baru.

Biasanya saya akan memilih aplikasi yang bisa diakses di mana saja dan tentunya bisa disinkronisasi antara ponsel dan komputer. Karena ponsel saya adalah ponsel android, aplikasi sejenis planner yang paling gampang dan tidak perlu melakukan instalasi tambahan itu tentu saja Google Calendar.

Jadi, misalkan saya sedang di komputer, saya juga bisa menambahkan catatan yang ingin saya tambahkan atau memeriksa apa saja yang harus dilakukan di hari tersebut.

3. Bisa mengingatkan melalui notifikasi

Karena saya lebih sering di rumah, saya bukan tipe yang membuka agenda harian setiap pagi untuk memeriksa apa yang harus dilakukan hari tersebut. Sebenarnya beberapa hal itu sudah otomatis diingat karena kegiatan yang dilakukan setiap minggu itu biasanya sama untuk hari yang sama. Nah, bagaimana dengan kegiatan yang bukan kegiatan mingguan? Tentunya saya membutuhkan notifikasi pengingat.

Kalau saya menuliskan di agenda, paling banter saya akan memeriksa apa yang akan dilakukan hari itu, atau hari esok. Tapi kalau disimpan di Google Calendar, saya bisa mengatur untuk mendapatkan notifikasi beberapa kali, mulai dari beberapa hari sebelum, sehari sebelum atau beberapa menit sebelum kegiatan itu harus dilakukan.

4. Berguna untuk menyusun target/ goal

Biasanya, saya paling senang kalau setiap hari itu memberi tanda sebuah kegiatan rutin sudah dilakukan. Tapi, ada yang lebih menyenangkan kalau kita juga bisa menentukan target untuk melatih kebiasaan.

Mungkin tidak banyak yang tahu, aplikasi Google Calendar sudah dilengkapi dengan Goals. Kita bisa menentukan sesering apa kita ingin melakukan suatu kegiatan dalam seminggu, dan berapa lama kegiatan itu ingin kita lakukan. Kegiatan yang bisa diatur bukan saja kegiatan rutin untuk diri sendiri, tapi bisa juga masuk pengelompokan untuk keluarga atau untuk membangun keahlian.

Saya sudah pernah menuliskan tentang Google Goal ini sebelumnya. Sejauh ini lumayan sih buat mengingatkan saya untuk melakukan beberapa hal rutin yang dilakukan setiap harinya. Dari dulu saya memasukkan kegiatan menulis dan membaca ke dalamnya, walaupun seringnya tidak selalu berhasil dicentang semuanya setiap harinya. Tapi dengan adanya pengingat, saya akhirnya kembali mengusahakan melakukannya dan tidak melupakannya begitu saja.

5. Bisa lebih mudah dicari kembali

Selain untuk jadwal, saya juga suka mencatat ide tulisan atau hal-hal yang perlu diingat secara digital daripada buku fisik. Kalau misalnya ingin mengingat kapan terakhir ke dokter gigi, atau kapan perlu ke dokter gigi berikutnya, tentunya lebih mudah dicari di calendar digital, daripada membalik-balik halaman buku planner.

Intinya sih, kalau diorganisasikan dengan baik, hal-hal yang disimpan secara digital bisa lebih mudah dicari dibandingkan mencari di buku fisik yang setiap tahun harus diganti.

Penutup

Sebuah planner itu gunanya sebagai alat bantu. Mau ditulis tangan atau diketik, kegunaannya akan jelas terasa ketika memang alat bantu itu bisa membantu kita ingat dengan apa yang menjadi rencana kita, dan lalu tentunya rencananya dilakukan dan bukan berhenti di rencana saja.

Dari pada memakai planner fisik yang akhirnya hanya dipakai beberapa halaman saja dan dilupakan, lebih baik saya memanfaatkan apa yang sudah ada di ponsel dan tidak perlu keluar biaya lagi. Notifikasi dan planner hanya berguna untuk mengingatkan kita untuk melakukan rencana kita, tapi kitalah yang menentukan apakah kita akan melakukan rencana tersebut atau tidak.

Kalau Kamu bagaimana? Biasanya diingatkan oleh planner fisik atau notifikasi digital dari aplikasi?


Oh ya tulisan ini saya ikutkan Nulis Kompakan Mamah Gajah Ngeblog bulan Maret dengan topik Opini.

8 thoughts on “5 Alasan Memakai Planner Digital

  1. Aku selama ini ngga pernah pakai planner haha, parah yak, makanya sering jadi deadliner.
    Kebalikan sama anak yang tertib banget dan dia bolak balik minta Bunda coba 😀

    Baiklah setelah membaca ini rasanya memang perlu mencoba, terimakasih Risna

  2. Seepetinya perlu dicoba nih google goal,

    saya juga sama, sebenernya punya planner itu membantu, tp klo berupa buku suka ga kebawa atau nyelip ntah dimana hihi

  3. Sampe sekarang, saya lebih suka menulis di kertas atau buku teh. Untuk pribadi, saya punya buku khusus, untuk semua deadline. Mulai dari urusan anak-anak, urusan masak, urusan kuliah dll. Dan melakukan hal yang sama untuk anak-anak, tapi saya tempel di tembok dekat meja belajar mereka ?

  4. waaahhh … aku terakhir punya planner tahun 2006 : pas masih aktif di kantor, sekarang di kampus malah gak pakai planner gitu, tapi ada sih kayak schedule kalender akademik yang udah dibuatin kampus. nah … kalo kerjaan pribadi kayak nulis MGN gini malah gak pernah dicatat.
    btw jadi kepingin nyoba deh teh yang planner digital ini …

    salam semangat

  5. Wah iya. aku pas buka Google calendar melihat ada opsi goals dan belum di explore. sepertinya oke juga dicoba.

    aku sebenarnya suka juga pakai planner digital, tapi menulis di BuJo ada kesenangan sendiri. Kalau sudah nulis, hati lebih tenang dan entah kenapa jadi jarang ditengok setelah ditulis. mungkin karena biasanya masih ingat, kalau ngga banyak banget agendanya

  6. Jadi kepikiran hidup saya selama ini kayanya berantakan banget ya, hampir ga pernah di-plan hari ini mau ngapain aja. Lebih karna kegiatannya itu-itu aja sih jadi ga merasa perlu pake planner. Hehe.. Tapi baca ini jadi merasa kayanya perlu ya nulis di planner. Dan baru tahu juga ada goals di google calendar, sepertinya bisa bikin lebih ada motivasi kali yaa. Perlu dicoba deh kapan-kapan

  7. Akupun tipe tergantung sama Google Calendar meskipun opsi goalsnya selalu terbengkalai ?
    Tapi orang-orang di sini hampir selalu pakai agenda manual lho! Aku sempat beli karena pingin kayak mereka, kayaknya asyik banget dan at the end ya nggak diisi juga ?. Paman Google, aku kembali padamu kekekeke.

  8. Ehehehehe wah maksiiy ya Risna tulisannya, sebuah reminder buat saya. Saya masiy bergaya ‘koboi’ wkwkwk.

    Saya belum pakai planner sepenuhnya, gak rutin. Saya menulis agenda atau ide tulisan yang pops-up di otak, di here and there; bisa di buku diary manual saya atau di kolom SMS di HP yang lalu di-draft.

    Namun setelah membaca tulisan Risna, saya jadi pingin agar agenda, printilan ide, goals saya lebih tertata rapih. Mungkin ku memang harus mulai melakukannya ya, sekarang juga! 🙂

Leave a Reply to echaadista Cancel reply